The Experts below are selected from a list of 1038 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

Raja Mahesa - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • TINJAUAN KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN FORMULA DYNAMIC METODE EYTELWEIN, NAVY-MC KAY DAN GATES PADA LAPISAN PASIR BERPOTENSI LIKUIFAKSI ( STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN LAMNYONG)
    FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA, 2017
    Co-Authors: Raja Mahesa
    Abstract:

    ABSTRAKJembatan merupakan sebuah struktur bangunan yang terdiri dari struktur atas (upper structure) dan struktur bawah (under structure). Pondasi merupakan sebuah elemen struktur bangunan bawah yang berfungsi menyalurkan beban struktur atas ke lapisan tanah dasar (Bearing Stratum) yang ada dibawahnya. Salah satu kajian utama dalam tugas akhir ini adalah dengan melakukan tinjauan perencanaan daya dukung pondasi tiang pancang dengan metode formula dinamis yang lazimnya digunakan sebagai metode kontrol oleh owner (pemilik) dan kontraktor (pelaksana) melalui data kalendering (s) yang di dapat dalam pelaksanaan. Hasil yang dikemukakan pada pembangunan jembatan Lamnyong dengan menggunakan metode formula dinamis adalah daya dukung terkecil didapatkan dengan menggunakan metode Eytelwein dan metode Navy-McKay. Sedangkan daya dukung terbesar didapatkan dengan menggunakan metode Gates. Metode Gates lebih aman untuk digunakan dan memiliki resiko yang lebih kecil bila dibandingkan dengan menggunakan kedua metode lainnya. Dimana metode Eytelwein dan metode Navy-McKay menghasilkan kapasitas daya dukung yang lebih kecil dibandingkan dengan daya dukung yang telah direncanakan pada pembangunan jembatan baru Lamnyong. Sedangkan metode Gates menghasilkan kapasitas daya dukung yang lebih besar dibandingkan dengan daya dukung yang telah direncanakan pada pembangunan jembatan baru Lamnyong. Objek tinjauan lainnya adalah dengan melakukan kajian tentang likuifaksi. Dimana likuifaksi adalah fenomena mencairnya lapisan pasir yang jenuh air pada profil tanah pada jembatan yang direncanakan sehingga walaupun daya dukung izin pondasi tiang pancang sudah aman maka struktur jembatan tetap akan mengalami colapse (runtuh). Namun dalam hal ini, kajian terhadap likuifaksi tidak dilakukan, akan tetapi disarankan karena sesuai dengan profil tanah setempat ditemukannya lapisan pasir pada kedalaman 1,2 meter s/d 2 meter dan pada kedalaman 2,6 meter s/d 3,4 meter dimana hal tersebut disarankan dengan pertimbangan bahwa lapisan pasir yang berada pada kedalaman 1,2 sampai seterusnya merupakan lapisan pasir yang terendam. Sedangkan pada kedalaman 0,2 meter s/d 1 meter tidak disarankan untuk mengontrol likuifaksi karena lapisan tersebut tidak dalam kondisi terendam (saturated). Kata kunci : pondasi, daya dukung dinamis, metode Eytelwein, Navy-McKay dan Gates, likuifaksiBanda Ace

  • TINJAUAN KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN FORMULA DYNAMIC METODE EYTELWEIN, NAVY-MC KAY DAN GATES PADA LAPISAN PASIR BERPOTENSI LIKUIFAKSI ( STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN LAMNYONG)
    'Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana', 2017
    Co-Authors: Raja Mahesa
    Abstract:

    Jembatan merupakan sebuah struktur bangunan yang terdiri dari struktur atas (upper structure) dan struktur bawah (under structure). Pondasi merupakan sebuah elemen struktur bangunan bawah yang berfungsi menyalurkan beban struktur atas ke lapisan tanah dasar (Bearing Stratum) yang ada dibawahnya. Salah satu kajian utama dalam tugas akhir ini adalah dengan melakukan tinjauan perencanaan daya dukung pondasi tiang pancang dengan metode formula dinamis yang lazimnya digunakan sebagai metode kontrol oleh owner (pemilik) dan kontraktor (pelaksana) melalui data kalendering (s) yang didapat dalam pelaksanaan. Hasil yang dikemukakan pada pembangunan Jembatan Lamnyong dengan menggunakan metode formula dinamis adalah metode Eytelwein didapat nilai daya dukung pada PC-240 = 183,36 ton dengan besar penetrasi 9 mm; PC-241 = 150,03 ton dengan besar penetrasi 11 mm; PC-242 = 206,28 ton dengan besar penetrasi 8 mm dan pada PC-243 = 253,88 ton dengan besar penetrasi 6,5 mm. Pada metode Navy-McKay didapat nilai daya dukung pada PC-240 = 112,93 ton dengan besar penetrasi 9,0 mm; PC-241 = 92,40 ton dengan besar penetrasi 11 mm; PC-242 = 127,05 ton dengan besar penetrasi 8 mm dan pada PC-243 = 156,37 ton dengan besar penetrasi 6,5 mm. Pada metode Gates didapat nilai daya dukung pada PC-240 = 1203,17 ton dengan besar penetrasi 9 mm; PC-241 = 1166,35 ton dengan besar penetrasi 11 mm; PC-242 = 1224,27 ton dengan besar penetrasi 8 mm dan pada PC-243 = 1260,61 ton dengan besar penetrasi 6,5 mm. Metode gates lebih aman untuk digunakan dan memiliki resiko yang lebih kecil bila dibandingkan dengan menggunakan kedua metode lainnya. Dimana metode eytelwein dan metode navy-mckay menghasilkan kapasitas daya dukung yang lebih kecil dibandingkan dengan daya dukung yang telah direncanakan pada pembangunan jembatan baru Lamnyong. Sedangkan metode Gates menghasilkan kapasitas daya dukung yang lebih besar dibandingkan dengan daya dukung yang telah direncanakan pada pembangunan jembatan baru Lamnyong. Objek tinjauan lainnya adalah dengan melakukan kajian tentang likuifaksi. Dimana likuifaksi adalah fenomena mencairnya lapisan pasir yang jenuh air pada profil tanah pada jembatan yang direncanakan sehingga walaupun daya dukung izin pondasi tiang pancang sudah aman maka struktur jembatan tetap akan mengalami colapse (runtuh). Namun dalam hal ini, kajian terhadap likuifaksi tidak dilakukan, akan tetapi disarankan karena sesuai dengan profil tanah setempat ditemukannya lapisan pasir pada kedalaman 1,2 meter s/d 2 meter dan pada kedalaman 2,6 meter s/d 3,4 meter dimana hal tersebut disarankan dengan pertimbangan bahwa lapisan pasir yang berada pada kedalaman 1,2 sampai seterusnya merupakan lapisan pasir yang terendam. Sedangkan pada kedalaman 0,2 meter s/d 1 meter tidak disarankan untuk mengontrol likuifaksi karena lapisan tersebut tidak dalam kondisi terendam (unsaturated). Kata kunci : pondasi, daya dukung dinamis, metode Eytelwein, Navy-McKay dan Gates, likuifaksiBanda Ace

Samang Lawalenna - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Estimasi Bearing Stratum untuk Desain Pondasi Tiang dengan Menggunakan Geostatistik
    Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Indonesian Society for Geotechnical Engineering, 2013
    Co-Authors: Arsyad Ardy, Syafar, Muhammad Idham, Maricar, Muhammad Iskandar, Samang Lawalenna
    Abstract:

    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak penyelidikan tanah terbatas terhadap estimasi Bearing Stratum pondasi tiang dalam proyek konstruksi. Studi kasus dilakukan pada proyek pembangunan Dermaga Coal Unloading PT. Semen Tonasa di Pangkep Sulawesi Selatan Indonesia. Untuk mengkaraterisasi sifat-sifat tanah Dermga Coal Unloading dengan luas 122??20 m2, penyelidikan tanah dilakukan dengan jumlah terbatas yakni hanya 1 SPT. Penyelidikan tanah yang terbatas mengakibatkan overestimate atas waste (sisa tiang pancang) yaitu 9.19% dari total tiang pancang. Jika sisa/waste ini tidak diakui dan tidak dibayar oleh pemilik proyek, maka besarnya biaya waste akan menjadi risiko bagi Penyedia Jasa. Oleh karena itu, metode Geostatistik yakni Kriging dan Inverse Distance to a Power digunakan untuk memperkirakan Bearing Stratum pondasi tiang dengan keterbatasan penyelidikan tanah. Dengan metode Geostatistik ditemukan bahwa penambahan 3 CPT ke penyelidikan tanah yang ada dapat mengurangi sisa pemotongan/ waste tiang pancang menjadi 5.38% dan 5.39% masing-masing untuk Kriging dan Inverse Distance to a Power. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penelidakan tanah yang cukup dengan menggunakan metode Geostatistik dapat meningkatkan desain pondasi tiang dan mengurangi biaya yang tidak diperkirakan dari pondasi tiang selama konstruksi

  • QUANTIFYING THE EFFECT OF LIMITED SITE INVESTIGATION ON THE COST OF BUILDING CONSTRUCTION WITH PILE FOUNDATION
    University of Parahyangan Bandung, 2013
    Co-Authors: Arsyad Ardy, Djamaluddin, Abdur Rahman, Thaha Arsyad, Harianto Tri, Samang Lawalenna
    Abstract:

    It is widely accepted that soil investigation conducted in construction projects is limited. The scope of soil investigation is dictated by budget allocation rather than the proper need of characterizing soil properties. The budget allocated for soil investigation ranges from 0.1% to3% of the construction budget. Poor soil investigation can result in foundation failure leading to construction delay or even structural damage with live loss. Otherwise, it can cause over-design of foundation with consequence of high project cost. This paper investigated the effect of limited soil investigation on the cost of foundation work in a building construction project. Case study was undertaken on the project of Engineering Faculty New Campus in Gowa South Sulawesi Indonesia, located in the sedimentary deposit of River Jeneberang. To characterize the soil properties of the Geology Building with the area of 200??116 m2, soil investigations were conducted with limited amount, consisting of 4 CPTs and 2 SPTs. The limited site investigation was found to increase additional cost of pile foundation, accounted for 21% of the total pile foundation cost. Therefore, Geostatistical methods including Kriging and Inverse Distance were employed to estimate Bearing Stratum of pile foundation with limited site investigation. The use of Geostatistical methods was found to reduce the additional cost to be 7.14% and 6.21% for Kriging and Inverse Distance respectively. The addition of 3 CPTs into the existing site investigation conducted was also found to reduce additional cost of pile foundation to be 4.93%. The results suggested that sufficient amount of site investigation with the use of Geostatistical method could enhance the design of pile foundation and reduce unpredicted cost of pile foundation during construction

Syafar, Muhammad Idham - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • STUDI ESTIMASI Bearing Stratum PONDASI TIANG DENGAN MENGGUNAKAN GEOSTATISTIK PADA PEMBANGUNAN DERMAGA COAL UNLOADING PT. SEMEN TONASA
    2013
    Co-Authors: Syafar, Muhammad Idham
    Abstract:

    It is widely accepted that soil investigation conducted in construction projects is limited . The budget allocated for soil investigation is often minimized in order to reduce preliminary cost of project, rather than being allocated to characterize properly soil properties. The budget allocated for soil investigation ranges from 0.1% to3% of the construction budget. These inadequate site investigations remain one of the main factors in the failure of structural foundations, and leading to unforeseen additional construction or repair costs. At the other extreme, inadequate site investigations can result in over-design of the foundation, increasing the cost unnecessarily. This study investigated the effect of limited soil investigation to estimate Bearing Stratum of pile foundation in the construction project. Case study was undertaken on the contruction project of Coal Unloading Jetty PT. Semen Tonasa in Pangkep, South Sulawesi, Indonesia. To characterize the soil properties of Coal Unloading Jetty with the area of 122??20 m2, soil investigations were conducted with limited amount, consisting of 1 SPTs. The limited site investigations was found to increase waste length of pile foundation, accounted for 9.19% of the total pile foundation length. If the waste is not recognized and paid by the owner of construction project, the waste cost to be a risk to the contractor. Therefore , Geostatistical methods including Kriging and Inverse Distance were employed to estimate Bearing Stratum of pile foundation with limited site investigation . The use of geostatistical methods found that the addition of 3 CPTs into the existing site investigation can reduce the waste length of pile foundation to be 5.38% and 5.39% for Kriging and Inverse Distance to a Power respectively. The results suggested that sufficient amount of site investigation with the use of Geostatistical method could enhance the design of pile foundation and reduce unpredicted cost of pile foundation during contruction

