The Experts below are selected from a list of 2673 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

D Iwan S Kurniawan - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • perancangan disaster recovery plan pada fasilitas pusat data menggunakan iso 24762 2008 studi kasus fakultas teknik universitas pasundan
    2019
    Co-Authors: Rizkiany Aulia Pratiwi, D Doddy S Ferdiansyah, D Iwan S Kurniawan
    Abstract:

    Kebutuhan terhadap data yang terus meningkat menjadikan data sebagai aset penting bagi seperti instansi pendidikan. Hal inipun tidak lepas dari risiko kehilangan akses data akibat bencana yang mungkin terjadi setiap saat. Saat ini Fakultas Teknik Universitas Pasundan masih belum memiliki rancangan terkait dengan disaster recovery plan, karena tidak lepas dari kemungkinan terjadinya bencana seperti : bencana alam, kebakaran, kesalahan manusia, data corrupt, maupun serangan kepada sistem seperti virus. Karena itu perlu adanya sebuah perencanaan yang bertujuan untuk memulihkan bisnis ke kondisi awal. disaster recovery plan merupakan rencana yang difokuskan pada penggunaan teknologi informasi (TI) untuk pemulihan kinerja sistem, aplikasi atau sebuah fasilitas komputer yang dijalankan dari suatu tempat yang berbeda (off-site) ketika terjadi situasi darurat di Fakultas Teknik Universitas Pasundan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan disaster recovery plan dengan menggunakan ISO 24762: 2008 apabila terjadi bencana terhadap data yang ada di Fakultas Teknik Universitas Pasundan yang berisi panduan dalam pemulihan terhadap bencana di Fakultas Teknik Universitas Pasundan berdasarkan ISO 24762:2008. Kata kunci : Teknologi Informasi, Bencana, Rencana Pemulihan Bencana, Penilaian Risiko, Analisis Dampak Bisnis, Mitigasi Risiko, ISO 24762:2008, Perancangan disaster recovery plan Terhadap Fasilitas Pusat Data ISO 24762:2008 Studi Kasus : Fakultas Teknik Universitas Pasundan.

  • perancangan disaster recovery plan di fakultas teknik universitas pasundan menggunakan pendekatan iso 22301 2012
    2017
    Co-Authors: Reza Aditya Mukit, D Iwan S Kurniawan, D Rita S Rijayanti
    Abstract:

    Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alamiah ataupun faktor nonalamiah. Dampak yang ditimbulkan oleh bencana beragam, mulai dari hilangnya resource, hilangnya ketersediaan layanan, kerusakan teknologi IT, dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk menangani bencana, karena tidak dipungkiri bencana akan menimbulkan keadaan genting, dan membutuhkan keputusan penting untuk penanggulangan bencana. disaster recovery plan adalah suatu langkah startegis untuk memulihkan suatu sistem akibat dampak dari bencana baik itu bencana alamiah dan bencana non-alamiah serta merespon kejadian yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi secara bermakna (bencana). ISO 22301 merupakan sebuah Standar Internasional yang menetapkan prosedur yang harus dilakukan dalam proses merencanakan, menetapkan, mengoperasikan, memantau, mengkaji, memelihara dan mengembangkan Management System yang telah didokumentasikan untuk mempersiapakan organisasi dalam menghadapi bencana, menanggapinya serta melakukan recovery ketika bencana itu terjadi. Tahapantahapan yang dilakukan mulai dari, risk assessment, business impact analysis, recovery strategy, dan plan development. Hasil yang didapat dari tahapan-tahapan yang sudah dikerjakan yaitu, fakta-fakta dilapangan yang menjadi dasar/acuan diterapkannya disaster recovery plan. Setelah menganalisis kondisi dilapangan maka dapat disimpulkan sebuah disaster recovery Procedure yang berisi langkahlangkah strategis untuk menanggulangi bencana. Serta plan development yang berisi catatan penting, yang bertujuan melakukan pendokumentasian, yang dilakukan selama proses penanggulangan bencana. Kata Kunci : Bencana, disaster recovery plan, ISO 22301, prosedur penanggulangan bencana

Masoud Mohammadian - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Intelligent decision making and analysis using fuzzy cognitive maps for disaster recovery planning
    International Journal of Information Technology, 2017
    Co-Authors: Masoud Mohammadian, Mohammad Yamin
    Abstract:

    Reliable, available and accessible IT services are crucial to the success and competitive position of an organisation. With increased use and rapid changes in emerging technologies, organizations require regular review of their disaster recovery plans. Given the complexity of IT systems, it very difficult to ensure correct and complete steps are taken for safeguarding these systems in unforeseen natural or man-made disasters events. A disaster recovery plan for IT systems consists of a large number of steps and processes. This makes it complex to the design, develop and monitor disaster recovery plans. Hence design of such plans is laborious, complex and depends on how big and what types of the organisations are. This task is further complicated due to dependencies that exist in different part of a plan for disaster recovery. This research study proposes Fuzzy Cognitive Maps (FCM) for analysis of a disaster recovery plan that can be of assistance to Chief Information Officers for risk analysis. Furthermore to improve risk prediction in case of an IT disaster, a Fuzzy Logic (FL) system is developed to improve decision making in such cases by providing an estimate of time delay in case of IT disaster.

