The Experts below are selected from a list of 12 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
D Ferry S Mulyanto - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
perancangan Disaster Recovery plan menggunakan pendekatan iso 22301 2012 studi kasus diskominfo jawa barat
2019Co-Authors: Rendy Septiandy Karmana, Ds Dody Ferdiansyah, D Ferry S MulyantoAbstract:Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alamiah ataupun faktor nonalamiah. Dampak yang ditimbulkan oleh bencana beragam, mulai dari hilangnya resource, hilangnya ketersediaan layanan, kerusakan teknologi IT, dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk menangani bencana, karena tidak dipungkiri bencana akan menimbulkan keadaan genting, dan membutuhkan keputusan penting untuk penanggulangan bencana. Disaster Recovery Plan adalah suatu langkah startegis untuk memulihkan suatu sistem akibat dampak dari bencana baik itu bencana alamiah dan bencana non-alamiah serta merespon kejadian yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi secara bermakna (bencana). ISO 22301 merupakan sebuah Standar Internasional yang menetapkan prosedur yang harus dilakukan dalam proses merencanakan, menetapkan, mengoperasikan, memantau, mengkaji, memelihara dan mengembangkan Management System yang telah didokumentasikan untuk mempersiapakan organisasi dalam menghadapi bencana, menanggapinya serta melakukan Recovery ketika bencana itu terjadi. Tahapantahapan yang dilakukan mulai dari, risk assessment, business impact analysis, Recovery strategy, dan plan development. Hasil yang didapat dari tahapan-tahapan yang sudah dikerjakan yaitu, fakta-fakta dilapangan yang menjadi dasar/acuan diterapkannya Disaster Recovery Plan. Setelah menganalisis kondisi dilapangan maka dapat disimpulkan sebuah Disaster Recovery Procedure yang berisi langkahlangkah strategis untuk menanggulangi bencana. Serta Plan development yang berisi catatan penting, yang bertujuan melakukan pendokumentasian, yang dilakukan selama proses penanggulangan bencana. Kata Kunci : Bencana, Disaster Recovery plan, ISO 22301, prosedur penanggulangan bencana.
-
PERANCANGAN Disaster Recovery PLAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ISO 22301:2012 (Studi Kasus : Diskominfo Jawa Barat)
2019Co-Authors: Rendy Septiandy Karmana 123040130, Ds Dody Ferdiansyah, D Ferry S MulyantoAbstract:Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alamiah ataupun faktor nonalamiah. Dampak yang ditimbulkan oleh bencana beragam, mulai dari hilangnya resource, hilangnya ketersediaan layanan, kerusakan teknologi IT, dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk menangani bencana, karena tidak dipungkiri bencana akan menimbulkan keadaan genting, dan membutuhkan keputusan penting untuk penanggulangan bencana. Disaster Recovery Plan adalah suatu langkah startegis untuk memulihkan suatu sistem akibat dampak dari bencana baik itu bencana alamiah dan bencana non-alamiah serta merespon kejadian yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi secara bermakna (bencana). ISO 22301 merupakan sebuah Standar Internasional yang menetapkan prosedur yang harus dilakukan dalam proses merencanakan, menetapkan, mengoperasikan, memantau, mengkaji, memelihara dan mengembangkan Management System yang telah didokumentasikan untuk mempersiapakan organisasi dalam menghadapi bencana, menanggapinya serta melakukan Recovery ketika bencana itu terjadi. Tahapantahapan yang dilakukan mulai dari, risk assessment, business impact analysis, Recovery strategy, dan plan development. Hasil yang didapat dari tahapan-tahapan yang sudah dikerjakan yaitu, fakta-fakta dilapangan yang menjadi dasar/acuan diterapkannya Disaster Recovery Plan. Setelah menganalisis kondisi dilapangan maka dapat disimpulkan sebuah Disaster Recovery Procedure yang berisi langkahlangkah strategis untuk menanggulangi bencana. Serta Plan development yang berisi catatan penting, yang bertujuan melakukan pendokumentasian, yang dilakukan selama proses penanggulangan bencana. Kata Kunci : Bencana, Disaster Recovery plan, ISO 22301, prosedur penanggulangan bencana
Ds Dody Ferdiansyah - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
perancangan Disaster Recovery plan menggunakan pendekatan iso 22301 2012 studi kasus diskominfo jawa barat
2019Co-Authors: Rendy Septiandy Karmana, Ds Dody Ferdiansyah, D Ferry S MulyantoAbstract:Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alamiah ataupun faktor nonalamiah. Dampak yang ditimbulkan oleh bencana beragam, mulai dari hilangnya resource, hilangnya ketersediaan layanan, kerusakan teknologi IT, dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk menangani bencana, karena tidak dipungkiri bencana akan menimbulkan keadaan genting, dan membutuhkan keputusan penting untuk penanggulangan bencana. Disaster Recovery Plan adalah suatu langkah startegis untuk memulihkan suatu sistem akibat dampak dari bencana baik itu bencana alamiah dan bencana non-alamiah serta merespon kejadian yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi secara bermakna (bencana). ISO 22301 merupakan sebuah Standar Internasional yang menetapkan prosedur yang harus dilakukan dalam proses merencanakan, menetapkan, mengoperasikan, memantau, mengkaji, memelihara dan mengembangkan Management System yang telah didokumentasikan untuk mempersiapakan organisasi dalam menghadapi bencana, menanggapinya serta melakukan Recovery ketika bencana itu terjadi. Tahapantahapan yang dilakukan mulai dari, risk assessment, business impact analysis, Recovery strategy, dan plan development. Hasil yang didapat dari tahapan-tahapan yang sudah dikerjakan yaitu, fakta-fakta dilapangan yang menjadi dasar/acuan diterapkannya Disaster Recovery Plan. Setelah menganalisis kondisi dilapangan maka dapat disimpulkan sebuah Disaster Recovery Procedure yang berisi langkahlangkah strategis untuk menanggulangi bencana. Serta Plan development yang berisi catatan penting, yang bertujuan melakukan pendokumentasian, yang dilakukan selama proses penanggulangan bencana. Kata Kunci : Bencana, Disaster Recovery plan, ISO 22301, prosedur penanggulangan bencana.
