The Experts below are selected from a list of 2679 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

Bustanul Arifin, Bustanul Arifin - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pekerja dalam Pemakaian Alat Pelindung Diri (Apd) di Bagian Coal Yard PT X Unit 3 & 4 Kabupaten Jepara Tahun 2012
    'Faculty of Engineering Diponegoro University', 2013
    Co-Authors: Susanto A., Bustanul Arifin, Bustanul Arifin
    Abstract:

    Pekerjaan operator yang berada di bagian Coal Yard merupakan pekerjaan yang membutuhkan keahlian, kreatifitas dan konsentrasi yang tinggi dalam melakukan pekerjaan dikarenakan tempat banyak terpapar debu batubara. Selain itu sarana Alat Pelindung diri (APD) merupakan komponen penting di dalam mengurangi terpaparnya debu batubara terhadap pekerja operator. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pekerja operator dalam pemakaian APD. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian ini adalah pekerja operator yang berada di bagaian Coal Yard sebanyak 32 orang responden. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan hubungan bermakna bahwa ketersediaan APD, Kenyamanan APD dan pengawasan dalam penggunaan APD, sedangkan umur, pendidikan, masa kerja dan pengetahuan tidak mempunyai hubungan bermakna dengan kepatuhan pekerja dalam pemakaian APD

  • faktor faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pekerja dalam pemakaian alat pelindung diri apd di bagian Coal Yard pt x unit 3 4 tahun 2012
    2013
    Co-Authors: Bustanul Arifin, Bustanul Arifin
    Abstract:

    Patuh adalah suka menurut perintah, taat pada perintah atau aturan. Sedangkan kepatuhan adalah perilaku sesuai aturan dan berdisiplin. Pekerjaan operator yang berada di bagian Coal Yard merupakan pekerjaan yang membutuhkan keahlian, kreatifitas dan konsentrasi yang tinggi dalam melakukan pekerjaan dikarenakan tempat kerjanya banyak terpapar debu batu bara, selain itu sarana Alat Pelindung diri ( APD ) merupakan komponen penting didalam mengurangi terpaparnya debu batu bara terhadap pekerja operator. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pekerja operator dalam pemakaian Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini menggunakan metode observasi dan metode wawancara dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan dengan uji Chi-Square test. Subyek penelitian ini adalah total sampling yang berada di bagian Coal Yard sebanyak 32 orang responden. Berdasarkan uji statistic Chi-Square didapatkan ketersediaan APD, Kenyamanan APD dan Pengawasan dalam penggunaan APD memiliki p-value 0.05. kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara ketersediaan APD, Kenyamanan APD, dan pengawasan dalam pemakaian APD dengan kepatuhan pekerja dalam pemakaian APD, sedangkan variabel umur, pendidikan, masa kerja dan pengetahuan tidak ditemukannya hubungan bermakna dengan kepatuhan pekerja dalam pemakaian APD. Kata Kunci: umur, pendidikan, masa kerja, pengetahuan, kepatuhan apd

Simanjuntak, Nelly Sri Rahayu - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • HUBUNGAN KADAR DEBU BATUBARA TOTAL DAN TERHIRUP SERTA KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA DI LOKASI Coal Yard PLTU X JEPARA
    2013
    Co-Authors: Simanjuntak, Nelly Sri Rahayu
    Abstract:

    Salah satu dampak negatif aktivitas di Coal Yard adalah pencemaran udara oleh debu batubara. Debu batubara yang terhirup dapat menyebabkan pekerja terkena resiko gangguan fungsi paru. Gangguan fungsi paru yang utama ada dua yitu restriksi dan obstruksi namun ada juga yang campuran antara restriksi dan obstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kadar debu batubara total dan terhirup serta karakteristik individu pada pekerja di lokasi Coal Yard PLTU X Jepara dengan gangguan fungsi paru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah seluruh pekerja di lokasi Coal Yard sebanyak 35 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan fungsi paru yang terjadi pada pekerja adalah gangguan fungsi paru restriksi dimana dari 35 responden 25,7% normal, 71,4% mengalami restriksi ringan dan 2,9% mengalami restriksi sedang. Dari hasil pengukuran spirometer tidak terdapat responden dengan gangguan fungsi paru obstruksi dan campuran. Hasil pengukuran kadar debu total di 5 lokasi titik dengan menggunakan high volume sampler menunjukkan bahwa kadar debu diatas Nilai Ambang Batas. Berdasarkan uji statistik rank-spearman didapatkan kadar debu total (p-value =0,001), dan berdasarkan uji korelasi pearson kadar debu terhirup (p-value =0,001), kebiasaan merokok (p-value = 0,001), umur (p-value = 0,533), status gizi (p-value = 0,101) dan kebiasaan olahraga (p-value = 0.894). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara kadar debu total, kadar debu terhirup dan kebiasaan merokok dengan gangguan fungsi paru, sementara tidak ada hubungan antara umur, status gizi dan kebiasaan olahraga dengan gangguan fungsi paru Kata Kunci: Gangguan fungsi paru, debu batubara, kadar debu total, kadar debu terhiru

Tang Zhi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

Syamsi, Muhammad Ibnu - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Perbandingan Analisis Two Way Slab With Beam dengan Flat Slab (Studi Kasus: Coal Yard PLTU Kalimantan Barat)
    Semesta Teknika, 2016
    Co-Authors: Syamsi, Muhammad Ibnu
    Abstract:

    Floor slab of Coal Yard as a storehouse was designed as two way slab with beam and flat slab in order to compare those two systems based on needs of materials and ease of implementation. The design process is based on the provision of SNI 03-2847-2002. Through the design results and analysis of material requirements can be concluded that the need for concrete material on a flat slab system is 2.1% greater than on the two way slab with beam. Meanwhile the steel material requirements for flat slab system is 9.7% greater than two way slab with beam. However, in term of ease of implementation, relatively flat plate systems are superior to the briquette plate system because the number of items of work a little mor

Muhammad Ibnu Syamsi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Perbandingan Analisis Two Way Slab With Beam dengan Flat Slab (Studi Kasus: Coal Yard PLTU Kalimantan Barat)
    2015
    Co-Authors: Muhammad Ibnu Syamsi
    Abstract:

    Floor slab of Coal Yard as a storehouse was designed as two way slab with beam and flat slab in order to compare those two systems based on needs of materials and ease of implementation. The design process is based on the provision of SNI 03-2847-2002. Through the design results and analysis of material requirements can be concluded that the need for concrete material on a flat slab system is 2.1% greater than on the two way slab with beam. Meanwhile the steel material requirements for flat slab system is 9.7% greater than two way slab with beam. However, in term of ease of implementation, relatively flat plate systems are superior to the briquette plate system because the number of items of work a little more