The Experts below are selected from a list of 246 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Rivera Inga, Fiorella Lilian - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Factores asociados a fractura de clavícula o Caput Succedaneum en recién nacidos en el Hospital Gustavo Lanatta Lujan Huacho. Enero - Diciembre 2013
Universidad Privada Antenor Orrego - UPAO, 2015Co-Authors: Rivera Inga, Fiorella LilianAbstract:Determinar los factores asociados a fractura de clavícula o Caput Succedaneum en recién nacidos en el Hospital Gustavo Lanatta Lujan. Enero – diciembre 2013. Material y Métodos: Estudio de casos y controles que analizó los datos de 150 neonatos que fueron atendidos en el Hospital Gustavo Lanatta Lujan durante el período enero – diciembre 2013. Los recién nacidos fueron agrupados en Casos (n=50) recién nacidos con fractura de clavícula o Caput Succedaneum y controles (n=100) sin fractura de clavícula ni Caput Succedaneum. Resultados: El análisis estadístico sobre las variables en estudio como factores asociados fueron : edad materna extrema(OR: 3,28 ; p
-
Factores asociados a fractura de clavícula o Caput Succedaneum en recién nacidos en el hospital gustavo lanatta lujan huacho. Enero - Diciembre 2013
'Universidad Privada Antenor Orrego', 2015Co-Authors: Rivera Inga, Fiorella LilianAbstract:Objetive: Determine risk factor associated to clavicle fracture or Caput sucedaneum in newborns at Gustavo Lanatta Lujan Hospital. January to December 2013. Methods: Study of cases and controls analyzed data from 150 newborn who were treated at the Gustavo Lanatta Lujan Hospital during the period from january to december 2013 . The newborns were grouped into a) Cases (n=50) newborns with clavicle fracture or Caput Succedaneum b) controls (n=100) without clavicle fracture or Caput Succedaneum. Results: The Statistical Analysis on the variables in the study as factors Associates Were : extreme maternal age (OR : 3.28; p < 0.05 ) induced vaginal delivery (OR : 2.42 ; p < 0.05 ) , non-professional staff (OR : 2.28; p < 0.05 ) , forceps use (OR : 4.96; p < 0.05 ) , fetal macrosomy (OR : 2.96; p 0.05 ) . Conclusions: Extreme maternal age, inducided vaginal delivery, attention to non profesional health personnel , forceps use, externa and fetal macrosomy are factors associated to clavicle fracture and Caput sucedaneum. While the male sex fetal is not a factor associated to clavicle fracture or Caput sucedaneum in newborns at Gustavo Lanatta Lujan Hospital.Objetivo: Determinar los factores asociados a fractura de clavícula o Caput Succedaneum en recién nacidos en el Hospital Gustavo Lanatta Lujan. Enero – diciembre 2013. Material y Métodos: Estudio de casos y controles que analizó los datos de 150 neonatos que fueron atendidos en el Hospital Gustavo Lanatta Lujan durante el período enero – diciembre 2013. Los recién nacidos fueron agrupados en Casos (n=50) recién nacidos con fractura de clavícula o Caput Succedaneum y controles (n=100) sin fractura de clavícula ni Caput Succedaneum. Resultados: El análisis estadístico sobre las variables en estudio como factores asociados fueron : edad materna extrema(OR: 3,28 ; p
Nofi Desfitas Sari - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
asuhan kebidanan pada bayi baru lahir pada ny j dengan Caput Succedaneum di rumah sakit umum daerah dr h soewondo kendal
2019Co-Authors: Nofi Desfitas SariAbstract:Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang Program Studi Diploma III Kebidanan Semarang Kampus Kendal 2019 ABSTRAK Nofi Desfita Sari1.Mimi Ruspita2.Titik Sapartinah3. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Pada Bayi Ny. J Dengan Caput SuccedaneumDi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soewondo Kendal xi + 65 halaman + 5 lampiran + 5 tabel Caput Succedaneum adalah benjolan yang difus jaringan lunak kepala, yang dapat melampaui sutura garis tengah. Penyebab dari Caput Succedaneum pada bayi baru lahir karena persalinan lama. Di RSUD dr. H. Soewondo Kendal tahun 2018 jumlah kelahiran 303 pada bulan Desember diperoleh 1,7 % bayi mengalami Caput Succedaneum. Tujuan umum adalah melaksanakan asuhan kebidanan bayi baru lahir dengan Caput Succedaneum dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganstrategipenelitianstudikasus (Case Study Research). Subjekpenelitian yang diberikanasuhanadalah bayi baru lahir Ny. J sebanyak 5 kali pengkajian melalui wawancara, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Hasil didapat data