The Experts below are selected from a list of 3660 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Andry Wijayanto - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
perbandingan viskositas titik nyala dan titik beku biodiesel dari rumput laut Eucheuma denticulatum minyak ikan lemuru sardinellla longiceps dan biodiesel komersil the comparison of viscosity flash point and freeze point biodiesel of seagrass eucheum
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 2019Co-Authors: Boedi Setya Rahardja, Woro Hastuti Satyantini, Andry WijayantoAbstract:Abstract Necessity of fuel are increasing rapidly nowadays. But oil is an irreversible product, so it is required to look for other alternative fuels, especially from renewable materials. Currently being developed technology that uses biodiesel as renewable alternative fuel. The aim of this research to determine whether oil and seaweed Eucheuma denticulatum and Lemuru fish oil can be used as materials for biodiesel. This research was conducted by observing and comparing the flash point, freeze point, and viscosity of each treatments. The Method in this research is experimental method and supported by panelist. There were 9 treatments in this study, there are P0 (Biodiesel commercial), P1 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 100 %), P2 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 75% + Biodiesel commercial 25%), P3 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 50% + Biodiesel commercial 50%), P4 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 25% + Biodiesel commercial 75%), P5 (Biodiesel Sardinella oil 100 %), P6 (Biodiesel Sardinella oil 75% + Biodiesel commercial 25%), P7 (Biodiesel Sardinella oil 50% + Biodiesel commercial 50%), and P8 (Biodiesel Sardinella oil 25% + Biodiesel commercial 75%). Each treatments was repeated 3 times. The main parameter observed was flash point, freeze point, and viscosity in every treatment. The data analysis used was non-parametric test with Friedman test and continued with Wilcoxon test. The results of this study indicate that the best of the nine treatments is P8 which is a mixture of lemuru fish oil biodiesel 25% and 75% biodieesel with the specifications freezing point -3oC, viscosity of 4.02 mm2 / s, and the flash point of 47.9oC.
-
the comparison of viscosity flash point and freeze point biodiesel of seagrass Eucheuma denticulatum sardinella oil sardinellla longiceps and commercial biodiesel
Jurnal Ilmiah Perikanan & Kelautan, 2015Co-Authors: Andry Wijayanto, Boedi Setya Rahardja, Woro Hastuti SatyantiniAbstract:Necessity of fuel are increasing rapidly nowadays. But oil is an irreversible product, so it is required to look for other alternative fuels, especially from renewable materials. Currently being developed technology that uses biodiesel as renewable alternative fuel. The aim of this research to determine whether oil and seaweed Eucheuma denticulatum and Lemuru fish oil can be used as materials for biodiesel. This research was conducted by observing and comparing the flash point, freeze point, and viscosity of each treatments. The Method in this research is experimental method and supported by panelist. There were 9 treatments in this study, there are P0 (Biodiesel commercial), P1 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 100 %), P2 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 75% + Biodiesel commercial 25%), P3 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 50% + Biodiesel commercial 50%), P4 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 25% + Biodiesel commercial 75%), P5 (Biodiesel Sardinella oil 100 %), P6 (Biodiesel Sardinella oil 75% + Biodiesel commercial 25%), P7 (Biodiesel Sardinella oil 50% + Biodiesel commercial 50%), and P8 (Biodiesel Sardinella oil 25% + Biodiesel commercial 75%). Each treatments was repeated 3 times. The main parameter observed was flash point, freeze point, and viscosity in every treatment. The data analysis used was non-parametric test with Friedman test and continued with Wilcoxon test. The results of this study indicate that the best of the nine treatments is P8 which is a mixture of lemuru fish oil biodiesel 25% and 75% biodiesel with the specifications freezing point -3oC, viscosity of 4.02 mm2 / s, and the flash point of 47.9oC.
