The Experts below are selected from a list of 18429 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

Muhammad Ikram - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • PRARANCANGAN PABRIK MINYAK GORENG DARI CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 300.000 TON/TAHUN PRARANCANGAN PABRIK MINYAK GORENG DARI CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 300.000 TON/TAHUN PRARANCANGAN PABRIK MINYAK GORENG DARI CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 300.000 TON/TAHUN
    Fakultas Teknik, 2018
    Co-Authors: Muhammad Ikram
    Abstract:

    Salah satu kebutuhan penting yang diperlukan oleh masyarakat Indonesia adalah minyak goreng. Minyak goreng adalah minyak nabati yang telah dimurnikan, berfasa cair pada suhu kamar dan dapat digunakan sebagai bahan pangan. Minyak goreng merupakan bahan pokok yang penting bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kebutuhannya yang meningkat pada setiap tahun. Pabrik ini dirancang untuk menghasilkan minyak goreng dari crude palm oil (CPO) dengan kapasitas produksi 300.000 ton/tahun. Pabrik ini beroperasi secara kontinyu selama 330 hari per tahun. Proses pembuatan minyak goreng dilakukan melalui dua tahapan proses yaitu rafinasi dan fraksinasi. Proses rafinasi terdiri dari proses degumming, bleaching, netralisasi dan deodorisasi. Proses fraksinasi terdiri dari proses kristalisasi dan filtrasi. Pabrik direncanakan akan didirikan di Karang Baru, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dengan luas tanah 40.000 m2 serta memperkerjakan karyawan sebanyak 160 orang. Kebutuhan crude palm oil (CPO) sebanyak 52.649,16 kg/jam, H3PO4 sebanyak 26,32 kg/jam, bleaching earth sebanyak 1.053,51 kg/jam, NaOH sebanyak 320,90 kg/jam. Untuk memenuhi keperluan utilitas disediakan air proses sebanyak 2.580,58 kg/jam, listrik sebesar 2.808,42 kW, steam sebanyak 270.756,71 kg/jam, dan bahan bakar sebanyak 250,38 L/jam. Hasil analisis ekonomi diperoleh Fixed Capital Investment sebesar Rp. 614.248.181.378, working Capital Investment sebesar Rp. 106.737.873.299, total Capital Investment sebesar Rp. 720.986.054.677, total production cost sebesar Rp. 2.609.661.506.008, sales cost sebesar Rp. 2.890.000.000.000, pay out time selama 4 tahun 11 bulan, break event point sebesar 27,6 %, dan internal rate of return sebesar 21 %. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka prarancangan pabrik minyak goreng dari crude palm oil (CPO) dengan kapasitas produksi 300.000 ton per tahun ini layak dilanjutkan ke tahap rancangan.Banda Ace

Herman Herman - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • PRA RANCANGAN PABRIK ETIL KLORID DARI ETILEN DAN HIDROGEN KLORID KAPASITAS 45.000 TON/TAHUN
    2013
    Co-Authors: Muhammad, Catur S.w., Herman Herman
    Abstract:

    Pabrik Etil Klorid dari Etilen dan Hidrogen Klorid dengan kapasitas 45.000 ton/tahun direncanakan didirikan di Kota Cilegon, Banten dengan luas tanah 56160 m2. Pabrik direncanakan beroperasi secara kontinue selama 330 hari effektif dalam satu tahun. Pabrik dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas ini beroperasi secara kontinyu 24 jam per hari dengan jumlah tenaga kerja 222 orang. Proses pembuatan Etil Klorid dengan mereaksikan gas Etilen sebanyak 2768,2668 kg/jam dengan gas Hidrogen Klorid sebanyak 9923,7422 kg/jam dengan menggunakan katalis Zirconium Oxychloride (ZrOCl.8H2O). Bahan baku Etilen didapatkan dari PT Chandra Asri, Tbk dan gas Hidrogen Klorid dari PT Sulfindo Adiusaha. Reaksi ini berlangsung di dalam Reactor Fixed Bed Multitube dengan suhu 130-193 oC dan tekanan 7 atm. Reaksi ini berlangsung dengan konversi sebesar 90% terhadap Etilen. Reaksi berlangsung secara eksotermis sehingga digunakan media pendingin Dowtherm A. Campuran hasil reaksi didinginkan dan diembunkan menggunakan Condensor Partial pada suhu 193 oC dan tekanan 7 atm. Campuran uap dan cair dipisahkan menggunakan separator pada suhu 130 oC dan tekanan 6 atm. Hasil atas separator dikirim ke Unit Pengolahan Lanjut (UPL). Sedangkan hasil bawah separator berupa cairan didinginkan sampai kondisi cair jenuh dan diumpankan ke Menara Distilasi untuk dipisahkan kemurnian Etil Klorid sampai kemurnian 99 %. Utilitas yang diperlukan oleh pabrik Etil Klorid adalah air yang dibeli dari PT. Krakatau Tirta Industri Cilegon, sebanyak 21368 m3/jam. Steam dengan tekanan 5 atm dan suhu 168 oC sebanyak 10221,875 kg/jam diproduksi di dalam pabrik ini menggunakan boiler water tube. Daya listrik sebesar 200 kW disuplai dari PLN dengan cadangan 1 buah generator berkekuatan 250 Hp. Udara tekan diproduksi oleh pabrik ini sesuai kebutuhan sebanyak 45 m3 / jam. Dari hasil evaluasi secara ekonomi bahwa pabrik memerlukan Fixed Capital Investment sebesar US$ 51.473.132 dan Working Capital sebesar US$ 12.091.828_ Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 1,8 tahun dan sesudah pajak adalah 3,1 tahun. Return on Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 44,49 % dan setelah pajak sebesar 22,24%, Break Even Point (BEP) sebesar 40,37 %, Shut Down Point (SDP) sebesar 22,96 %, dan Discounted Cash Flow Rate (DCFR) sebesar 40,4 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pra rancangan pabrik etilen diklorida ini menarik untuk dipertimbangkan

  • PRA RANCANGAN PABRIK ETIL KLORID DARI ETILEN DAN HIDROGEN KLORID KAPASITAS 45.000 TON/TAHUN
    2013
    Co-Authors: Muhammad, Catur S.w., Herman Herman
    Abstract:

    Pabrik Etil Klorid dari Etilen dan Hidrogen Klorid dengan kapasitas 45.000 ton/tahun direncanakan didirikan di Kota Cilegon, Banten dengan luas tanah 56160 m 2. Pabrik direncanakan beroperasi secara kontinue selama 330 hari effektif dalam satu tahun. Pabrik dengan bentuk badan usaha Perseroan Terbatas ini beroperasi secara kontinyu 24 jam per hari dengan jumlah tenaga kerja 222 orang. Proses pembuatan Etil Klorid dengan mereaksikan gas Etilen sebanyak 2768,2668 kg/jam dengan gas Hidrogen Klorid sebanyak 9923,7422 kg/jam dengan menggunakan katalis Zirconium Oxychloride (ZrOCl.8H2O). Bahan baku Etilen didapatkan dari PT Chandra Asri, Tbk dan gas Hidrogen Klorid dari PT Sulfindo Adiusaha. Reaksi ini berlangsung di dalam Reactor Fixed Bed Multitube dengan suhu 130-193 oC dan tekanan 7 atm. Reaksi ini berlangsung dengan konversi sebesar 90% terhadap Etilen. Reaksi berlangsung secara eksotermis sehingga digunakan media pendingin Dowtherm A. Campuran hasil reaksi didinginkan dan diembunkan menggunakan Condensor Partial pada suhu 193 oC dan tekanan 7 atm. Campuran uap dan cair dipisahkan menggunakan separator pada suhu 130 oC dan tekanan 6 atm. Hasil atas separator dikirim ke Unit Pengolahan Lanjut (UPL). Sedangkan hasil bawah separator berupa cairan didinginkan sampai kondisi cair jenuh dan diumpankan ke Menara Distilasi untuk dipisahkan kemurnian Etil Klorid sampai kemurnian 99 %. Utilitas yang diperlukan oleh pabrik Etil Klorid adalah air yang dibeli dari PT. Krakatau Tirta Industri Cilegon, sebanyak 21368 m 3/jam. Steam dengan tekanan 5 atm dan suhu 168 oC sebanyak 10221,875 kg/jam diproduksi di dalam pabrik ini menggunakan boiler water tube. Daya listrik sebesar 200 kW disuplai dari PLN dengan cadangan 1 buah generator berkekuatan 250 Hp. Udara tekan diproduksi oleh pabrik ini sesuai kebutuhan sebanyak 45 m3 / jam. Dari hasil evaluasi secara ekonomi bahwa pabrik memerlukan Fixed Capital Investment sebesar US$ 51.473.132 dan Working Capital sebesar US$ 12.091.828_ Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 1,8 tahun dan sesudah pajak adalah 3,1 tahun. Return on Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 44,49 % dan setelah pajak sebesar 22,24%, Break Even Point (BEP) sebesar 40,37 %, Shut Down Point (SDP) sebesar 22,96 %, dan Discounted Cash Flow Rate (DCFR) sebesar 40,4 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pra rancangan pabrik etilen diklorida ini menarik untuk dipertimbangkan