  • Artificial Intelligence Applications for Risk Analysis, Risk Prediction and Decision Making in disaster recovery planning
    2012
    Co-Authors: Masoud Mohammadian
    Abstract:

    Development and management of disaster recovery plan for IT systems are complex, demanding, and yet crucial to an organization success and its competitive position in the marketplace. Due to rapid changes in emerging technologies there is a need for constant improvement and adjustment to disaster recovery plans for IT systems. There are a large number of processes involved in disaster recovery planning for IT system. The interdependencies of these processes make it very difficult for Chief Information Officers (CIOs) to comprehend and be aware of effect of inefficiencies that may exist in development of these processes in the disaster recovery plan of their organization. This paper considers the implementation of a Fuzzy Cognitive Maps (FCM) to provide facilities to capture and represent complex relationships in implementing a disaster recovery plan for IT systems and their related processes to improve the understanding of CIOs about the systems and its associated risks.

  • AIAI (2) - Artificial Intelligence Applications for Risk Analysis, Risk Prediction and Decision Making in disaster recovery planning
    IFIP Advances in Information and Communication Technology, 2012
    Co-Authors: Masoud Mohammadian
    Abstract:

    Development and management of disaster recovery plan for IT systems are complex, demanding, and yet crucial to an organization success and its competitive position in the marketplace. Due to rapid changes in emerging technologies there is a need for constant improvement and adjustment to disaster recovery plans for IT systems. There are a large number of processes involved in disaster recovery planning for IT system. The interdependencies of these processes make it very difficult for Chief Information Officers (CIOs) to comprehend and be aware of effect of inefficiencies that may exist in development of these processes in the disaster recovery plan of their organization. This paper considers the implementation of a Fuzzy Cognitive Maps (FCM) to provide facilities to capture and represent complex relationships in implementing a disaster recovery plan for IT systems and their related processes to improve the understanding of CIOs about the systems and its associated risks.

Muhammad Zakuan Agung - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • perancangan disaster recovery plan sistem informasi akademik dengan pendekatan kerangka kerja nist 800 34
    JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa), 2019
    Co-Authors: Muhammad Zakuan Agung
    Abstract:

    Politeknik Negeri Sriwijaya telah memiliki Sistem Informasi Akademik yang terintegrasi bernama SISAK POLSRI. Terdapat 8 (delapan) sub sistem di dalamnya yang meliputi Sistem Informasi Akademik (SIAK), Sistem Informasi Bimbingan Akademik (SIBA), Learning Management System Politeknik Negeri Sriwijaya (LMS Polsri), E-Complaint Politeknik Negeri Sriwijaya, E-Library Politeknik Negeri Sriwijaya, Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG), Sistem Informasi Alumni dan Tracer Study (SIAT), dan Sistem Pendaftaran dan Pendataan  Mahasiswa Baru (E-Regist) . SISAK POLSRI merupakan hal yang vital dalam keberlangsungan operasional Politeknik Negeri Sriwijaya, sehingga diperlukan suatu upaya preventif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan merancang dokumen disaster recovery plan yang bertujuan untuk menjaga keberlangsungan sistem, ketika sistem telah terkena dampak ancaman. Tahapan dalam perancangan disaster recovery plan dengan pendekatan kerangka kerja NIST 800-34 yang diinisiasi oleh Risk Assessment, Business Impact Analysis dan Strategy recovery. Hasil dari penelitian ini berupa dokumen disaster recovery plan terhadap 9 ancaman dan 8 sub sistem SISAK POLSRI.

Indra Griha Tofik Isa - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • implementasi pendekatan kerangka kerja nist 800 34 dalam perancangan disaster recovery plan pada sistem informasi akademik universitas muhammadiyah sukabumi
    Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 2020
    Co-Authors: Indra Griha Tofik Isa
    Abstract:

    disaster recovery plan (DRP) merupakan upaya keberlanjutan sebuah sistem atau proses bisnis ketika menghadapi sebuah ancaman. Objek penelitian ini adalah Sistem Informasi Akademik Universitas Muhammadiyah Sukabumi yang bertujuan untuk merancang disaster recovery plan (DRP) dengan pendekatan kerangka kerja NIST 800-34. Tahapan penelitian dimulai dengan penetapan permasalahan yang akan diteliti; Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi lapangan; Identifikasi dan penilaian aset terdiri dari 4 aspek yakni Data, Perangkat Keras, Perangkat Lunak, dan Jaringan; Risk Assessment yang melihat potensi ancaman yang terjadi berdasarkan penilaian Likelihood, Restoration dan Predictability , diklasifikasikan menjadi 9 ancaman yakni Banjir, Petir/Badai, Gempa Bumi, Kebakaran, Gangguan Server, Gangguan Listrik, Serangan Hacker / Cybercrime , Kesalahan Manusia (Human Error) dan Serangan Virus, Malware, Worm; tahapan berikutnya Business Impact Analysis dengan melihat dampak yang terjadi pada SIAK UMMI dilihat dari ancaman. Dari tahapan ini dihasilkan sub sistem yang memiliki dampak terbesar adalah Sistem Keuangan Mahasiswa dengan nilai persentasi 99%, sedangkan sub sistem yang memiliki nilai terendah adalah Sistem Pembimbingan Akademik dengan nilai dampak persentasi 62%. Hasil akhir dari penelitian ini berupa dokumen disaster recovery plan (DRP) yang memuat 9 kategory Strategy recovery terhadap potensi ancaman yang terjadi pada SIAK UMMI.

