The Experts below are selected from a list of 360 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

Fitriyono Ayustaningwarno - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • indeks glikemik Snack Bar ubi jalar kedelai hitam sebagai alternatif makanan selingan penderita diabetes melitus tipe 2
    Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 2016
    Co-Authors: Selma Avianty, Fitriyono Ayustaningwarno
    Abstract:

    Penderita diabetes melitus tipe 2 membutuhkan makanan selingan untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi serta mengontrol kadar glukosa darah. Ubi jalar dan kedelai hitam mengandung tinggi serat, amilosa, dan rendah indeks glikemik sehingga pembuatan Snack Bar ubi jalar kedelai hitam diharapkan menjadi makanan selingan dengan nilai gizi baik rendah IG sehingga tidak menimbulkan hiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks glikemik dan beban glikemik Snack Bar ubi jalar dan kedelai hitam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap 1 faktor yaitu tiga variasi warna ubi jalar, meliputi merah, kuning, dan ungu. Analisis indeks glikemik menggunakan metode incremental area under the blood glucose response curve. Data indeks glikemik dan beban glikemik dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Snack Bar ubi merah, kuning, ungu secara berurutan memiliki indeks glikemik 23,56; 41,08; 21,54 dan beban glikemik 7,27; 14,66; 7,18. Kesimpulan penelitian ini adalah Snack Bar ubi ungu memiliki indeks glikemik (21,54) dan beban glikemik (7,18) yang paling rendah diantara ketiga jenis Snack Bar.

  • pengaruh variasi pemberian Snack Bar ubi jalar kedelai hitam terhadap kadar superoksida dismutase sod darah
    Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 2014
    Co-Authors: Fitriyono Ayustaningwarno, Novita Sabuluntika
    Abstract:

    Background: Snack Bar from sweet potatoes and black soybeans is low GI, fat and calorie Snack which haveantioxidant content, such as β-carotene, anthocyanin, isoflavone, and antioxidant activity, so can be an alternativeSnack for patients with DM type 2. Antioxidants intake can prevent the oxidative stress that lead micro- and macrovascularcomplications in DM type 2. Antioxidant intake may preserve endogen antioxidant capacity, which is can bedetermined by analyzing SOD concentration.Objective: analyze effect variety of Snack Bar from sweet potatoes and black soybeans consume to SOD concentration.Methods: experimental post-pretest research used 3 varieties of sweet potato’s color (red, yellow, and purple)interventions. SOD concentration was analyzed by colorimetric. Statistic data was analyzed by dependent t-test andOne Way Anova.Results: No different between groups interventions Snack Bar from purple, yellow or red sweet potatoes (p=0,122).Group with Snack Bar from purple sweet potatoes intervention has lowest SOD decreasing percentage among otherintervention groups.Conclusion: Consume Snack Bar form purple sweet potatoes and black soybeans can preserve SOD concentrationbetter than consume Snack Bar form yellow or red sweet potatoes and black soybeans

  • analisis kandungan zat gizi makro dan indeks glikemik Snack Bar beras warna sebagai makanan selingan penderita nefropati diabetik
    Journal of Nutrition College, 2013
    Co-Authors: Annisa Sekar L, Fitriyono Ayustaningwarno
    Abstract:

    Latar Belakang : Nefropati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskuler pada diabetes melitus akibat hiperglikemia kronik. Strategi diet untuk memperlambat progresifitas nefropati diabetik melalui pengendalian kadar glukosa darah dan pembatasan asupan protein. Modifikasi makanan selingan berupa Snack Bar menggunakan beras warna dapat menghasilkan produk yang menarik dengan kandungan zat gizi lebih baik. Tujuan : Menganalisis kandungan zat gizi dan indeks glikemik Snack Bar beras warna. Metode : Penelitian eksperimental acak lengkap 1 faktor dengan 3 variasi jenis beras warna meliputi beras coklat, beras merah, dan beras hitam. Dilakukan uji kandungan protein, lemak, karbohidrat, serat, dan indeks glikemik. Data kandungan zat gizi dan indeks glikemik dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil: Dalam berat takaran saji 40 g, Snack Bar beras coklat mengandung  2,78 g protein, 1,45 g lemak, 34,04 g karbohidrat, 0,76 g serat, dan 68,50% indeks glikemik. Snack Bar beras merah mengandung 2,53 g protein, 1,51 g lemak, 33,68 g karbohidrat, 0,64 g serat, dan 53,81% indeks glikemik. Snack Bar beras hitam mengandung 2,63 g protein, 1,30 g lemak, 33,73 g karbohidrat, 0,56 g serat, dan 42,20% indeks glikemik. Kesimpulan: Semua Snack Bar beras warna memiliki kandungan protein dan lemak yang rendah, namun kandungan karbohidratnya tinggi . Snack Bar beras coklat memiliki indeks glikemik sedang, sementara s nack Bar beras merah dan hitam memiliki indeks glikemik rendah. Snack Bar yang direkomendasikan adalah Snack Bar beras hitam.

  • kandungan zat gizi dan tingkat kesukaan Snack Bar ubi jalar kedelai hitam sebagai alternatif makanan selingan penderita diabetes melitus tipe 2
    Journal of Nutrition College, 2013
    Co-Authors: Selma Avianty, Fitriyono Ayustaningwarno
    Abstract:

    Latar Belakang : Penderita diabetes melitus tipe 2 membutuhkan makanan selingan untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi serta mengontrol kadar glukosa darah. Ubi jalar dan kedelai hitam mengandung tinggi serat, amilosa, dan rendah indeks glikemik sehingga pembuatan Snack Bar ubi jalar kedelai hitam diharapkan menjadi makanan selingan dengan nilai gizi baik serta tidak menimbulkan hiperglikemia. Tujuan : Menganalisis kandungan zat gizi dan tingkat kesukaan Snack Bar ubi jalar dan kedelai hitam. Metode : Penelitian dengan rancangan acak lengkap 1 faktor yaitu tiga variasi warna ubi jalar, meliputi merah, kuning, dan ungu. Data kandungan gizi dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey, sedangkan tingkat kesukaan dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil : Satu takaran saji 56 g Snack Bar ubi merah, kuning, ungu secara berurutan mengandung 131,89; 149,79; 142,30 kkal energi, 30,86; 35,68; 33,32 g karbohidrat, 0,41; 0,39; 0,43g lemak, 1,19; 0,897; 1,28g protein, 1,74; 1,66; 2,13g serat , dan 10,24; 13,89; 8,91g amilosa . Hasil uji kesukaan warna, tekstur tertinggi pada Snack Bar ubi merah dan aroma,rasa tertinggi pada Snack Bar ubi kuning. Kesimpulan : Satu takaran saji 56 g ketiga variasi Snack Bar memiliki kandungan protein, lemak, serat lebih rendah, serta karbohidrat lebih tinggi dibandingkan perhitungan kandungan gizi makanan selingan yang dianjurkan bagi penderita diabetes melitus tipe 2. Uji tingkat kesukaan panelis terhadap aroma, warna, tekstur, dan rasa pada ketiga variasi Snack Bar memperoleh penilaian netral hingga suka.

  • kadar karoten antosianin isoflavon dan aktivitas antioksidan pada Snack Bar ubi jalar kedelai hitam sebagai alternatif makanan selingan penderita diabetes melitus tipe 2
    Journal of Nutrition College, 2013
    Co-Authors: Novita Sabuluntika, Fitriyono Ayustaningwarno
    Abstract:

    Latar Belakang: Hiperglikemia pada diabetes melitus (DM) tipe 2 menyebabkan peningkatan stres oksidatif yang dapat menimbulkan komplikasi makro dan mikrovaskuler. Stress oksidatif dapat diatasi dengan asupan pangan kaya antioksidan. Ubi jalar dan kedelai hitam merupakan pangan lokal mengandung antioksidan seperti b -karoten, antosianin dan isoflavon. Kombinasi kedua pangan tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku makanan selingan berupa Snack Bar, dimana produk ini praktis, ekonomis dan menarik dikonsumsi bagi penderita DM tipe 2. Tujuan: Menganalisis kadar b -karoten, antosianin, isoflavon, dan aktivitas antioksidan pada Snack Bar ubi jalar kedelai hitam. Metode: Merupakan penelitian dengan rancangan acak lengkap satu faktor, yakni variasi warna ubi jalar (merah, kuning dan ungu). Analisiskadar b -karoten menggunakan spektrofotometer , antosianin dengan perbedaan pH , isoflavon dengan HPLC dan aktivitas antioksidan dengan DPPH . Hasil: Kadar b -karoten, antosianin, isoflavon dan aktivitas antioksidan pada Snack Bar dengan ubi jalar ungu , yakni 144,5 m g/g , 56,2 9 mg/g , 18,6 69 mg/g protein , 40,2 3 % ; Snack Bar ubi jalar kuning, yakni 127,1 m g/g , 22,75 mg/g ,14,269  mg/g protein ,24,90 % ; dan Snack Bar dengan ubi jalar merah, yakni 99,3  m g/g ,47,40  mg/g , 10,975  mg/g protein ,17,21 % .Pada uji statistik t erdapat pengaruh variasi warna ubi jalar terhadap kadar b -karoten, antosianin, isoflavon,  dan aktivitas antioksidan pada Snack Bar. Simpulan: S nack Bar dengan ubi jalar ungu memiliki kadar dan aktivitas antioksidan paling tinggi di antara Snack Bar ubi jalar kuning dan merah .

Selma Avianty - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • indeks glikemik Snack Bar ubi jalar kedelai hitam sebagai alternatif makanan selingan penderita diabetes melitus tipe 2
    Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 2016
    Co-Authors: Selma Avianty, Fitriyono Ayustaningwarno
    Abstract:

    Penderita diabetes melitus tipe 2 membutuhkan makanan selingan untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi serta mengontrol kadar glukosa darah. Ubi jalar dan kedelai hitam mengandung tinggi serat, amilosa, dan rendah indeks glikemik sehingga pembuatan Snack Bar ubi jalar kedelai hitam diharapkan menjadi makanan selingan dengan nilai gizi baik rendah IG sehingga tidak menimbulkan hiperglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks glikemik dan beban glikemik Snack Bar ubi jalar dan kedelai hitam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap 1 faktor yaitu tiga variasi warna ubi jalar, meliputi merah, kuning, dan ungu. Analisis indeks glikemik menggunakan metode incremental area under the blood glucose response curve. Data indeks glikemik dan beban glikemik dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Snack Bar ubi merah, kuning, ungu secara berurutan memiliki indeks glikemik 23,56; 41,08; 21,54 dan beban glikemik 7,27; 14,66; 7,18. Kesimpulan penelitian ini adalah Snack Bar ubi ungu memiliki indeks glikemik (21,54) dan beban glikemik (7,18) yang paling rendah diantara ketiga jenis Snack Bar.

  • kandungan zat gizi dan tingkat kesukaan Snack Bar ubi jalar kedelai hitam sebagai alternatif makanan selingan penderita diabetes melitus tipe 2
    Journal of Nutrition College, 2013
    Co-Authors: Selma Avianty, Fitriyono Ayustaningwarno
    Abstract:

    Latar Belakang : Penderita diabetes melitus tipe 2 membutuhkan makanan selingan untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi serta mengontrol kadar glukosa darah. Ubi jalar dan kedelai hitam mengandung tinggi serat, amilosa, dan rendah indeks glikemik sehingga pembuatan Snack Bar ubi jalar kedelai hitam diharapkan menjadi makanan selingan dengan nilai gizi baik serta tidak menimbulkan hiperglikemia. Tujuan : Menganalisis kandungan zat gizi dan tingkat kesukaan Snack Bar ubi jalar dan kedelai hitam. Metode : Penelitian dengan rancangan acak lengkap 1 faktor yaitu tiga variasi warna ubi jalar, meliputi merah, kuning, dan ungu. Data kandungan gizi dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan uji Tukey, sedangkan tingkat kesukaan dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil : Satu takaran saji 56 g Snack Bar ubi merah, kuning, ungu secara berurutan mengandung 131,89; 149,79; 142,30 kkal energi, 30,86; 35,68; 33,32 g karbohidrat, 0,41; 0,39; 0,43g lemak, 1,19; 0,897; 1,28g protein, 1,74; 1,66; 2,13g serat , dan 10,24; 13,89; 8,91g amilosa . Hasil uji kesukaan warna, tekstur tertinggi pada Snack Bar ubi merah dan aroma,rasa tertinggi pada Snack Bar ubi kuning. Kesimpulan : Satu takaran saji 56 g ketiga variasi Snack Bar memiliki kandungan protein, lemak, serat lebih rendah, serta karbohidrat lebih tinggi dibandingkan perhitungan kandungan gizi makanan selingan yang dianjurkan bagi penderita diabetes melitus tipe 2. Uji tingkat kesukaan panelis terhadap aroma, warna, tekstur, dan rasa pada ketiga variasi Snack Bar memperoleh penilaian netral hingga suka.