subjektif ibu mempunyai riwayat persalinan lama, data objektif terdapat benjolan pada kepala, batas tidak jelas dan melewati sutura, assesment bayi dengan Caput Succedaneumdan penatalaksanaannya yaitu menjaga kehangatan, perawatan tali pusat, pemberian ASI adekuat, memberitahukan tanda bahaya pada bayi dan pemberian imunisasi HB0. Simpulan penelitian ini bayi baru lahir berlangsung 18 jam sehingga menjadi penyebab terjadinya Caput Succedaneum, bayi mengalami benjolan pada kepala bayi. Saran penelitian ini diharapkan bagi ibu agar dapat melakukan perawatan bayi baru lahir dengan Caput Succedaneum dirumah setelah pulang dari Rumah Sakit Kata Kunci :Asuhan bayi baru lahir, Caput Succedaneum Pustaka : 19 buku (2007 s/d 2014), 2 jurnal(2012 s/d 2016) 1. Mahasiswa Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Semarang Kampus Kendal 2. Pembimbing
-
ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR PADA NY. J DENGAN Caput Succedaneum DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr.H. SOEWONDO KENDAL
D3 KEBIDANAN KENDAL, 2019Co-Authors: Nofi Desfitas SariAbstract:Politeknik Kesehatan Kemenkes SemarangProgram Studi Diploma III Kebidanan Semarang Kampus Kendal2019ABSTRAKNofi Desfita Sari1.Mimi Ruspita2.Titik Sapartinah3.Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Pada Bayi Ny. J Dengan Caput SuccedaneumDi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soewondo Kendalxi + 65 halaman + 5 lampiran + 5 tabel Caput Succedaneum adalah benjolan yang difus jaringan lunak kepala, yang dapat melampaui sutura garis tengah. Penyebab dari Caput Succedaneum pada bayi baru lahir karena persalinan lama. Di RSUD dr. H. Soewondo Kendal tahun 2018 jumlah kelahiran 303 pada bulan Desember diperoleh 1,7 % bayi mengalami Caput Succedaneum. Tujuan umum adalah melaksanakan asuhan kebidanan bayi baru lahir dengan Caput Succedaneum dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif denganstrategipenelitianstudikasus (Case Study Research). Subjekpenelitian yang diberikanasuhanadalah bayi baru lahir Ny. J sebanyak 5 kali pengkajian melalui wawancara, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Hasil didapat data subjektif ibu mempunyai riwayat persalinan lama, data objektif terdapat benjolan pada kepala, batas tidak jelas dan melewati sutura, assesment bayi dengan Caput Succedaneumdan penatalaksanaannya yaitu menjaga kehangatan, perawatan tali pusat, pemberian ASI adekuat, memberitahukan tanda bahaya pada bayi dan pemberian imunisasi HB0. Simpulan penelitian ini bayi baru lahir berlangsung 18 jam sehingga menjadi penyebab terjadinya Caput Succedaneum, bayi mengalami benjolan pada kepala bayi. Saran penelitian ini diharapkan bagi ibu agar dapat melakukan perawatan bayi baru lahir dengan Caput Succedaneum dirumah setelah pulang dari Rumah SakitKata Kunci:Asuhan bayi baru lahir, Caput SuccedaneumPustaka : 19 buku (2007 s/d 2014), 2 jurnal(2012 s/d 2016)1.Mahasiswa Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Semarang Kampus Kendal2.Pembimbingxi + 65 halaman + 5 lampiran + 5 tabe
Hasra Hartina - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
manajemen asuhan kebidanan pada bayi ny m dengan kasus Caput Succedaneum di rsud syekh yusuf gowa tahun 2017
2017Co-Authors: Hasra HartinaAbstract:Caput Succedaneum adalah udema di kepala, terasa lembut dan lunak pada perabaan, benjolan berisi serum dan kadang bercampur dengan darah, udema melampaui tulang tenggorak, batas yang tidak jelas, permukaan kulit pada benjolan berwarna ungu atau kemerahan, benjolan akan menghilang dalam beberapa hari tanpa pengobatan, terapi hanya berupa observasi. Hasil dari studi kasus yang dilakukan pada By “M” dengan Caput Succedaneum, tidak ditemukanhambatan pada saat penanganan kasus ini. Penanganan yang dilakukan pada Bayi Ny “M” yaitu denganobservasi selama 4 hari dan tidak mengangkat bayi terlalu sering. Dengan observasi dan tidak sering mengangkat maka Caput Succedaneum telah hilang. Kesimpulan dari kasus yaitu 7 langkah Varney dan SOAP yang digunakan untuk proses penyelesaian masalah kebidanan telah dilaksanakan pengkajian berupa observasi dan analisa data pada Bayi Ny “M” dengan Caput Succedaneum di RSUD Syekh Yusuf Gowa 2017 selama 4 hari maka didapatkan hasil yaitu benjolan pada kepala bayi telah telah hilang dan kepala bayi kembali normal dan telah dilakukan pengkajian pendokumentasian semua temuan dan tindakan yang telah dilaksanakan pada Bayi Ny “M” dengan hasil tidak ditemukannya kesenjangan antara teori dan kasus.