-
PERANCANGAN Disaster Recovery PLAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ISO 22301:2012 (Studi Kasus : Diskominfo Jawa Barat)
2019Co-Authors: Rendy Septiandy Karmana 123040130, Ds Dody Ferdiansyah, D Ferry S MulyantoAbstract:Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alamiah ataupun faktor nonalamiah. Dampak yang ditimbulkan oleh bencana beragam, mulai dari hilangnya resource, hilangnya ketersediaan layanan, kerusakan teknologi IT, dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk menangani bencana, karena tidak dipungkiri bencana akan menimbulkan keadaan genting, dan membutuhkan keputusan penting untuk penanggulangan bencana. Disaster Recovery Plan adalah suatu langkah startegis untuk memulihkan suatu sistem akibat dampak dari bencana baik itu bencana alamiah dan bencana non-alamiah serta merespon kejadian yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi secara bermakna (bencana). ISO 22301 merupakan sebuah Standar Internasional yang menetapkan prosedur yang harus dilakukan dalam proses merencanakan, menetapkan, mengoperasikan, memantau, mengkaji, memelihara dan mengembangkan Management System yang telah didokumentasikan untuk mempersiapakan organisasi dalam menghadapi bencana, menanggapinya serta melakukan Recovery ketika bencana itu terjadi. Tahapantahapan yang dilakukan mulai dari, risk assessment, business impact analysis, Recovery strategy, dan plan development. Hasil yang didapat dari tahapan-tahapan yang sudah dikerjakan yaitu, fakta-fakta dilapangan yang menjadi dasar/acuan diterapkannya Disaster Recovery Plan. Setelah menganalisis kondisi dilapangan maka dapat disimpulkan sebuah Disaster Recovery Procedure yang berisi langkahlangkah strategis untuk menanggulangi bencana. Serta Plan development yang berisi catatan penting, yang bertujuan melakukan pendokumentasian, yang dilakukan selama proses penanggulangan bencana. Kata Kunci : Bencana, Disaster Recovery plan, ISO 22301, prosedur penanggulangan bencana
Rendy Septiandy Karmana - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
perancangan Disaster Recovery plan menggunakan pendekatan iso 22301 2012 studi kasus diskominfo jawa barat
2019Co-Authors: Rendy Septiandy Karmana, Ds Dody Ferdiansyah, D Ferry S MulyantoAbstract:Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alamiah ataupun faktor nonalamiah. Dampak yang ditimbulkan oleh bencana beragam, mulai dari hilangnya resource, hilangnya ketersediaan layanan, kerusakan teknologi IT, dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk menangani bencana, karena tidak dipungkiri bencana akan menimbulkan keadaan genting, dan membutuhkan keputusan penting untuk penanggulangan bencana. Disaster Recovery Plan adalah suatu langkah startegis untuk memulihkan suatu sistem akibat dampak dari bencana baik itu bencana alamiah dan bencana non-alamiah serta merespon kejadian yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi secara bermakna (bencana). ISO 22301 merupakan sebuah Standar Internasional yang menetapkan prosedur yang harus dilakukan dalam proses merencanakan, menetapkan, mengoperasikan, memantau, mengkaji, memelihara dan mengembangkan Management System yang telah didokumentasikan untuk mempersiapakan organisasi dalam menghadapi bencana, menanggapinya serta melakukan Recovery ketika bencana itu terjadi. Tahapantahapan yang dilakukan mulai dari, risk assessment, business impact analysis, Recovery strategy, dan plan development. Hasil yang didapat dari tahapan-tahapan yang sudah dikerjakan yaitu, fakta-fakta dilapangan yang menjadi dasar/acuan diterapkannya Disaster Recovery Plan. Setelah menganalisis kondisi dilapangan maka dapat disimpulkan sebuah Disaster Recovery Procedure yang berisi langkahlangkah strategis untuk menanggulangi bencana. Serta Plan development yang berisi catatan penting, yang bertujuan melakukan pendokumentasian, yang dilakukan selama proses penanggulangan bencana. Kata Kunci : Bencana, Disaster Recovery plan, ISO 22301, prosedur penanggulangan bencana.