Binar Panunggal - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • kandungan flavonoid total fenol dan antioksidan Snack Bar sorgum sebagai alternatif makanan selingan penderita diabetes mellitus tipe 2
    Journal of Nutrition College, 2015
    Co-Authors: Linda Isdamayani, Binar Panunggal
    Abstract:

    Latar Belakang: Sorgum merupakan pangan lokal yang mengandung komponen antioksidan seperti favonoid dan total fenol. Konsumsi sorgum dapat diolah menjadi produk makanan selingan berupa Snack Bar. Kandungan antioksidan pada sorgum bermanfaat sebagai pangan sumber antioksidan bagi penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2. Diabetes mellitus (DM) tipe 2 ditandai dengan hiperglikemia yang meningkatkan stres oksidatif. Stress oksidatif dapat berkembang menjadi komplikasi makro maupun mikrovaskuler. Tujuan: Menganalisis kadar flavonoid, total fenol, dan aktivitas antioksidan pada Snack Bar dari tiga jenis sorgum. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian rancangan acak lengkap satu faktor menggunakan variasi jenis sorgum (merah, putih, dan coklat). Analisis kadar flavonoid menggunakan allumunium chloride colorimetric, total fenol menggunakan Folin-Ciocalteu, dan aktivitas antioksidan dengan DPPH. Hasil: Kadar flavonoid, total fenol, dan aktivitas antioksidan Snack Bar sorgum merah 0.015mg QE/g, 2.508 mg GAE/g, dan 53.431 %; Snack Bar sorgum putih 0.016 mg QE/g, 1.343 mg GAE/g, dan 38.987 %; dan Snack Bar sorgum coklat 0.018 mg QE/g, 4.679 mg GAE/g, dan 64.431%. Ada perbedaan kadar total fenol dan aktivitas antioksidan, namun tidak ada perbedaan kadar flavonoid pada Snack Bar sorgum. Ada perbedaan kandungan flavonoid, total fenol, dan aktivitas antioksidan antara biji sorgum dan Snack Bar sorgum. Simpulan: Snack Bar sorgum coklat mengandung flavonoid, total fenol, dan aktivitas antioksidan tertinggi dibanding Snack Bar sorgum merah dan putih. Ada perbedaan kandungan flavonoid, total fenol, dan aktivitas antioksidan antara biji sorgum dan Snack Bar sorgum. Snack Bar sorgum putih paling disukai oleh panelis.

  • kandungan pati resisten amilosa dan amilopektin Snack Bar sorgum sebagai alternatif makanan selingan bagi penderita diabetes mellitus tipe 2
    Journal of Nutrition College, 2015
    Co-Authors: Ratna Fathurrizqiah, Binar Panunggal
    Abstract:

    Latar Belakang: Hiperglikemia pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 tidak terkontrol menyebabkan komplikasi penyakit, sehingga perlu pengaturan diet untuk mengontrol gula darah. Sorgum mengandung pati resisten, amilosa, dan amilopektin yang dapat menghambat kenaikan gula darah sehingga pembuatan sorgum sebagai Snack Bar dapat dijadikan sebagai alternatif makanan selingan penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Tujuan: Menganalisis kandungan pati resisten, amilosa, amilopektin, dan tingkat penerimaan Snack Bar sorgum. Metode: Penelitian ini menggunakan eksperimen acak lengkap 1 faktor dengan 3 variasi jenis sorgum yaitu sorgum warna merah, putih, dan coklat. Data kandungan pati resisten, amilosa, amilopektin dianalisis menggunakan uji One Way Anova dan tingkat penerimaan dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil:  Kandungan pati resisten, amilosa, amilopektin Snack Bar sorgum 7,88-8,44%, 2,81-5,41% dan 95,09-97,18%. Ketiga variasi jenis Snack Bar memiliki kandungan pati resisten, amilosa, dan amilopektin yang berbeda. Tingkat penerimaan Snack Bar sorgum meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa . Terdapat perbedaan yang signifikan pada warna Snack Bar sorgum. Kesimpulan: Kandungan pati resisten dan amilosa pada Snack Bar sorgum merah lebih tinggi dibandingkan Snack Bar sorgum putih dan coklat. Kandungan amilopektin tertinggi terdapat pada Snack Bar sorgum coklat. Snack Bar sorgum putih mendapat penilaian paling disukai dari segi warna, aroma, tekstur, dan rasa.

Ayustaningwarno F. - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Analisis Aktivitas Antioksidan, Kandungan Zat Gizi Makro dan Mikro Snack Bar Beras Warna sebagai Makanan Selingan Penderita Nefropati Diabetik
    Diponegoro University, 2013
    Co-Authors: Hakim V. P., Ayustaningwarno F.
    Abstract:

    Latar Belakang: Nefropati diabetik merupakan salah satu komplikasi mikrovaskuler akibat hiperglikemi yang bersifat kronis pada pasiaen diabetes mellitus. Strategi yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko atau memperlambat progresifitas nefropati diabetik adalah dengan melakukan penatalaksanaan diet yang tepat untuk mempertahankan status gizi optimal, mengendalikan glukosa darah, lipida darah, tekanan darah, asupan protein dan antioksidan, serta mempertahankan keseimbangan elektrolit. Modifikasi makanan selingan berupa Snack Bar menggunakan produk olahan beras warna serta bahan pengikat berupa inulin dan isomalt dapat menghasilkan produk yang menarik dengan kandungan zat gizi lebih baik.Tujuan: Menganalisis aktivitas antioksidan, kandungan zat gizi makro dan mikro Snack Bar beras warna, sehingga dapat diperoleh standar porsi Snack Bar beras warna yang dapat direkomendasikan sebagai makanan selingan penderita nefropati diabetik. Metode: Penelitian eksperimental acak lengkap 1 faktor yaitu 3 produk olahan beras warna meliputi brondong beras coklat, merah dan hitam. Data kandungan lemak, antioksidan, kalium dan fosfor, dianalisis dengan uji Tukey.Hasil: Kandungan zat gizi pada formulasi Snack Bar beras coklat dengan takaran saji 40 g adalah 160,39 kkal energi, 2,78 g protein, 1,42 g lemak, 34,04 g karbohidrat, 14,27 % aktivitas antioksidan, 46,82 mg kalium, 25,69 natrium, dan 0,16 mg fosfor. Kandungan zat gizi pada formulasi Snack Bar beras merah dengaan takaran saji 40 g adalah 158,47 kkal energi, 2,53 g protein, 1,51 g lemak, 33,68 g karbohidrat, 14,72 % aktivitas antioksidan, 34,44 mg kalium, 19,33 mg natrium, dan 0,11 mg fosfor. Kandungan zat gizi pada formulasi Snack Bar beras hitam dengan takaran saji 40 g adalah 157,14 kkal energi, 2,63 g protein, 1,30 g lemak, 33,73 g karbohidrat, 25,52 % aktivitas antioksidan, 47,46 mg kalium, 23,90 mg natrium, dan 0,19 mg fosfor.Kesimpulan: Semua Snack Bar beras warna memiliki kandungan protein dan lemak yang rendah namun kandungan karbohidrat lebih tinggi jika dibandingkan dengan hasil perhitungan kandungan zat gizi makanan selingan penderita nefropati diabetik. Snack Bar beras hitam memiliki aktivitas antioksidan (25,52 % per 100 g Snack Bar) yang paling tinggi diantara ketiga jenis Snack Bar. Snack Bar yang direkomendasikan adalah Snack Bar beras hitam