-
perbandingan viskositas titik nyala dan titik beku biodiesel dari rumput laut Eucheuma denticulatum minyak ikan lemuru sardinellla longiceps dan biodiesel komersil
2014Co-Authors: Andry WijayantoAbstract:Kebutuhan bahan bakar minyak saat ini semakin lama semakin meningkat, sehingga perlu dicari alternatif bahan bakar lain terutama dari bahan yang terbarukan. Saat ini sedang dikembangkan teknologi yang menggunakan bahan bakar alternatif terbarukan yaitu biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak rumput laut Eucheuma denticulatum dan minyak ikan lemuru dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan biodiesel. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati dan membandingkan titik nyala, titik beku dan viskositas masing-masing jenis biodiesel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini ada 9, yaitu P0 (Biodiesel komersil), P1 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 100 %), P2 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 75% + Biodiesel komersil 25%), P3 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 50% + Biodiesel komersil 50%), P4 (Biodiesel Eucheuma denticulatum 25% + Biodiesel komersil 75%), P5 (Biodiesel minyak ikan lemuru 100 %), P6 (Biodiesel minyak ikan lemuru 75% + Biodiesel komersil 25%), P7 (Biodiesel minyak ikan lemuru 50% + Biodiesel komersil 50%), dan P8 (Biodiesel minyak ikan lemuru 25% + Biodiesel komersil 75%). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Parameter utama yang diamati adalah titik nyala, titik beku dan viskositas dari masing-masing perlakuan. Analisis data yang digunakan adalah uji nonparametrik dengan uji Friedman yang kemudian dilanjut dengan uji wilcoxon. Hasil yang diperoleh penelitian ini menunjukkan bahwa hasil yang terbaik dari sembilan perlakuan adalah P8 yaitu biodiesel campuran minyak ikan lemuru 25% dengan Biodiesel komersil 75% memiliki spesifikasi titik beku -3oC, viskositas 4,02 mm2/s, titik nyala 47,9 oC.
Ginanja Pratama - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
kandungan senyawa penangkal sinar ultra violet dari ekstrak rumput laut Eucheuma cottonii dan turbinaria conoides
Inflammatory Bowel Diseases, 2017Co-Authors: Rini Yanuarti, Nurjanah Nurjanah, Effionora Anwa, Ginanja PratamaAbstract:Rumput laut memiliki beberapa aplikasi ekonomi dalam berbagai jenis industri, salah satunya untuk industri kosmetik. Salah satu kosmetik yang banyak digunakan yaitu krim tabir surya. Efektivitas dari krim tabir surya biasanya dinyatakan dengan nilai SPF ( sun protection factor) . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa aktif dan nilai SPF pada ekstrak rumput laut Turbinaria conoides dan Eucheuma cottonii yang dapat digunakan sebagai bahan aktif pada sediaan krim tabir surya. Hasil pengujian menunjukkan rumput laut Turbinaria conoides mengandung golongan senyawa fenol hidrokuinon, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan saponin. Rumput laut Eucheuma cottonii hanya ditemukan senyawa alkaloid. Nilai SPF tertinggi pada rumput laut Turbinaria conoides terdapat pada ekstrak metanol (SPF 16.7), sedangkan untuk rumput laut Eucheuma cottonii terdapat pada ekstrak etil asetat (SPF 8.8). Hasil tersebut memperlihatkan bahwa ekstrak dari rumput laut Turbinaria conoides dan Eucheuma cottonii memiliki potensi yang baik jika digunakan sebagai bahan aktif pada sediaan krim tabir surya.
Rini Yanuarti - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
kandungan senyawa penangkal sinar ultra violet dari ekstrak rumput laut Eucheuma cottonii dan turbinaria conoides
Inflammatory Bowel Diseases, 2017Co-Authors: Rini Yanuarti, Nurjanah Nurjanah, Effionora Anwa, Ginanja PratamaAbstract:Rumput laut memiliki beberapa aplikasi ekonomi dalam berbagai jenis industri, salah satunya untuk industri kosmetik. Salah satu kosmetik yang banyak digunakan yaitu krim tabir surya. Efektivitas dari krim tabir surya biasanya dinyatakan dengan nilai SPF ( sun protection factor) . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa aktif dan nilai SPF pada ekstrak rumput laut Turbinaria conoides dan Eucheuma cottonii yang dapat digunakan sebagai bahan aktif pada sediaan krim tabir surya. Hasil pengujian menunjukkan rumput laut Turbinaria conoides mengandung golongan senyawa fenol hidrokuinon, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan saponin. Rumput laut Eucheuma cottonii hanya ditemukan senyawa alkaloid. Nilai SPF tertinggi pada rumput laut Turbinaria conoides terdapat pada ekstrak metanol (SPF 16.7), sedangkan untuk rumput laut Eucheuma cottonii terdapat pada ekstrak etil asetat (SPF 8.8). Hasil tersebut memperlihatkan bahwa ekstrak dari rumput laut Turbinaria conoides dan Eucheuma cottonii memiliki potensi yang baik jika digunakan sebagai bahan aktif pada sediaan krim tabir surya.
