The Experts below are selected from a list of 1731 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Suryandari, Kartika Chrysti - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
UJI EFEKTIVITAS ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA TERHADAP JAMUR DARI NIRA RUSAK
Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS, 2013Co-Authors: Suryandari, Kartika ChrystiAbstract:ABSTRAK Gula kelapa hasil pengolahan nira masih dibuat dengan cara tradisional sehingga mudah terkontaminasi oleh mikroba. Jamur dapat mengkontaminasi nira sehingga perlu dilakukan isolasi jamur yang terdapat pada nira rusak. Suatu upaya untuk mengatasi kontaminasi adalah sterilisasi pongkor nira dengan zat antimikroba. Salah satu zat antimikroba yang dapat digunakan adalah asap cair tempurung kelapa. Peneltian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui jenis jamur yang terdapat pada nira kelapa rusak, 2) Mengetahui pengaruh pemberian asap cair tempurung kelapa dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan jamur dari nira kelapa rusak, 3) Mengetahui konsentrasi efektif asap cair tempurung kelapa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur dari nira kelapa rusak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Variabel bebasnya adalah konsentrasi asap cair tempurung kelapa dan variabel tergantungnya adalah daya hambat asap cair tempurung kelapa terhadap jamur. Parameter utama yang diukur adalah berat kering jamur sedangkan parameter pendukungnya adalah pH media. Cara kerja dimulai dengan isolasi dan purifikasi jamur dari nira rusak. Media yang dipakai menggunakan PDA dan PDB. Konsentrasi asap cair tempurung kelapa yang digunakan 0 %, 5%, 10%, 15% dan 20%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan anova atau uji F. Tingkat kesalahan yang digunakan adalah 5% dan 1% untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perlakuan yang dicobakan. Analisis tersebut dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Berdasarkan uji F tersebut dapat diketahui bahwa pemberian asap cair tempurung kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan Penicillium sp, Aspergillus sp dan Curvularia sp. Pengaruhnya dapat dilihat dari Beret kering jamur yang semakin menurun dengan bertambahnya konsentrasi asap cair tempurung kelapa. Penghambatan asap cair tempurung kelapa terhadap ketiga jamur sudah terlihat mulai konsentrasi 5%, masing-masing sebesar 77,76 %, 85,74% dan 86,66%. Kata Kunci: jamur, asap cair tempurung kelapa, berat kerin
Suryandari K. C. - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Uji Efektivitas Asap Cair Tempurung Kelapa Terhadap Jamur Dari Nira Rusak
'Faculty of Agriculture Sebelas Maret University', 2010Co-Authors: Suryandari K. C.Abstract:Gula kelapa hasil pengolahan nira masih dibuat dengan cara tradisional sehingga mudah terkontaminasi oleh mikroba. Jamur dapat mengkontaminasi nira sehingga perlu dilakukan isolasi jamur yang terdapat pada nira rusak. Suatu upaya untuk mengatasi kontaminasi adalah sterilisasi pongkor nira dengan zat antimikroba. Salah satu zat antimikroba yang dapat digunakan adalah asap cair tempurung kelapa. Peneltian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui jenis jamur yang terdapat pada nira kelapa rusak, 2) Mengetahui pengaruh pemberian asap cair tempurung kelapa dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan jamur dari nira kelapa rusak, 3) Mengetahui konsentrasi efektif asap cair tempurung kelapa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur dari nira kelapa rusak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Variabel bebasnya adalah konsentrasi asap cair tempurung kelapa dan variabel tergantungnya adalah daya hambat asap cair tempurung kelapa terhadap jamur. Parameter utama yang diukur adalah berat kering jamur sedangkan parameter pendukungnya adalah pH media. Cara kerja dimulai dengan isolasi dan purifikasi jamur dari nira rusak. Media yang dipakai menggunakan PDA dan PDB. Konsentrasi asap cair tempurung kelapa yang digunakan 0 %, 5%, 10%, 15% dan 20%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan anova atau uji F. Tingkat kesalahan yang digunakan adalah 5% dan 1% untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perlakuan yang dicobakan. Analisis tersebut dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Berdasarkan uji F tersebut dapat diketahui bahwa pemberian asap cair tempurung kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan Penicillium sp, Aspergillus sp dan Curvularia sp. Pengaruhnya dapat dilihat dari Beret kering jamur yang semakin menurun dengan bertambahnya konsentrasi asap cair tempurung kelapa. Penghambatan asap cair tempurung kelapa terhadap ketiga jamur sudah terlihat mulai konsentrasi 5%, masing-masing sebesar 77,76 %, 85,74% dan 86,66%
Siska Yuni Mutia - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
pengaruh pijat tui na terhadap peningkatan berat badan pada balita di pendidikan anak usia dini aisyiyah dan pendidikan anak usia dini tumaninah yassin metro pusat tahun 2019
