Barge Bumper - Explore the Science & Experts | ideXlab

Scan Science and Technology

Contact Leading Edge Experts & Companies

Barge Bumper

The Experts below are selected from a list of 3 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

M.sc Ir. Murdjito – 1st expert on this subject based on the ideXlab platform

  • ANALISA RESIKO OPERASIONAL STRUKTUR TERPANCANG
    , 2010
    Co-Authors: Ir. Daniel M.r. M.sc. Phd.mrina, M.sc Ir. Murdjito

    Abstract:

    Beban lingkungan, beban peralatan, beban work over rig serta beban impact akibat tubrukan supply vessel dapat mengakibatkan kerusakan pada member-member jacket. Terkadang kerusakan terjadi dibawah umur operasi yang direncanakan sehingga dapat menimbulkan bahaya dan kerugian. Tugas akhir ini bertujuan menganalisa kekuatan struktur jacket akibat kombinasi beban-beban operasional. Analisa dilakukan pada jacket MSN milik Kondur Petroleum yang dioperasikan di Selat Lalang, Riau. Analisa dilakukan menggunakan software GT Strudl 27.0 untuk melihat seberapa besar kerusakan member yang diakibatkan beban operasional, dengan metode analisa statis. Untuk mengetahui besarnya gaya impact digunakan software ANSYS LS –DYNA. Bahwa peluang kegagalan pada member member struktur akibat penambahan beban akan bertambah secara polynomial (orde 2) dengan trend yang mengikuti persamaan Y (pof) = 0.018 V2 + 0.05 V + 0.01 untuk work over rig minimum dan Y (pof) = 0.037 V2 + 0.05 V + 0.019 untuk work over rig maksimum, dimana V adalah kecepatan vessel. Dengan melihat peluang kegagalan struktur serta target keandalan beta = 2 yang setara dengan Pof = 0.0228, dapat diketahui besar kecepatan maksimum vessel yang diijinkan bersandar yaitu yaitu 0.7 m/s untuk kondisi work over rig minimum dan 0.475 m/s untuk untuk work over rig maksimum. Analisa resiko menggunakan metode qualitatif dengan peluang kegagalan dan konsekuensi yang telah ditentukan sebagai komponennya untuk menunjukkan matriks resiko. Kriteria konsekuensi mengacu pada API-RP2A WSD dan jacket MSN masuk dalam kategori high risk untuk semua skenario pembebanan. Metode mitigasi yang dilakukan adalah pengurangan beban sampai resiko dapat diterima yaitu, untuk kegiatan rig tidak dilakukan diatas jacket akan tetapi dilakukan diatas jack up. Penambahan ban-ban bekas pada Barge Bumper untuk mengurangi beban impact dan atas pertimbangan biaya, karena pof struktur untuk vessel yang bersandar untuk kecepatan 0.25, 0.5, 0.77 m/s masih berada pada kategori high risk.

Ir. Daniel M.r. M.sc. Phd.mrina – 2nd expert on this subject based on the ideXlab platform

  • ANALISA RESIKO OPERASIONAL STRUKTUR TERPANCANG
    , 2010
    Co-Authors: Ir. Daniel M.r. M.sc. Phd.mrina, M.sc Ir. Murdjito

    Abstract:

    Beban lingkungan, beban peralatan, beban work over rig serta beban impact akibat tubrukan supply vessel dapat mengakibatkan kerusakan pada member-member jacket. Terkadang kerusakan terjadi dibawah umur operasi yang direncanakan sehingga dapat menimbulkan bahaya dan kerugian. Tugas akhir ini bertujuan menganalisa kekuatan struktur jacket akibat kombinasi beban-beban operasional. Analisa dilakukan pada jacket MSN milik Kondur Petroleum yang dioperasikan di Selat Lalang, Riau. Analisa dilakukan menggunakan software GT Strudl 27.0 untuk melihat seberapa besar kerusakan member yang diakibatkan beban operasional, dengan metode analisa statis. Untuk mengetahui besarnya gaya impact digunakan software ANSYS LS –DYNA. Bahwa peluang kegagalan pada member member struktur akibat penambahan beban akan bertambah secara polynomial (orde 2) dengan trend yang mengikuti persamaan Y (pof) = 0.018 V2 + 0.05 V + 0.01 untuk work over rig minimum dan Y (pof) = 0.037 V2 + 0.05 V + 0.019 untuk work over rig maksimum, dimana V adalah kecepatan vessel. Dengan melihat peluang kegagalan struktur serta target keandalan beta = 2 yang setara dengan Pof = 0.0228, dapat diketahui besar kecepatan maksimum vessel yang diijinkan bersandar yaitu yaitu 0.7 m/s untuk kondisi work over rig minimum dan 0.475 m/s untuk untuk work over rig maksimum. Analisa resiko menggunakan metode qualitatif dengan peluang kegagalan dan konsekuensi yang telah ditentukan sebagai komponennya untuk menunjukkan matriks resiko. Kriteria konsekuensi mengacu pada API-RP2A WSD dan jacket MSN masuk dalam kategori high risk untuk semua skenario pembebanan. Metode mitigasi yang dilakukan adalah pengurangan beban sampai resiko dapat diterima yaitu, untuk kegiatan rig tidak dilakukan diatas jacket akan tetapi dilakukan diatas jack up. Penambahan ban-ban bekas pada Barge Bumper untuk mengurangi beban impact dan atas pertimbangan biaya, karena pof struktur untuk vessel yang bersandar untuk kecepatan 0.25, 0.5, 0.77 m/s masih berada pada kategori high risk.