Hartina Hasra - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Manajemen Asuhan Kebidanan pada Bayi Ny “M” dengan Kasus Caput Succedaneum di Rsud Syekh Yusuf Gowa Tahun 2017
2017Co-Authors: Hartina HasraAbstract:Caput Succedaneum adalah udema di kepala, terasa lembut dan lunak pada perabaan, benjolan berisi serum dan kadang bercampur dengan darah, udema melampaui tulang tenggorak, batas yang tidak jelas, permukaan kulit pada benjolan berwarna ungu atau kemerahan, benjolan akan menghilang dalam beberapa hari tanpa pengobatan, terapi hanya berupa observasi. Hasil dari studi kasus yang dilakukan pada By “M” dengan Caput Succedaneum, tidak ditemukanhambatan pada saat penanganan kasus ini. Penanganan yang dilakukan pada Bayi Ny “M” yaitu denganobservasi selama 4 hari dan tidak mengangkat bayi terlalu sering. Dengan observasi dan tidak sering mengangkat maka Caput Succedaneum telah hilang. Kesimpulan dari kasus yaitu 7 langkah Varney dan SOAP yang digunakan untuk proses penyelesaian masalah kebidanan telah dilaksanakan pengkajian berupa observasi dan analisa data pada Bayi Ny “M” dengan Caput Succedaneum di RSUD Syekh Yusuf Gowa 2017 selama 4 hari maka didapatkan hasil yaitu benjolan pada kepala bayi telah telah hilang dan kepala bayi kembali normal dan telah dilakukan pengkajian pendokumentasian semua temuan dan tindakan yang telah dilaksanakan pada Bayi Ny “M” dengan hasil tidak ditemukannya kesenjangan antara teori dan kasus
Maisaroh Siti - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
ASUHAN KEBIDANAN TERINTEGRASI PADA NY. S UMUR 31 TAHUN DI PUSKESMAS BANYUANYAR
2019Co-Authors: Maisaroh SitiAbstract:ABSTRAK SITI MAISAROH, R0315056. 2019. ASUHAN KEBIDANAN TERINTEGRASI PADA NY.S UMUR 31 TAHUN DI PUSKESMAS BANYUANYAR SURAKARTA. Program Studi D III Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Ruang Lingkup:Asuhan terintegrasi pada Ny.S meliputi ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir (BBL), dan KB. Perencanaan asuhan menggunakan model asuhan Continuity of care (COC) secara berlanjutan yang bertujuan meningkatkan mutu pelayanan melalui pendampingan. Pelaksanaan: Asuhan kebidanan terintegrasi pada Ny.S berlangsung selama 3 bulan. Kadar hemoglobin normal selama 3 minggu, ibu mengalami anemia ringan. Persalinan dilakukan induksi dan kala II lama indikasi kelelahan ibu dan bayi tidak rawat gabung. Nifas ditemukan masalah nyeri jahitan. Neonatus ditemukan masalah adanya Caput Succedaneum dan makrosomia. Asuhan KB diberikan konseling pemilihan metode KB. Evaluasi: Anemia kehamilan teratasi 3 minggu, bersalin dengan induksi, nifas normal, bayi lahir dengan Caput Succedaneum dan Makrosomia. Ibu memilih untuk menggunakan KB kondom dan MAL. Kesimpulan dan saran:Ny.S dan bayi mendapat asuhan terintegrasi kondisi sehat sampai kunjungan berakhir. Kesenjangan teori dan praktik yaitu bayi tidak rawat gabung. Klien diharapkan tetap memberikan ASI eksklusif. Instansi kesehatan terutama bidan diharapkan meningkatkan pelayanan untuk rawat gabung. Kata Kunci: Asuhan Kebidanan Terintegrasi, Ibu-Anak, Puskesmas Banyuanya