-
profile of phenolic and antioxidants activity from seaweed extract turbinaria conoides and Eucheuma cottonii
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 2017Co-Authors: Rini Yanuarti, Effionora Anwa, Null Nurjanah, Taufik HidayaAbstract:Seaweed extract has ability to reduce some effects of free radicals because of phenolic compound. The purpose of this study was to determine total phenolic content, total flavonoids and antioxidant activity of seaweed extract from Turbinaria conoides and Eucheuma cottonii with different solvents. The extraction was carried out by n-hexane (non-polar) solvent, ethyl acetate (semi-polar) and methanol (polar). The results showed that the highest total phenol and flavonoids were found in extract of Turbinaria conoides with ethyl acetate 211.00 mg GAE/g and 157.16 mg QE/g. Seaweed Eucheuma cottonii extract using methanol solvent had a higher phenol content 141.00 mg GAE/g, whereas the highest flavonoid content found in ethyl acetate solvent (35.1771 mg QE/g). The very strong antioxidant activity (< 50 μg/mL) was found in Turbinaria conoides and Eucheuma cottonii which extracted by methanol solvent (15.148 μg/mL and 23.154 μg/mL). Seaweed Turbinaria conoides and Eucheuma cottonii had a great potential as natural antioxidant.
Sunarpi Sunarpi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Diversifikasi Pengembangan Tanaman Tumpangsari dengan Budidaya Rumput Laut untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Teluk Ekas Lombok Timur
'Universitas Mataram', 2020Co-Authors: Prasedya, Eka S., Jupri Ahmad, Sunarwidhi, Anggit L., Ilhami, Bq T. Khairina, Abidin, Angga S., Widyastuti Sri, Sunarpi SunarpiAbstract:Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum, merupakan rumput laut bernilai ekonomi timggi, yang disebabkan oleh kandungan karaginannya, senyawa hidrokoloid yang merupakan bahan baku industri pangan dan farmasi. Meskipun demikian, budidaya rumput laut tersebut belum dapat meningkatkan pendapatan pembudidaya rumput laut di Teluk Ekas Lombok Timur. Hal ini disebabkan karena rumput laut dipanen pada umur sekitar 30 hari, yang menyebabkan rendemen, kadar karaginan dan harga jual per kilogram kering rendah yang pada akhirnya pendapatan pembudidaya rumput laut menjadi rendah. Karena itu, perlu adanya diversifikasi usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Teluk Ekas. Artikel ini melaporkan pelatihan diversifikasi tanaman tumpangsari dengan budidaya Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum di Teluk Ekas Lombok Timur. Pembudidaya rumput laut diajarkan menanam tanaman tumpangsari cabe, jagung manis dan bayam, yang umurnya panjang (satu tahun), menengah (2 bulan) dan pendek (2 minggu). Kegiatan ini, dapat menambah penghasilan pembudidaya dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rumput lautnya dipanen pada umur minimal 45 hari, mutunya bagus dan harga jualnya mencapai 20.000 rupiah per kilogram kering. Dengan demikian, akhirnya kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya rumput di Teluk Ekas Lombok Timur.per kilogram berat kering menjadi 22.000 rupiah per kilogram berat kering. Kata Kunci: Diversifikasi; tanaman tumpangsari; Eucheuma cottonii; Eucheuma striatum; pendapatan masyarakat
-
Pelatihan yang Dibarengi dengan Demontrasi Teknik Budidaya Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum dengan Sistim Rakit Apung untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Rumput Laut di Teluk Ekas Lombok Timur
'Universitas Mataram', 2020Co-Authors: Sunarpi Sunarpi, Prasedya, Eka S., Jupri Ahmad, Sunarwidhi, Anggit L., Ilhami, Bq T. Khairina, Widyastuti SriAbstract:Rumput laut yang secara ilmiah dikenal dengan nama makroalga, merupakan komoditi ekspor bernilai ekonomi tinggi, karena mengandung senyawa hidrokoloid seperti karaginan, agar dan alginat, yang merupakan bahan baku industri pangan dan farmasi. Karena itu, mutu rumput laut ditentukan oleh kualitas senyawa hidrokoloid yang dihasilkan. Mutu Eucheuma cottonii NTB rendah karena kadar karaginan dan kekerasan gel yang rendah, disamping kadar kotoran di atas 2%. Artikel ini melaporkan penyuluhan dibarengi dengan demonstrasi teknik budidaya Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum kepada pembudidaya rumput laut di Teluk Ekas bertujuan untuk meningkatkan mutu rumput laut E. cottonii dan E. striatum untuk dapat memenuhi standar mutu ekspor. Pengabdian dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan demontransi teknik budidaya dengan metode rakit selama satu musim tanam (45 hari), awal mei-pertengahan juni tahun 2020. Selama periode tersebut, didemonstrasikan laju pertumbuhan, berat rendemen dan kadar kotoran rumput laut yang dihasilkan. Penyuluhan yang dibarengi dengan praktek langsung tersebut dapat dicontoh oleh pembudidaya rumput laut pada musim tanam berikutnya untuk dapat mencapai standar mutu ekspor rumput Eucheuma yang dihasilkan. Dengan demikian, penyuluhan ini dapat mendorong peningkatan harga jual rumput kering pada tingkat pembudidaya dari sekitar 14.000 rupiah per kilogram berat kering menjadi 22.000 rupiah per kilogram berat kering. Kata Kunci: Teknik budidaya; rumput laut; rendemen; Teluk Eka
