The Experts below are selected from a list of 18495 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Sebayang, Husni Thamrin - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PENGARUH WAKTU PENYIANGAN GULMA PADA SISTEM TANAM TUMPANGSARI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DENGAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.)
'Orissa Journal of Otolaryngology and Head and Neck Surgery', 2014Co-Authors: Hardiman Tomy, Islami Titiek, Sebayang, Husni ThamrinAbstract:Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan gulma pada tumpangsari antara kacang tanah dan ubi kayu. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto FP-UB di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan Kabupaten Malang pada bulan April 2013 sampai dengan Juli 2013. Percobaan ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu (G1) : tidak disiang, (G2) : penyiangan umur 2 mst, (G3) : penyiangan umur 4 mst, (G4) : penyiangan umur 6 mst, (G5) : penyiangan umur 2 mst dan 4 mst, (G6) : penyiangan umur 2 mst dan 6 mst, (G7) : penyiangan umur 4 mst dan 6 mst, (G8) : penyiangan umur 2 mst, 4 mst dan 6 mst dan (G9) : bebas gulma sampai panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma yang dominan adalah gulma dari golongan berdaun lebar seperti Heliotropium indicum L., Cleome rotidospermae, Hedyotis corymbosa L. Lamk., Phyllanthus niruri serta Eclipta prostrata dan gulma dari golongan teki yaitu Cyperus rotundus. Penyiangan gulma yang dilakukan umur 2 mst dan 4 mst berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering, jumlah polong dan jumlah biji kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada sistem tumpangsari dengan ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) apabila dibandingkan dengan tanpa penyiangan. Kata kunci: Tumpangsari, waktu penyiangan, kacang tanah, ubi kay
Sebayang H. T. - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Pengaruh Waktu Penyiangan Gulma Pada Sistem Tanam Tumpangsari Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Dengan Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz.)
'Brawijaya University', 2014Co-Authors: Hardiman T., Islami T., Sebayang H. T.Abstract:Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan gulma pada tumpangsari antara kacang tanah dan ubi kayu. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto FP-UB di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan Kabupaten Malang pada bulan April 2013 sampai dengan Juli 2013. Percobaan ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu (G1) : tidak disiang, (G2) : penyiangan umur 2 mst, (G3) : penyiangan umur 4 mst, (G4) : penyiangan umur 6 mst, (G5) : penyiangan umur 2 mst dan 4 mst, (G6) : penyiangan umur 2 mst dan 6 mst, (G7) : penyiangan umur 4 mst dan 6 mst, (G8) : penyiangan umur 2 mst, 4 mst dan 6 mst dan (G9) : bebas gulma sampai panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma yang dominan adalah gulma dari golongan berdaun lebar seperti Heliotropium indicum L., Cleome rotidospermae, Hedyotis corymbosa L. Lamk., Phyllanthus niruri serta Eclipta prostrata dan gulma dari golongan teki yaitu Cyperus rotundus. Penyiangan gulma yang dilakukan umur 2 mst dan 4 mst berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering, jumlah polong dan jumlah biji kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada sistem tumpangsari dengan ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) apabila dibandingkan dengan tanpa penyiangan
Hardiman Tomy - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PENGARUH WAKTU PENYIANGAN GULMA PADA SISTEM TANAM TUMPANGSARI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DENGAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz.)
'Orissa Journal of Otolaryngology and Head and Neck Surgery', 2014Co-Authors: Hardiman Tomy, Islami Titiek, Sebayang, Husni ThamrinAbstract:Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan gulma pada tumpangsari antara kacang tanah dan ubi kayu. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto FP-UB di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan Kabupaten Malang pada bulan April 2013 sampai dengan Juli 2013. Percobaan ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu (G1) : tidak disiang, (G2) : penyiangan umur 2 mst, (G3) : penyiangan umur 4 mst, (G4) : penyiangan umur 6 mst, (G5) : penyiangan umur 2 mst dan 4 mst, (G6) : penyiangan umur 2 mst dan 6 mst, (G7) : penyiangan umur 4 mst dan 6 mst, (G8) : penyiangan umur 2 mst, 4 mst dan 6 mst dan (G9) : bebas gulma sampai panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma yang dominan adalah gulma dari golongan berdaun lebar seperti Heliotropium indicum L., Cleome rotidospermae, Hedyotis corymbosa L. Lamk., Phyllanthus niruri serta Eclipta prostrata dan gulma dari golongan teki yaitu Cyperus rotundus. Penyiangan gulma yang dilakukan umur 2 mst dan 4 mst berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering, jumlah polong dan jumlah biji kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada sistem tumpangsari dengan ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) apabila dibandingkan dengan tanpa penyiangan. Kata kunci: Tumpangsari, waktu penyiangan, kacang tanah, ubi kay
Hardiman T. - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Pengaruh Waktu Penyiangan Gulma Pada Sistem Tanam Tumpangsari Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L.) Dengan Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz.)