  • Estimasi Bearing Stratum untuk Desain Pondasi Tiang dengan Menggunakan Geostatistik
    Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Indonesian Society for Geotechnical Engineering, 2013
    Co-Authors: Arsyad Ardy, Syafar, Muhammad Idham, Maricar, Muhammad Iskandar, Samang Lawalenna
    Abstract:

    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak penyelidikan tanah terbatas terhadap estimasi Bearing Stratum pondasi tiang dalam proyek konstruksi. Studi kasus dilakukan pada proyek pembangunan Dermaga Coal Unloading PT. Semen Tonasa di Pangkep Sulawesi Selatan Indonesia. Untuk mengkaraterisasi sifat-sifat tanah Dermga Coal Unloading dengan luas 122??20 m2, penyelidikan tanah dilakukan dengan jumlah terbatas yakni hanya 1 SPT. Penyelidikan tanah yang terbatas mengakibatkan overestimate atas waste (sisa tiang pancang) yaitu 9.19% dari total tiang pancang. Jika sisa/waste ini tidak diakui dan tidak dibayar oleh pemilik proyek, maka besarnya biaya waste akan menjadi risiko bagi Penyedia Jasa. Oleh karena itu, metode Geostatistik yakni Kriging dan Inverse Distance to a Power digunakan untuk memperkirakan Bearing Stratum pondasi tiang dengan keterbatasan penyelidikan tanah. Dengan metode Geostatistik ditemukan bahwa penambahan 3 CPT ke penyelidikan tanah yang ada dapat mengurangi sisa pemotongan/ waste tiang pancang menjadi 5.38% dan 5.39% masing-masing untuk Kriging dan Inverse Distance to a Power. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penelidakan tanah yang cukup dengan menggunakan metode Geostatistik dapat meningkatkan desain pondasi tiang dan mengurangi biaya yang tidak diperkirakan dari pondasi tiang selama konstruksi

Arsyad Ardy - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Estimasi Bearing Stratum untuk Desain Pondasi Tiang dengan Menggunakan Geostatistik
    Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Indonesian Society for Geotechnical Engineering, 2013
    Co-Authors: Arsyad Ardy, Syafar, Muhammad Idham, Maricar, Muhammad Iskandar, Samang Lawalenna
    Abstract:

    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak penyelidikan tanah terbatas terhadap estimasi Bearing Stratum pondasi tiang dalam proyek konstruksi. Studi kasus dilakukan pada proyek pembangunan Dermaga Coal Unloading PT. Semen Tonasa di Pangkep Sulawesi Selatan Indonesia. Untuk mengkaraterisasi sifat-sifat tanah Dermga Coal Unloading dengan luas 122??20 m2, penyelidikan tanah dilakukan dengan jumlah terbatas yakni hanya 1 SPT. Penyelidikan tanah yang terbatas mengakibatkan overestimate atas waste (sisa tiang pancang) yaitu 9.19% dari total tiang pancang. Jika sisa/waste ini tidak diakui dan tidak dibayar oleh pemilik proyek, maka besarnya biaya waste akan menjadi risiko bagi Penyedia Jasa. Oleh karena itu, metode Geostatistik yakni Kriging dan Inverse Distance to a Power digunakan untuk memperkirakan Bearing Stratum pondasi tiang dengan keterbatasan penyelidikan tanah. Dengan metode Geostatistik ditemukan bahwa penambahan 3 CPT ke penyelidikan tanah yang ada dapat mengurangi sisa pemotongan/ waste tiang pancang menjadi 5.38% dan 5.39% masing-masing untuk Kriging dan Inverse Distance to a Power. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penelidakan tanah yang cukup dengan menggunakan metode Geostatistik dapat meningkatkan desain pondasi tiang dan mengurangi biaya yang tidak diperkirakan dari pondasi tiang selama konstruksi