Kuswandi Kuswandi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Pra Desain Pabrik Minyak Kayu Putih dari Daun Kayu Putih
    'Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS', 2021
    Co-Authors: Mumtazy, Muhammad Ridlo, Amelia, Sekar Tri Wulan, Wiguno Annas, Kuswandi Kuswandi
    Abstract:

    Defisit produksi minyak kayu putih Indonesia selama ini dicukupi dengan melakukan impor dari negara lain dimana seharusnya Indonesia mampu memproduksi sendiri dengan potensi kekayaan alam yang dimilikinya. Diperkirakan pada tahun 2019 Indonesia memiliki permintaan minyak kayu putih sebesar 4500 ton dan harus melakukan impor sebesar 2000 ton. Dilatarbelakangi hal tersebut, dibuat rancangan pra desain pabrik minyak kayu putih dengan kapasitas produksi sebesar 150 ton/tahun. Menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang meninjau ketersediaan bahan baku, pemasaran, sumber energi listrik dan air, sumber tenaga kerja, aksesabilitas dan fasilitas transportasi, hukum dan peraturan, iklim dan topografi, dipilih Kutawaru, Cilacap, Jawa Tengah sebagai lokasi pendirian pabrik. Bahan baku yang digunakan pada pabrik minyak kayu putih adalah daun kayu putih. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), spesifikasi produk minyak kayu putih yang dihasilkan diharapkan memiliki kandungan 1,8-cineole sebesar 50-60%. Proses produksi minyak kayu putih meliputi proses steam distillation, condensation, decantation, dan vacuum distillation. Dibuat sistem utilitas steam generation untuk memenuhi kebutuhan steam pada proses berupa superheated steam. Steam dihasilkan 4 dari Boiler Feed Water (BFW) dengan bahan bakar berupa briket yang berasal dari limbah daun dari proses steam distilation. Analisis ekonomi dibuat dengan asumsi pemenuhan modal yang terdiri dari 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman, laju inflasi 3% per tahun, masa konstruksi dua tahun. Diperoleh hasil perhitungan Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp 69.473.773.953, Working Capital Investment (WCI) Rp 46.046.229.261; Fixed Capital Investment (FCI) Rp 23.427.544.692; Total Production Cost (TPC) Rp 92.582.033.198; Internal Rate of Return (IRR) 32,2%; Pay Out Time (POT) 4,68 tahun; dan Break Even Point (BEP) 67,84%

Sutanto, Kevin Nataniel - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Pra Desain Pabrik Minyak Kayu Putih Dari Daun Kayu Putih
    2021
    Co-Authors: Antou, Gladys Elvina, Sutanto, Kevin Nataniel
    Abstract:

    Kebutuhan minyak kayu putih di Indonesia sangatlah besar, hal ini dapat dilihat dari data konsumsi minyak kayu putih di Indonesia. Kebutuhan tersebut sebagian besar dipenuhi dengan impor dari negara lain. Indonesia merupakan negara yang potensi kekayaan alam yang banyak seharusnya dapat memproduksi minyak kayu putih sendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang sangat besar. Pada tahun 2019 Indonesia memiliki permintaan minyak kayu putih sebanyak 4500-ton dan dicukupi dengan impor sebesar 2000 ton. Maka dari itu, melihat permintaan minyak kayu putih yang sangat besar dan belum dapat dicukupi dari produksi dalam negeri, dibuat rancangan pra desain pabrik minyak kayu putih dengan kapasitas produksi sebesari 60 ton/tahun. Melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan meninjau ketersediaan bahan baku, pemasaran, sumber energi listrik dan air, sumber tenaga kerja, aksesabilitas dan fasilitas transportasi, hukum dan peraturan, iklim dan topografi, lokasi untuk mendirikan pabrik terpilih yaitu berada di Kutawaru, Cilacap, Jawa Tengah. Raw material yang digunakan pada produksi minyak kayu putih yaitu daun kayu putih. Spesifikasi minyak kayu putih berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) harus memiliki kandungan 1,8-Cineole sebesar 50-65%. Produksi minyak kayu putih meliputi beberapa proses diantaranya, proses steam distillation, condensation, decantation, dan, vacuum distillation. Pada proses produksi membutuhkan steam yang dihasilkan melalui sistem utilitas steam generation dari Boiler Feed Water (BFW) dengan menggunakan bahan bakar briket yang didapatkan melalui limbah daun kayu putih pada proses steam distillation. Steam dihasilkan dari boiler dengan bahan bakar briket yang didapat dari hasil pengolahan limbah daun kayu putih pada proses steam distillation. Analisa ekonomi dilakukan dengan asumsi modal awal yaitu 60% modal sendiri dan 40% modal pinjaman, masa konstruksi 2 tahun, laju inflasi 3% per tahun, bunga bank 12% per tahun. Dari analisa ekonomi yang telah dilakukan hasil dari Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp. 10.301.986.230, Working Capital Investment (WCI) Rp. 1.545.297.934; Fixed Capital Investment (FCI) Rp. 8.756.688.295; Total Production Cost (TPC) Rp. 50.604.393.357; Internal Rate of Return (IRR) 31,79%; Pay Out Time (POT) 4,04 tahun; dan Break Even Point (BEP) 74,813. ====================================================================================================== The demand for eucalyptus oil in Indonesia is extremely huge. Most of the demand is fulfilled by imports from another foreign country. Indonesia is one of the countries with the biggest potential in natural diversity that supposed to be able to produce its own eucalyptus oil in order to follow the uprising demand in the country. In 2019, Indonesia reached a demand of 4500 tons of eucalyptus oil with 2000 tons of it comes from imports. With a lot of demand that has not being fulfilled yet inside the country, this plant design project of eucalyptus oil is made to help add the production of the oil up to 60 tons/year. Through the analytical hierarchy process (AHP) method and observing the raw material, marketing, energy and water source, source of labor, accessibility, transport facilities, law, climate and topography, the location selected for the plant is in Kurawarum Cilacap, Middle Region Java. The raw material that is used for the production of eucalyptus oil is eucalyptus leaves. Specification of the oil according to National Standard of Indonesia (SNI) requires it to have 50-65% of 1,8-Cineole. Production of eucalyptus oil includes several processes such as steam distillation, condensation, decantation, and vacuum distillation. In the production process, the steam that is needed will be produced through the utility system of steam generation by Boiler Feed Water (BFW), bricket is used to fuel the steam production process which is obtained from the waste of eucalyptus leaves in the steam distillation process. Economy analysis is done by assuming 60% of the Capital comes from the owners and 40% of it comes from loan, the construction process is 2 years with 3% rate of inflation per year, bank interest 12% per year. The result of the economy analysis, Total Capital Investment (TCI) Rp. 10.301.986.230, Working Capital Investment (WCI) Rp. 1.545.297.934; Fixed Capital Investment (FCI) Rp. 8.756.688.295; Total Production Cost (TPC) Rp. 50.604.393.357; Internal Rate of Return (IRR) 31,79%; Pay Out Time (POT) 4,04 year; and Break-Even Point (BEP) 74,813