Widyastuti Sri - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Diversifikasi Pengembangan Tanaman Tumpangsari dengan Budidaya Rumput Laut untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Teluk Ekas Lombok Timur
'Universitas Mataram', 2020Co-Authors: Prasedya, Eka S., Jupri Ahmad, Sunarwidhi, Anggit L., Ilhami, Bq T. Khairina, Abidin, Angga S., Widyastuti Sri, Sunarpi SunarpiAbstract:Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum, merupakan rumput laut bernilai ekonomi timggi, yang disebabkan oleh kandungan karaginannya, senyawa hidrokoloid yang merupakan bahan baku industri pangan dan farmasi. Meskipun demikian, budidaya rumput laut tersebut belum dapat meningkatkan pendapatan pembudidaya rumput laut di Teluk Ekas Lombok Timur. Hal ini disebabkan karena rumput laut dipanen pada umur sekitar 30 hari, yang menyebabkan rendemen, kadar karaginan dan harga jual per kilogram kering rendah yang pada akhirnya pendapatan pembudidaya rumput laut menjadi rendah. Karena itu, perlu adanya diversifikasi usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Teluk Ekas. Artikel ini melaporkan pelatihan diversifikasi tanaman tumpangsari dengan budidaya Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum di Teluk Ekas Lombok Timur. Pembudidaya rumput laut diajarkan menanam tanaman tumpangsari cabe, jagung manis dan bayam, yang umurnya panjang (satu tahun), menengah (2 bulan) dan pendek (2 minggu). Kegiatan ini, dapat menambah penghasilan pembudidaya dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta rumput lautnya dipanen pada umur minimal 45 hari, mutunya bagus dan harga jualnya mencapai 20.000 rupiah per kilogram kering. Dengan demikian, akhirnya kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya rumput di Teluk Ekas Lombok Timur.per kilogram berat kering menjadi 22.000 rupiah per kilogram berat kering. Kata Kunci: Diversifikasi; tanaman tumpangsari; Eucheuma cottonii; Eucheuma striatum; pendapatan masyarakat
-
Pelatihan yang Dibarengi dengan Demontrasi Teknik Budidaya Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum dengan Sistim Rakit Apung untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Rumput Laut di Teluk Ekas Lombok Timur
'Universitas Mataram', 2020Co-Authors: Sunarpi Sunarpi, Prasedya, Eka S., Jupri Ahmad, Sunarwidhi, Anggit L., Ilhami, Bq T. Khairina, Widyastuti SriAbstract:Rumput laut yang secara ilmiah dikenal dengan nama makroalga, merupakan komoditi ekspor bernilai ekonomi tinggi, karena mengandung senyawa hidrokoloid seperti karaginan, agar dan alginat, yang merupakan bahan baku industri pangan dan farmasi. Karena itu, mutu rumput laut ditentukan oleh kualitas senyawa hidrokoloid yang dihasilkan. Mutu Eucheuma cottonii NTB rendah karena kadar karaginan dan kekerasan gel yang rendah, disamping kadar kotoran di atas 2%. Artikel ini melaporkan penyuluhan dibarengi dengan demonstrasi teknik budidaya Eucheuma cottonii dan Eucheuma striatum kepada pembudidaya rumput laut di Teluk Ekas bertujuan untuk meningkatkan mutu rumput laut E. cottonii dan E. striatum untuk dapat memenuhi standar mutu ekspor. Pengabdian dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan demontransi teknik budidaya dengan metode rakit selama satu musim tanam (45 hari), awal mei-pertengahan juni tahun 2020. Selama periode tersebut, didemonstrasikan laju pertumbuhan, berat rendemen dan kadar kotoran rumput laut yang dihasilkan. Penyuluhan yang dibarengi dengan praktek langsung tersebut dapat dicontoh oleh pembudidaya rumput laut pada musim tanam berikutnya untuk dapat mencapai standar mutu ekspor rumput Eucheuma yang dihasilkan. Dengan demikian, penyuluhan ini dapat mendorong peningkatan harga jual rumput kering pada tingkat pembudidaya dari sekitar 14.000 rupiah per kilogram berat kering menjadi 22.000 rupiah per kilogram berat kering. Kata Kunci: Teknik budidaya; rumput laut; rendemen; Teluk Eka