  • QUANTIFYING THE EFFECT OF LIMITED SITE INVESTIGATION ON THE COST OF BUILDING CONSTRUCTION WITH PILE FOUNDATION
    University of Parahyangan Bandung, 2013
    Co-Authors: Arsyad Ardy, Djamaluddin, Abdur Rahman, Thaha Arsyad, Harianto Tri, Samang Lawalenna
    Abstract:

    It is widely accepted that soil investigation conducted in construction projects is limited. The scope of soil investigation is dictated by budget allocation rather than the proper need of characterizing soil properties. The budget allocated for soil investigation ranges from 0.1% to3% of the construction budget. Poor soil investigation can result in foundation failure leading to construction delay or even structural damage with live loss. Otherwise, it can cause over-design of foundation with consequence of high project cost. This paper investigated the effect of limited soil investigation on the cost of foundation work in a building construction project. Case study was undertaken on the project of Engineering Faculty New Campus in Gowa South Sulawesi Indonesia, located in the sedimentary deposit of River Jeneberang. To characterize the soil properties of the Geology Building with the area of 200??116 m2, soil investigations were conducted with limited amount, consisting of 4 CPTs and 2 SPTs. The limited site investigation was found to increase additional cost of pile foundation, accounted for 21% of the total pile foundation cost. Therefore, Geostatistical methods including Kriging and Inverse Distance were employed to estimate Bearing Stratum of pile foundation with limited site investigation. The use of Geostatistical methods was found to reduce the additional cost to be 7.14% and 6.21% for Kriging and Inverse Distance respectively. The addition of 3 CPTs into the existing site investigation conducted was also found to reduce additional cost of pile foundation to be 4.93%. The results suggested that sufficient amount of site investigation with the use of Geostatistical method could enhance the design of pile foundation and reduce unpredicted cost of pile foundation during construction

Maricar, Muhammad Iskandar - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Estimasi Bearing Stratum untuk Desain Pondasi Tiang dengan Menggunakan Geostatistik
    Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Indonesian Society for Geotechnical Engineering, 2013
    Co-Authors: Arsyad Ardy, Syafar, Muhammad Idham, Maricar, Muhammad Iskandar, Samang Lawalenna
    Abstract:

    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak penyelidikan tanah terbatas terhadap estimasi Bearing Stratum pondasi tiang dalam proyek konstruksi. Studi kasus dilakukan pada proyek pembangunan Dermaga Coal Unloading PT. Semen Tonasa di Pangkep Sulawesi Selatan Indonesia. Untuk mengkaraterisasi sifat-sifat tanah Dermga Coal Unloading dengan luas 122??20 m2, penyelidikan tanah dilakukan dengan jumlah terbatas yakni hanya 1 SPT. Penyelidikan tanah yang terbatas mengakibatkan overestimate atas waste (sisa tiang pancang) yaitu 9.19% dari total tiang pancang. Jika sisa/waste ini tidak diakui dan tidak dibayar oleh pemilik proyek, maka besarnya biaya waste akan menjadi risiko bagi Penyedia Jasa. Oleh karena itu, metode Geostatistik yakni Kriging dan Inverse Distance to a Power digunakan untuk memperkirakan Bearing Stratum pondasi tiang dengan keterbatasan penyelidikan tanah. Dengan metode Geostatistik ditemukan bahwa penambahan 3 CPT ke penyelidikan tanah yang ada dapat mengurangi sisa pemotongan/ waste tiang pancang menjadi 5.38% dan 5.39% masing-masing untuk Kriging dan Inverse Distance to a Power. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penelidakan tanah yang cukup dengan menggunakan metode Geostatistik dapat meningkatkan desain pondasi tiang dan mengurangi biaya yang tidak diperkirakan dari pondasi tiang selama konstruksi