Aldi Romansa M Lbs - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • PRARANCANGAN PABRIK FORMALIN DARI METANOL DAN UDARA MENGGUNAKAN PROSES FORMOX DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 20.000 TON/TAHUN
    Fakultas Teknik, 2018
    Co-Authors: Aldi Romansa M Lbs
    Abstract:

    Prarancangan Pabrik Formalin ini menggunakan bahan baku metanol dan udara. Metanol diperoleh dari daerah Bontang, Kalimantan Timur. Kapasitas produksi pabrik ini adalah 20.000 Ton/Tahun dengan hari kerja 330 hari/tahun. Metode Proses pabrik ini menggunakan proses formox dengan tahap persiapan udara dialirkan menuju Heater untuk dilakukan pemanasan sehingga udaranya naik menjadi 120 oC. Tahap persiapan metanol untuk vaporizer metanol disimpan di dalam tangki penyimpanan lalu dialirkan menggunakan pompa ke vaporizer untuk ditingkatkan temperaturnya dari 27oC menjadi 120oC agar metanol menguap secara sempurna. Kemudian uap metanol naik ke atas permukaan vaporizer untuk dialirkan menggunakan kompresor menuju Reaktor. Kondisi steam yang digunakan memiliki tekanan 4 atm dan suhu 144oC. Uap metanol dan udara yang telah dipanaskan akan direaksikan secara kontinyu di dalam reaktor jenis Fixed bed multitube untuk membentuk gas formaldehid. Kondisi operasi diatur pada suhu 300oC dan tekanan 1,7 atm. Tahap pemurnian Formaldehid yang telah terbentuk setelah direaksikan akan dipisahkan dari gas yang tidak diperlukan, yaitu CH3OH, Ar, CO2, CO, dan N2. Pemurnian formaldehid dilakukan pada sebuah kolom absorber dengan tipe packed tower, dan menggunakan air sebagai absorben yang di suplai menggunakan pompa. Produk formaldehid dan sisa metanol yang tidak bereaksi dibawa menuju kolom absorber dengan bantuan kompresor. Kemudian produk formaldehid akan diserap oleh air yang berasal dari sumber penyedia air proses di utilitas. Gas yang telah diserap akan menjadi larutan formaldehid 37% (formalin) sekitar 99 %. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur garis dan staf. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 112 orang. Lokasi pabrik direncanakan didirikan di daerah Bontang, Kalimantan Timur dengan luas tanah 20.000 m2. Sumber air pabrik ini berasal dari sungai Guntung, Bontang dengan total kebutuhan air sebesar 86.377,39 kg/jam, Kebutuhan air sanitasi sebesar 1.239,06 kg/jam, kebutuhan air proses sebesar 922,8858 kg/jam, kebutuhan air untuk steam sebesar 238,96 kg/jam dan kebutuhan air pendingin sebesar 56.428,49 kg/jam serta untuk memenuhi kebutuhan listrik sebesar 5 MW diperoleh dari generator diesel.Hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1.Fixed Capital Investment= Rp. 146.514.319.693,-2. Working Capital Investment= Rp. 36.628.579.923,-3. Total Capital Investment= Rp. 183.142.899.617,-4. Total Production Cost= Rp. 218.206.761.897,-5. Sales Price= Rp. 298.830.159.608,-6. Profit= Rp. 58.967.548.283,-7.Pay Out Time (POT) = 4,4 tahun8.Rate Of Return (ROR) = 32,20 %9.Internal Rate Of Return (IRR)= 24,46 %10.Break event Point (BEP)= 42 %Banda Ace