Novita Sabuluntika - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • pengaruh variasi pemberian Snack Bar ubi jalar kedelai hitam terhadap kadar superoksida dismutase sod darah
    Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 2014
    Co-Authors: Fitriyono Ayustaningwarno, Novita Sabuluntika
    Abstract:

    Background: Snack Bar from sweet potatoes and black soybeans is low GI, fat and calorie Snack which haveantioxidant content, such as β-carotene, anthocyanin, isoflavone, and antioxidant activity, so can be an alternativeSnack for patients with DM type 2. Antioxidants intake can prevent the oxidative stress that lead micro- and macrovascularcomplications in DM type 2. Antioxidant intake may preserve endogen antioxidant capacity, which is can bedetermined by analyzing SOD concentration.Objective: analyze effect variety of Snack Bar from sweet potatoes and black soybeans consume to SOD concentration.Methods: experimental post-pretest research used 3 varieties of sweet potato’s color (red, yellow, and purple)interventions. SOD concentration was analyzed by colorimetric. Statistic data was analyzed by dependent t-test andOne Way Anova.Results: No different between groups interventions Snack Bar from purple, yellow or red sweet potatoes (p=0,122).Group with Snack Bar from purple sweet potatoes intervention has lowest SOD decreasing percentage among otherintervention groups.Conclusion: Consume Snack Bar form purple sweet potatoes and black soybeans can preserve SOD concentrationbetter than consume Snack Bar form yellow or red sweet potatoes and black soybeans

  • kadar karoten antosianin isoflavon dan aktivitas antioksidan pada Snack Bar ubi jalar kedelai hitam sebagai alternatif makanan selingan penderita diabetes melitus tipe 2
    Journal of Nutrition College, 2013
    Co-Authors: Novita Sabuluntika, Fitriyono Ayustaningwarno
    Abstract:

    Latar Belakang: Hiperglikemia pada diabetes melitus (DM) tipe 2 menyebabkan peningkatan stres oksidatif yang dapat menimbulkan komplikasi makro dan mikrovaskuler. Stress oksidatif dapat diatasi dengan asupan pangan kaya antioksidan. Ubi jalar dan kedelai hitam merupakan pangan lokal mengandung antioksidan seperti b -karoten, antosianin dan isoflavon. Kombinasi kedua pangan tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku makanan selingan berupa Snack Bar, dimana produk ini praktis, ekonomis dan menarik dikonsumsi bagi penderita DM tipe 2. Tujuan: Menganalisis kadar b -karoten, antosianin, isoflavon, dan aktivitas antioksidan pada Snack Bar ubi jalar kedelai hitam. Metode: Merupakan penelitian dengan rancangan acak lengkap satu faktor, yakni variasi warna ubi jalar (merah, kuning dan ungu). Analisiskadar b -karoten menggunakan spektrofotometer , antosianin dengan perbedaan pH , isoflavon dengan HPLC dan aktivitas antioksidan dengan DPPH . Hasil: Kadar b -karoten, antosianin, isoflavon dan aktivitas antioksidan pada Snack Bar dengan ubi jalar ungu , yakni 144,5 m g/g , 56,2 9 mg/g , 18,6 69 mg/g protein , 40,2 3 % ; Snack Bar ubi jalar kuning, yakni 127,1 m g/g , 22,75 mg/g ,14,269  mg/g protein ,24,90 % ; dan Snack Bar dengan ubi jalar merah, yakni 99,3  m g/g ,47,40  mg/g , 10,975  mg/g protein ,17,21 % .Pada uji statistik t erdapat pengaruh variasi warna ubi jalar terhadap kadar b -karoten, antosianin, isoflavon,  dan aktivitas antioksidan pada Snack Bar. Simpulan: S nack Bar dengan ubi jalar ungu memiliki kadar dan aktivitas antioksidan paling tinggi di antara Snack Bar ubi jalar kuning dan merah .