Rendy Septiandy Karmana 123040130 - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PERANCANGAN Disaster Recovery PLAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ISO 22301:2012 (Studi Kasus : Diskominfo Jawa Barat)
2019Co-Authors: Rendy Septiandy Karmana 123040130, Ds Dody Ferdiansyah, D Ferry S MulyantoAbstract:Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alamiah ataupun faktor nonalamiah. Dampak yang ditimbulkan oleh bencana beragam, mulai dari hilangnya resource, hilangnya ketersediaan layanan, kerusakan teknologi IT, dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk menangani bencana, karena tidak dipungkiri bencana akan menimbulkan keadaan genting, dan membutuhkan keputusan penting untuk penanggulangan bencana. Disaster Recovery Plan adalah suatu langkah startegis untuk memulihkan suatu sistem akibat dampak dari bencana baik itu bencana alamiah dan bencana non-alamiah serta merespon kejadian yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi secara bermakna (bencana). ISO 22301 merupakan sebuah Standar Internasional yang menetapkan prosedur yang harus dilakukan dalam proses merencanakan, menetapkan, mengoperasikan, memantau, mengkaji, memelihara dan mengembangkan Management System yang telah didokumentasikan untuk mempersiapakan organisasi dalam menghadapi bencana, menanggapinya serta melakukan Recovery ketika bencana itu terjadi. Tahapantahapan yang dilakukan mulai dari, risk assessment, business impact analysis, Recovery strategy, dan plan development. Hasil yang didapat dari tahapan-tahapan yang sudah dikerjakan yaitu, fakta-fakta dilapangan yang menjadi dasar/acuan diterapkannya Disaster Recovery Plan. Setelah menganalisis kondisi dilapangan maka dapat disimpulkan sebuah Disaster Recovery Procedure yang berisi langkahlangkah strategis untuk menanggulangi bencana. Serta Plan development yang berisi catatan penting, yang bertujuan melakukan pendokumentasian, yang dilakukan selama proses penanggulangan bencana. Kata Kunci : Bencana, Disaster Recovery plan, ISO 22301, prosedur penanggulangan bencana
D Rita S Rijayanti - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
perancangan Disaster Recovery plan di fakultas teknik universitas pasundan menggunakan pendekatan iso 22301 2012
2017Co-Authors: Reza Aditya Mukit, D Iwan S Kurniawan, D Rita S RijayantiAbstract:Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alamiah ataupun faktor nonalamiah. Dampak yang ditimbulkan oleh bencana beragam, mulai dari hilangnya resource, hilangnya ketersediaan layanan, kerusakan teknologi IT, dan lain-lain. Maka dari itu diperlukan langkah-langkah strategis untuk menangani bencana, karena tidak dipungkiri bencana akan menimbulkan keadaan genting, dan membutuhkan keputusan penting untuk penanggulangan bencana. Disaster Recovery Plan adalah suatu langkah startegis untuk memulihkan suatu sistem akibat dampak dari bencana baik itu bencana alamiah dan bencana non-alamiah serta merespon kejadian yang mengakibatkan hilangnya sumber daya sistem informasi secara bermakna (bencana). ISO 22301 merupakan sebuah Standar Internasional yang menetapkan prosedur yang harus dilakukan dalam proses merencanakan, menetapkan, mengoperasikan, memantau, mengkaji, memelihara dan mengembangkan Management System yang telah didokumentasikan untuk mempersiapakan organisasi dalam menghadapi bencana, menanggapinya serta melakukan Recovery ketika bencana itu terjadi. Tahapantahapan yang dilakukan mulai dari, risk assessment, business impact analysis, Recovery strategy, dan plan development. Hasil yang didapat dari tahapan-tahapan yang sudah dikerjakan yaitu, fakta-fakta dilapangan yang menjadi dasar/acuan diterapkannya Disaster Recovery Plan. Setelah menganalisis kondisi dilapangan maka dapat disimpulkan sebuah Disaster Recovery Procedure yang berisi langkahlangkah strategis untuk menanggulangi bencana. Serta Plan development yang berisi catatan penting, yang bertujuan melakukan pendokumentasian, yang dilakukan selama proses penanggulangan bencana. Kata Kunci : Bencana, Disaster Recovery plan, ISO 22301, prosedur penanggulangan bencana