D Ferry S Mulyanto - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • perancangan disaster recovery plan menggunakan pendekatan iso 22301 2012 studi kasus diskominfo jawa barat
    2019
    Co-Authors: Rendy Septiandy Karmana, Ds Dody Ferdiansyah, D Ferry S Mulyanto
    Abstract:

    Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alamiah ataupun faktor nonalamiah. Dampak yang ditimbulkan oleh bencana beragam, mulai dari hilangnya resource, hilangnya ketersediaan layanan, kerusakan teknologi IT, dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk menangani bencana, karena tidak dipungkiri bencana akan menimbulkan keadaan genting, dan membutuhkan keputusan penting untuk penanggulangan bencana. disaster recovery plan adalah suatu langkah startegis untuk memulihkan suatu sistem akibat dampak dari bencana baik itu bencana alamiah dan bencana non-alamiah serta merespon kejadian yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi secara bermakna (bencana). ISO 22301 merupakan sebuah Standar Internasional yang menetapkan prosedur yang harus dilakukan dalam proses merencanakan, menetapkan, mengoperasikan, memantau, mengkaji, memelihara dan mengembangkan Management System yang telah didokumentasikan untuk mempersiapakan organisasi dalam menghadapi bencana, menanggapinya serta melakukan recovery ketika bencana itu terjadi. Tahapantahapan yang dilakukan mulai dari, risk assessment, business impact analysis, recovery strategy, dan plan development. Hasil yang didapat dari tahapan-tahapan yang sudah dikerjakan yaitu, fakta-fakta dilapangan yang menjadi dasar/acuan diterapkannya disaster recovery plan. Setelah menganalisis kondisi dilapangan maka dapat disimpulkan sebuah disaster recovery Procedure yang berisi langkahlangkah strategis untuk menanggulangi bencana. Serta plan development yang berisi catatan penting, yang bertujuan melakukan pendokumentasian, yang dilakukan selama proses penanggulangan bencana. Kata Kunci : Bencana, disaster recovery plan, ISO 22301, prosedur penanggulangan bencana.

  • PERANCANGAN disaster recovery plan MENGGUNAKAN PENDEKATAN ISO 22301:2012 (Studi Kasus : Diskominfo Jawa Barat)
    2019
    Co-Authors: Rendy Septiandy Karmana 123040130, Ds Dody Ferdiansyah, D Ferry S Mulyanto
    Abstract:

    Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alamiah ataupun faktor nonalamiah. Dampak yang ditimbulkan oleh bencana beragam, mulai dari hilangnya resource, hilangnya ketersediaan layanan, kerusakan teknologi IT, dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk menangani bencana, karena tidak dipungkiri bencana akan menimbulkan keadaan genting, dan membutuhkan keputusan penting untuk penanggulangan bencana. disaster recovery plan adalah suatu langkah startegis untuk memulihkan suatu sistem akibat dampak dari bencana baik itu bencana alamiah dan bencana non-alamiah serta merespon kejadian yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi secara bermakna (bencana). ISO 22301 merupakan sebuah Standar Internasional yang menetapkan prosedur yang harus dilakukan dalam proses merencanakan, menetapkan, mengoperasikan, memantau, mengkaji, memelihara dan mengembangkan Management System yang telah didokumentasikan untuk mempersiapakan organisasi dalam menghadapi bencana, menanggapinya serta melakukan recovery ketika bencana itu terjadi. Tahapantahapan yang dilakukan mulai dari, risk assessment, business impact analysis, recovery strategy, dan plan development. Hasil yang didapat dari tahapan-tahapan yang sudah dikerjakan yaitu, fakta-fakta dilapangan yang menjadi dasar/acuan diterapkannya disaster recovery plan. Setelah menganalisis kondisi dilapangan maka dapat disimpulkan sebuah disaster recovery Procedure yang berisi langkahlangkah strategis untuk menanggulangi bencana. Serta plan development yang berisi catatan penting, yang bertujuan melakukan pendokumentasian, yang dilakukan selama proses penanggulangan bencana. Kata Kunci : Bencana, disaster recovery plan, ISO 22301, prosedur penanggulangan bencana