The Experts below are selected from a list of 243 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Setiyana B. - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Pengaruh Teknologi Sistem Plasma Lucutan Pijar terhadap Tingkat Pengerasan Permukaan Logam
'Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim', 2008Co-Authors: Setiyana B.Abstract:Permukaan material logam yang keras dan tahan aus, dan didukung oleh inti yang ulet serta tahan akan pembebanan statis maupun pembebanan dinamis, sangat diperlukan dalam industri pada masa sekarang ini. Sifat – sifat mekanik yang berbeda tersebut, dapat digabungkan dalam suatu material logam dengan jalan proses perlakuan pengerasan permukaan logam, yang antara lain : karburasi, nitridasi, Flame Hardening, induksi dan yang paling baru dan sekarang ini banyak sekali dikembangkan adalah pengerasan dengan Sistem Plasma. Sistem pengerasan permukaan pada material yang berbahan dasar logam dengan menggunakan plasma, mempunyai metode prinsip pendeposisian atom – atom, antara lain salah satunya adalah pendeposisian atom karbon atau atom nitrogen pada permukaan logam, sehingga dapat terbentuk persenyawaan Fe – C atau Fe – N yang bersifat sangat keras pada permukaan logam. Kata kunci : plasma, pengerasan permukaa
-
Pengaruh Teknologi Sistem Plasma Lucutan Pijar Terhadap Tingkat Pengerasan Permukaan Logam
Wahid Hasyim University, 2008Co-Authors: Setiyana B.Abstract:Permukaan material logam yang keras dan tahan aus, dan didukung oleh inti yang ulet serta tahan akan pembebanan statis maupun pembebanan dinamis, sangat diperlukan dalam industri pada masa sekarang ini. Sifat – sifat mekanik yang berbeda tersebut, dapat digabungkan dalam suatu material logam dengan jalan proses perlakuan pengerasan permukaan logam, yang antara lain : karburasi, nitridasi, Flame Hardening, induksi dan yang paling baru dan sekarang ini banyak sekali dikembangkan adalah pengerasan dengan Sistem Plasma. Sistem pengerasan permukaan pada material yang berbahan dasar logam dengan menggunakan plasma, mempunyai metode prinsip pendeposisian atom – atom, antara lain salah satunya adalah pendeposisian atom karbon atau atom nitrogen pada permukaan logam, sehingga dapat terbentuk persenyawaan Fe – C atau Fe – N yang bersifat sangat keras pada permukaan logam
Purwanto Andi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PENGARUH KECEPATAN GERAK TORCH PEMANAS PADA PROSES AUTOMATIC Flame Hardening TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK BAJA KARBON MEDIUM
2017Co-Authors: Purwanto AndiAbstract:“PENGARUH KECEPATAN GERAK TORCH PEMANAS PADA PROSES AUTOMATIC Flame Hardening TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK BAJA KARBON MEDIUM” Andi Purwanto Jurusan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta Email: andi_purwanto1992@yahoo.com Abstrak Baja merupakan material yang banyak digunakan dan didapatkan pada bidang industri maupun otomotif. Untuk menghasilkan sifat yang keras pada permukaan dan ulet pada bagian inti material maka diperlukan suatu proses perlakuan panas, yaitu dengan metode automatic Flame Hardening. Perlakuan panas dilakukan dengan menggunakan nyala api karburasi untuk memanaskan permukaan spesimen dan diikuti dengan pendinginan secara kontinyu menggunakan media pendingin air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan gerak torch pemanas terhadap kekerasan permukaan dan kekuatan tarik baja karbon medium pada proses automatic Flame Hardening. Variasi yang digunakan yaitu kecepatan gerak torch pemanas 10 mm/menit, 20 mm/ menit, 30 mm/menit, dan 40 mm/menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi dengan kecepatan torch 10 mm/menit merupakan parameter yang paling optimal. Kekerasan permukaan maksimal mencapai 398,9 VHN, sedangkan kekuatan tarik yang paling tinggi 647,3 MPa serta terbentuk fasa perlit dan ferrit. Dengan hasil tersebut maka diperoleh sifat yang keras pada permukaan dan sifat ulet pada bagian tengah spesimen. Kata kunci: automatic Flame Hardening, perlakuan panas, baja karbon, micro vickers
