The Experts below are selected from a list of 144 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

Zahra Febrina Lilabsari - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • evaluasi kinerja perbaikan tanah lunak dengan menggunakan preloading dan prefabricated vertical drain pvd
    Rekayasa Sipil, 2018
    Co-Authors: Zahra Febrina Lilabsari, Asad Munawir, Yulvi Zaika, Arief Rachmansyah
    Abstract:

    The Settlement of soil consolidation is geotechnical problem which is often found in soft soil accumulation. It is therefore, Preloading and Prefabricated Vertical Drain techniques are used to accelerate consolidational Settlement. The problem which often appeared in using Preloading and Prefabricated Vertical Drain (PVD) is the failure of design. It causes the consolidationtime cannot run in accordance with the planning. In order to have soil improvemet method which has high effectiveness it is necessary to evaluate the use of geotechnical instruments. In this study, the evaluation covers 3 (three) geotechnical instruments, where Settlement Plate is used to evaluate theoretical Settlement, to calculate final Settlement prediction with Asaoka observation method and consolidation degree in the field. Consolidation degree also can be evaluated using Pneumatic Piezometer instrument. The inclinometer is used to evaluated the stability of embankment. The failure of design in using Preloading and Prefabricated Vertical Drain (PVD) can be accured because of the mistake of planner in determaining soil design parameters, therefore this study also discusses soil design parameters in actual condition using back analysis method. The results obtained in this study are comparison of actual and theoretical Settlement on average of 0.862. To predict final Settlement it can be obtained the value 2191,08 mm with the rest of Settlement which will be accured about 100 – 450 mm. In this study the actual consolidation degree from Piezometer reading is 85,36% and Settlement Plate reading is 88,42% with the difference of 3,06%. From Inclinometer reading lateral shift which is accured below the soil there is no land slide so that the embankment which is used remains safe The result of back analysis method is Ch value where the new Ch value is 1,914Cv.

  • evaluasi kinerja perbaikan tanah lunak menggunakan instrument geoteknik pada pembangunan kawasan kota summarecon bandung area cluster amanda dan btari dengan penggunaan preloading dan prefabricated vertical drain pvd
    Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, 2018
    Co-Authors: Zahra Febrina Lilabsari, Asad Munawir, Wahyu P Kuswanda
    Abstract:

    Penurunan  konsolidasi tanah merupakan masalah geoteknik yang sering ditemukan pada kasus timbunan pada tanah lunak. Oleh karenanya digunakanlah teknik Preloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD) untuk mempercepat penurunan konsolidasi. Permasalahan yang sering timbul pada penggunaan Preloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD) adalah kegagalan desain yang menyebabkan waktu konsolidasi tidak berjalan sesuai rencana. Agar metode perbaikan tanah yang digunakan mempunyai efektivitas yang tinggi perlu diadakannya evaluasi menggunakan instrumen geoteknik. Dalam kajian ini evaluasi mencakup 3 instrumen geoteknik dimana Settlement Plate digunakan untuk mengevaluasi penurunan teoritis, menghitung prediksi penurunan akhir dengan metode observasi Asaoka serta derajat konsolidasi di lapangan. Derajat konsolidasi juga dievaluasi menggunakan instrumen Pneumatic Piezometer . Inclinometer digunakan untuk mengevaluasi kestabilan pada timbunan yang digunakan. Kegagalan desain pada penggunaan Preloading dan Prefabricetd Vertical Drain dapat terjadi dikarenakan kesalahan perencana dalam menentukan parameter-parameter desain tanah, oleh karena itu kajian ini juga membahas parameter desain tanah yang sesuai dengan yang terjadi di lapangan dengan menggunakan back analysis method . Hasil yang didapatkan dalam kajian ini adalah perbandingan penurunan aktual dan teoritis rata-rata sebesar 0,862. Untuk prediksi penurunan tanah akhir didapatkan nilai sebesar 2191,08 mm dengan sisa penurunan yang akan terjadi berkisar 100 – 450 mm. Pada kajian ini, derajat konsolidasi aktual dari bacaan Piezometer adalah 85,36% dan dari bacaan Settlement Plate adalah 88,42% dengan selisih perbedaannya sebesar 3,06%. Dari bacaan Inclinometer pergeseran lateral yang terjadi dibawah tanah tidak ada kelongsoran sehingga timbunan yang digunakan tetap aman. Hasil dari back analysis method merupakan nilai C h dimana nilai C h yang baru adalah 1,914C v . Kata kunci : Konsolidasi, preloading , prefabricated vertical drain , instrumen geoteknik, teori Asaoka

Priadi Eka - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • STUDI PEMAMPATAN TANAH LUNAK YANG DIANALISIS DENGAN METODE NUMERIK
    'Tanjungpura University', 2019
    Co-Authors: Ashari, Fahmi Nur, Rustamaji R. M., Priadi Eka
    Abstract:

    Metode Vacuum Preloading merupakan salah satu metode alternatif perbaikan tanah lunak untuk mempercepat waktu konsolidasi dan mengurangi kompresibilitas tanah dalam menahan beban rencana. Pada pembangunan Area Container Yard Pelabuhan Terminal Kijing Mempawah, Kalimantan Barat Vacuum Preloading diaplikasikan dengan mendistribusikan tekanan vacuum sebesar ± 80 kPa di atas drain, dan dengan timbunan Preloading pada elevasi ± 6,53 meter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsolidasi menggunakan Plaxis V.8 pada salah satu titik stationing STA 4+375 terkait dengan metode Vacuum Preloading yang digunakan, selanjutnya dilakukan perbandingan antara hasil analisis dengan hasil monitoring Settlement Plate di lapangan. Selain itu analisis juga dilakukan terhadap metode Preloading tanpa PVD maupun dengan PVD. Analisis menggunakan dua dari banyak soil model, yaitu Mohr Coulomb dan Soft Soil Creep. Hasil monitoring Settlement Plate-Geo.+3 pada STA 4+375 selama 140 hari waktu pelaksanaan menunjukkan besar penurunan adalah ±1,295 meter, sedangkan hasil analisis Plaxis V.8 didapatkan besar penurunan selama 140 hari waktu pelaksanaan adalah ±1,217 meter untuk model Mohr Coulomb dan ±1,492 meter untuk model Soft Soil Creep. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa perbandingan nilai penurunan antara hasil analisis dan hasil monitoring tidak terlalu berbeda secara signifikan dan menunjukkan nilai penuranan hasil monitoring moderat diantara model Mohr Coulomb dan model Soft Soil Creep

J. Bythell - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Effects of artificial Settlement Plate materials and methods of deployment on the sessile epibenthic community development in a tropical environment
    Coral Reefs, 2007
    Co-Authors: S. N. Field, D. Glassom, J. Bythell
    Abstract:

    The choice of substrata and the methods of deployment in analyses of Settlement in benthic communities are often driven by the cost of materials and their local availability, and comparisons are often made between studies using different methodologies. The effects of varying artificial substratum, size of replicates and method of deployment were determined on a shallow reef in Eilat, Israel, while the effect of size of replicates was also investigated on a shallow reef in Sharm El Sheikh, Egypt. When statistical power was high enough, that is, when sufficient numbers of settlers were recorded, significant differences were found between materials used, tile size and methods of deployment. Significant differences were detected in total coral Settlement rates and for the two dominant taxonomic groups, acroporids and pocilloporids. Standardisation of tile materials, dimensions, and method of deployment is needed for comparison between coral and other epibiont Settlement studies. However, a greater understanding of the effects of these experimental variables on Settlement processes may enable retrospective comparisons between studies utilising a range of materials and methods.

Rinda Karlinasari - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

Dede Agung Maspanji - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • prediksi penurunan metode asaoka pada tanah lunak yang diperbaiki dengan prefabricated vertical drain studi kasus timbunan pada jalan tol pejagan pemalang kabupaten brebes
    2016
    Co-Authors: Dede Agung Maspanji
    Abstract:

    Permasalahan kondisi tanah dasar dalam pembangunan jalan merupakan probelematika yang kerap terjadi, terlebih pada permukaan tanah lunak (soft Soil). Apabila tidak dilkukan perbaikan tanah terlebih dahulu pada jenis tanah ini, maka jalan yang dibangun akan mengalami penurunan yang relatif besar pada tanah dasar, kondisi penurunan ini berlangsung relatif lama sehingga jalan akan mengalami kerusakan sebelum umur rencana. Hal ini terjadi oleh kondisi tanah dasar yang bersifat kompresabilitas yang tinggi dengan kekuatan geser yang kecil dengan kuat geser kurang dari 25 kpa. Maka dari itu penimbunan yang dilakukan pada tanah lunak akan mengalami penurunan (konsolidasi). Konsolidasi merupakan fenomena dalam mekanika tanah yang sering menimbulkan permasalahan geoteknik yang terjadi pada waktu yang lama. Untuk memprediksi penurunan akhir yang terjadi akibat timbunan maka dilakukan pembebanan sementara (pre-Loading) menggunakan koral, yang diperbaiki dengan pabricated vertical drain (PVD). Dari hasil akhir penurunan tanah lunak yang ditujukan oleh data lapangan hasil pembacaan Settlement Plate sebesar nilai Sf, dimana Sf = 72,10 x Hf sedangkan hasil akhir penurunan dari estimasi asaoka sebesar f = 91,66 x Hf dimana Hf merupakan tinggi timbunan. Adapun besar perubahan penurunan akhir lapangan terkoreksi sebesar 0,81dari hasil akhir menurut asaoka.