2019Co-Authors: Siska Yuni MutiaAbstract:Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik. Berdasarkan study pendahuluan yang dilakukan di PAUD Aisyiyah Kauman dan PAUD Tumaninah Yassin dari 4 (2,5%) balita dengan gizi kurang yang dilakukan pijat tui na terdapat 3 (75%) balita yang mengalami kenaikan berat badan setelah dilakukan pijat tui na. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pijat tui na terhadap peningkatan berat badan balita di PAUD Aisyiyah dan Tumaninah Yassin di Metro Pusat. Jenis penelitian ini merupkan penelitian kuantitatif rancangan pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah 160 balita di PAUD Aisyiyah dan PAUD Tumaninah Yassin Metro Pusat. Sampel penelitian ini sebanyak 33 balita didapatkan denganrumusdropout. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan cara menimbang berat badan balita, wawancara dan observasi dengan checklist dan lembar observasi. Analisis univariat menggunakan rumus rata-rata, analisis bivariat menggunakan wilcoxon. Berdasarkan penelitian yang dilakukan rata-rata berat badan sebelum dilakukan pijat tui na adalah 14,79 dan setelah dilakukan pijat tui na rata-rata berat badan menjadi 15,09, selisih rat-rata kenaikan berat badan sebelum dan sesudah dilakukan pijat tui na adalah 270 gram dengan P-value 0,000. Simpulan penelitian ini adalah bahwa ada pengaruh pijat tui na terhadap peningkatan berat badan. Sehingga disarankan bagi orangtua yang memiliki balita dengan nafsu makan kurang dianjurkan untuk dirangsang dengan melakukan pijat tui na. Kata Kunci : Pijat Tui Na, Peningkatan Berat Badan Daftar Pustaka : 18 (2010-2018)
Mashita Citra Firdausi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
pengaruh terapi pijat tui na terhadap peningkatan berat badan pada anak usia 1 3 tahun
2019Co-Authors: Mashita Citra FirdausiAbstract:Berdasarkan data profil kesehatan Indonesia tahun 2017 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2018, presentase anak dengan kategori kurus usia 0-59 bulan di Indonesia pada tahun 2017 adalah sebesar 6,7%, sedangkan presentase di Provinsi Jawa Timur sebesar 5,3%. Pengkategorian tersebut berdasarkan status gizi dengan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Gizi kurang pada anak dapat menyebabkan anak menjadi kurus dan pertumbuhan menjadi terhambat. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan terapi pijat Tui Na. Pijat Tui Na merupakan teknik pijat yang menggunakan penekanan pada titik akupunktur di meridian tertentu, sehingga relatif lebih mudah dilakukan dibandingkan akupunktur dan sesuai untuk mengatasi masalah berat badan kurang pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi pijat Tui Na terhadap peningkatan berat badan pada anak usia 1-3 tahun. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah pretest - posttest group design, dengan membandingkan rerata perubahan berat badan dari perlakuan pijat Tui Na dengan rumus uji T berpasangan. Hasil yang diperoleh dari pemberian terapi pijat Tui Na yang dilakukan terhadap 15 orang anak usia 1-3 tahun dengan berat badan rendah selama 3 minggu menunjukkan adanya peningkatan berat badan yang signifikan (p = 0,00). Maka dapat disimpulkan bahwa terapi pijat Tui Na dapat meningkatkan berat badan pada anak usia 1-3 tahun.
Ardiani Sulistiani - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
efektifitas pijat tui na terhadap kenaikan berat badan balita usia 1 2 tahun
Jurnal Kebidanan Indonesia : Journal of Indonesia Midwifery, 2019Co-Authors: Titik Wijayanti, Ardiani SulistianiAbstract:Latar Belakang : Pada tahun 2015 prevalensi balita yang memiliki berat badan dibawah garis merah KMS (Kartu Menuju Sehat) di Boyolali sebanyak 0,9% atau sebanyak 546 balita dan di wilayah Puskesmas Musuk terdapat 14 kasus balita mengalami gizi kurang atau sekitar 0,02 % (Dinas Kesehatan Boyolali, 2015). Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian gizi kurang antara lain faktor herediter dan faktor lingkungan. Pemerintah telah melakuka berbagai upaya untuk menurunkan atau mencegah kejadian gizi kurang pada balita, diantaranya dengan stimulasi pertumbuhan. Termasuk dalam stimulasi pertumbuhan adalah stimulasi/ rangsangan yang berupa pijat bayi salah satunya adalah Pijat Tui Na yang dapat meningkatkan kelancaran peredaran darah limfa dan sistem pencernaan yang berdampak pada peningkatan penyerapan asupan nutrisi sehingga dapat meningkatkan berat badan (Sukanto, 2010). Dengan dilakukan Pijat Tui Na akan membantu anak balita dalam meningkatkan nafsu makan sehingga berat badan juga meningkat dengan demikian dapat membantu menurunkan angka kejadian balita dengan berat badan rendah atau tudak sesuai umur. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat Tui Na terhadap kenaikan berat badan balita usia 1 – 2 tahun. Metode : Penelitian ini merupkan penelitian eksperimen semu atau quasi experiment designs, dengan rancangan one group pretest-postest dengan perlakukan Pijat Tui Na, sebelum memberikan Pijat Tui Na diawali dengan pengukuran berat badan anak (pre test), setelah diberikan Pijat Tui Na sebanyak 6x berturut – turut dalam seminggu diakhiri dengan pengukuran berat badan anak kembali (post test) 1 bulan kemudian . Sampel diambil dengan tehnik purposive yang memenuhi kriteria balita dengan berat badan kurang berdasarkan umur atau nafsu makannya sulit sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 20 balita.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, dengan intrumen ceklist pijat Tui Na dan lembar observasi, sedangkan analisis data menggunakan Paired t test. Hasil : Hasil analisis data dengan Paired t testmenunjukkan bahwa nilai ρ-value (0,000) < α (0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya Pijat Tui Na efektif meningkatkan berat badan balita. Simpulan : Setelah dilakukan pijat Tui Na sebagian besar balita mengalami kenaikan berat badan artinya Pijat Tui Na efektif meningkatkan berat badan balita. Dengan demikian pijat Tui Na dapat lebih dikenalkan kepada tenaga kesehatan dan keluarga agar diterapkan pada balita dengan berat badan atau nafsu makan yang kurang