Eko Yuli Purnomo - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
pengaruh kecepatan putar poros dankecepatan gerak torchterhadap kekerasan permukaan baja aisi 4140pada proses Flame Hardening
2011Co-Authors: Eko Yuli PurnomoAbstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kecepatan putar poros dan kecepatan gerak torch terhadap kekerasan permukaan baja. Pengerasan permukaan (surface Hardening) merupakan salah metode untuk meningkatkan kekerasan permukaan logam. Logam yang mengalami pengerasan permukaan akan mempunyai sifat keras di permukaan, sedangkan pada bagian tengah/inti logam akan tetap ulet. Metode yang dapat digunakan untuk pengerasan permukaan salah satunya adalah Flame Hardening. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja poros AISI 4140. Proses Flame hardenig pemanasannya dilakukan dengan nyala oksiasetilin, dimana poros dicekam pada spindle kemudian diputar melalui motor dengan kecepatan putar tertentu. Permukaan poros yang berputar dipanaskan dengan torch pemanas yang diikuti torch pendingin yang bergerak horisontal. Variasi kecepatan putar poros adalah 0,37 rpm, 0,75 rpm, dan 1,15 rpm. Variasi kecepatan gerak torch adalah 4 mm/menit dan 8 mm/menit. Kecepatan putar poros dan kecepatan gerak torch digerakkan oleh motor yang diatur oleh inverter. Jenis nyala api yang digunakan adalah nyala karburasi. Dari hasil pengujian yang menunjukkan nilai kekerasan tertinggi adalah variasi kecepatan putar poros 0,37 rpm dengan kecepatan gerak torch 4 mm/menit. Kekerasan permukaan pada spesimen ini mencapai 814,1 HV sedangkan pada bagian tengah spesimen kekerasanya adalah 311 HV. Hasil foto struktur mikro menunjukkan bahwa fasa martensit tampak pada permukaan spesimen dan pada bagian seterusnya diikuti fasa perlit dan ferit. Hal ini menunjukkan bahwa spesimen bersifat keras pada permukaannya, sedangkan pada bagian tengah tetap ulet atau lunak. Kata kunci : Flame Hardening, baja karbon, martensit
-
pengaruh kecepatan putar poros dan kecepatan gerak torch terhadap kekerasan permukaan baja aisi 4140 pada proses Flame Hardening
2011Co-Authors: Eko Yuli PurnomoAbstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kecepatan putar poros dan kecepatan gerak torch terhadap kekerasan permukaan baja. Pengerasan permukaan (surface Hardening) merupakan salah metode untuk meningkatkan kekerasan permukaan logam. Logam yang mengalami pengerasan permukaan akan mempunyai sifat keras di permukaan, sedangkan pada bagian tengah/inti logam akan tetap ulet. Metode yang dapat digunakan untuk pengerasan permukaan salah satunya adalah Flame Hardening. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja poros AISI 4140. Proses Flame hardenig pemanasannya dilakukan dengan nyala oksiasetilin, dimana poros dicekam pada spindle kemudian diputar melalui motor dengan kecepatan putar tertentu. Permukaan poros yang berputar dipanaskan dengan torch pemanas yang diikuti torch pendingin yang bergerak horisontal. Variasi kecepatan putar poros adalah 0,37 rpm, 0,75 rpm, dan 1,15 rpm. Variasi kecepatan gerak torch adalah 4 mm/menit dan 8 mm/menit. Kecepatan putar poros dan kecepatan gerak torch digerakkan oleh motor yang diatur oleh inverter. Jenis nyala api yang digunakan adalah nyala karburasi. Dari hasil pengujian yang menunjukkan nilai kekerasan tertinggi adalah variasi kecepatan putar poros 0,37 rpm dengan kecepatan gerak torch 4 mm/menit. Kekerasan permukaan pada spesimen ini mencapai 814,1 HV sedangkan pada bagian tengah spesimen kekerasanya adalah 311 HV. Hasil foto struktur mikro menunjukkan bahwa fasa martensit tampak pada permukaan spesimen dan pada bagian seterusnya diikuti fasa perlit dan ferit. Hal ini menunjukkan bahwa spesimen bersifat keras pada permukaannya, sedangkan pada bagian tengah tetap ulet atau lunak. Kata kunci : Flame Hardening, baja karbon, martensit
Makhriza Apriyanto - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Pengaruh jarak torch pemanas dengan Nozzle Pendingin terhadap kekerasan permukaan baja karbon medium pada proses Flame Hardening