'Brawijaya University', 2014Co-Authors: Hardiman T., Islami T., Sebayang H. T.Abstract:Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu penyiangan gulma pada tumpangsari antara kacang tanah dan ubi kayu. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto FP-UB di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan Kabupaten Malang pada bulan April 2013 sampai dengan Juli 2013. Percobaan ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu (G1) : tidak disiang, (G2) : penyiangan umur 2 mst, (G3) : penyiangan umur 4 mst, (G4) : penyiangan umur 6 mst, (G5) : penyiangan umur 2 mst dan 4 mst, (G6) : penyiangan umur 2 mst dan 6 mst, (G7) : penyiangan umur 4 mst dan 6 mst, (G8) : penyiangan umur 2 mst, 4 mst dan 6 mst dan (G9) : bebas gulma sampai panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulma yang dominan adalah gulma dari golongan berdaun lebar seperti Heliotropium indicum L., Cleome rotidospermae, Hedyotis corymbosa L. Lamk., Phyllanthus niruri serta Eclipta prostrata dan gulma dari golongan teki yaitu Cyperus rotundus. Penyiangan gulma yang dilakukan umur 2 mst dan 4 mst berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering, jumlah polong dan jumlah biji kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada sistem tumpangsari dengan ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) apabila dibandingkan dengan tanpa penyiangan
Santos, Juliana Nascimento - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Influencia de irrigantes endodonticos na resistencia de união de um adesivo autocondicionante a dentina da camara pulpar
[s.n.], 2018Co-Authors: Santos, Juliana NascimentoAbstract:Orientador: Caio Cezar Randi FerrazDissertação (mestrado) - Universidade Estadual de Campinas, Faculdade de Odontologia de PiracicabaResumo: A utilização de soluções irrigadoras e medicações durante o tratamento endodôntico pode ter um efeito deletério sobre a adesão às estruturas dentinárias da cavidade pulpar. Este estudo teve como objetivo avaliar in vitro a influência dos irrigantes endodônticos na resistência de união de um sistema adesivo autocondicionante à dentina da câmara pulpar de dentes bovinos. Setenta coroas de incisivos inferiores bovinos foram seccionadas expondo a câmara pulpar. O tecido pulpar foi removido e a embocadura do canal radicular selada com material restaurador provisório. Os espécimes foram divididos aleatoriamente em 7 grupos experimentais, de acordo com o irrigante utilizado: G1- NaCl 0,9%, G2- NaOCl 5,25%, G3- NaOCl 5,25% seguido por EDTA 17%, G4- sol. de gluconato de clorexidina 2%, G5- sol. de gluconato de clorexidina 2% seguida por EDTA 17%, G6- gluconato de clorexidina gel 2%, G7- gluconato de clorexidina gel 2% seguido por EDTA 17%. Cada solução permaneceu 30 min. em contato com as paredes da câmara pulpar com exceção do EDTA, que atuou por 5 min. Após o tratamento com os irrigantes, procedeu-se à lavagem com água destilada, secagem e aplicação do adesivo Clearfil SE Bond (Kuraray) seguido do compósito Filtek Z250 (3M), que foi inserido em incrementos. Após 24h de armazenamento em água a 37oC os espécimes foram submetidos ao teste de microtração, que verificou a resistência de união na interface resina-dentina. Os resultados obtidos em MPa (G1: 37,25 ± 2,07a; G2: 26,40 ± 2,07c; G3: 20,37 ± 1,46c; G4: 35,75 ± 1,85ab; G5: 34,79 ± 2,16ab; G6: 36,20 ± 1,53ab; G7: 33,09 ± 1,53b) foram analisados pelo teste de log-rank e observou-se diferença estatisticamente significativa (p