2011Co-Authors: Makhriza ApriyantoAbstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak torch pemanas dengan nozzle pendingin dan pengaruh debit air pendingin terhadap kekerasan permukaan baja karbon medium pada proses Flame Hardening. Flame Hardening pada logam adalah proses pengerasan baja dengan cara memanaskan permukaan spesimen yang kemudian dilanjutkan pendinginan secara tiba-tiba pada permukaan spesimen. Proses pemanasan dilakukan dengan menggunakan nyala api dari gas oksiasetilen, sedangkan pendinginannya menggunakan air yang dipompakan dari bak penampung. Variasi jarak torch pemanas dengan nozzle pendingin adalah 20 mm, 40 mm, 60 mm dan variasi debit air pendingin yang dipakai adalah 1200 cc/menit dan 2400 cc/menit. Jenis nyala api yang digunakan adalah nyala karburasi yang diatur melalui katub aliran gas oksigen dan gas asetilen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dalam penelitian ini, spesimen dengan variasi jarak torch pemanas dengan nozzle pendingin 60 mm memiliki kedalaman pengerasan lebih dalam dibandingkan variasi jarak 40 mm dan 20 mm. Pada variasi 60/1200 kedalaman pengerasan yang terbentuk mencapai 3,6 mm, variasi 40/1200 mencapai 2 mm, dan variasi 20/1200 mencapai 0,7 mm. Dari pengujian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa spesimen dengan variasi debit 2400 cc/menit mempunyai kekerasan permukaan yang lebih tinggi dan kedalaman pengerasan yang lebih dalam daripada spesimen dengan variasi debit air pendingin 1200 cc/menit. Spesimen 20/2400 mempunyai kekerasan permukaan 959,46 HV dan kedalaman pengerasan yang terbentuk mencapai 2,2 mm, sedangkan spesimen 20/1200 mempunyai kekerasan permukaan 834,27 HV dan kedalaman pengerasan yang terbentuk mencapai 0,7 mm.
Danang Septianto Nugroho - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
pengaruh kecepatan torch dan jenis nyala api terhadap kekerasan permukaan baja karbon pada proses automatic Flame surface Hardening
2009Co-Authors: Danang Septianto NugrohoAbstract:ABSTRAK Pengerasan permukaan (surface Hardening) pada logam merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kekerasan permukaan pada logam. Logam yang mengalami pengerasan permukaan akan mempunyai sifat keras di permukaan, sedangkan pada bagian tengah/inti logam akan tetap ulet. Tujuan dari proses pengerasan permukaan pada penelitian ini adalah mencari harga kekerasan tertinggi dari permukaan baja karbon yang dikenai perlakuan panas Flame Hardening. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu diterapkan pada industri perlakuan panas pada logam di tingkat menengah ke bawah sebagai upaya peningkatan kualitas produk Penelitian ini menggunakan alat automatic Flame surface Hardening. Pengerasan permukaan dilakukan dengan cara memanaskan permukaan spesimen, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan secara tiba-tiba pada permukaan spesimen. Proses pemanasan dilakukan dengan menggunakan nyala api dari gas oksiasetilen, sedangkan pendinginannya menggunakan air yang di pompa dari bak penampung. Pada penelitian ini, variasi yang digunakan adalah variasi kecepatan gerak torch dan variasi nyala api pada torch pemanas. Kecepatan gerak dari torch pemanas dan nozzle pendingin diatur menggunakan inverter. Jenis nyala api diatur melalui katup aliran gas oksigen dengan gas asetilen yang ada pada torch pemanas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengerasan permukaan dapat terbentuk dengan baik pada spesimen dengan kecepatan torch 28 mm/menit dan menggunakan nyala api karburasi. Kekerasan permukaan pada spesimen ini mencapai 879,10 HV sedangkan pada bagian bawah spesimen kekerasannya adalah 232,80 HV. Kedalaman pengerasan yang terbentuk pada spesimen ini mencapai 1,4 mm dari permukaan. Hasil foto struktur mikro menunjukkan bahwa fasa martensit tampak pada permukaan spesimen sedangkan pada bagian tengah dan bawah spesimen mempunyai fasa perlit dan ferrit. Hal ini menyebabkan spesimen bersifat keras di permukaan, sedangkan pada bagian tengah dan bawah spesimen tetap lunak. Kata kunci : Flame Hardening, pengerasan, baja karbon, quenching, martensit