The Experts below are selected from a list of 60 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

Hadi Hadi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Pengaruh lama waktu kematian terhadap kemampuan motilitas spermatozoa testis hewan coba post mortem yang diperiksa pada suhu kamar dan dingin
    2013
    Co-Authors: Afifatunnisa' Afifatunnisa', Soeharto Gato, Hadi Hadi
    Abstract:

    Latar Belakang: Dalam ilmu forensik ada beberapa metode penentuan lama waktu kematian yaitu livor mortis, Algor mortis, rigor mortis, dan pembusukkan. Metode tersebut terkadang dapat dipengaruhi oleh faktor perancu, sehingga dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu mengurangi bias akibat faktor perancu dan menentukan perkiraan lama waktu kematian dengan berupa motilitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat metode yang sudah ada sebelumnya. Tujuan: Mengetahui pengaruh lama waktu kematian terhadap motilitas spermatozoa testis hewan coba postmortem pada suhu kamar dan dingin. Metode: Jenis penelitian ini eksperimental dengan desain penelitian time series design. Sampel adalah 16 pasang testis sapi jantan dengan kriterian tertentu, dibagi secara random menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberi perlakuan suhu kamar dan kelompok ke 2 diberi perlakuan suhu dingin. Pengamatan motilitas spermatozoa dilakukan pada interval 6 jam, 12 jam, 18 jam, 24 jam post mortem, diamati dengan mikroskop dan dihitung jumlah spermatozoa motil. Uji statistik menggunakan Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Hasil: Rerata jumlah spermatozoa motil pada pengamatan 6jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam pada suhu kamar adalah 74,44, 61,44 , 24,25, 3,69 dan pada suhu dingin 80,44, 67,5, 34,38, 9,56. Pada Wilcoxon didapatkan perbedaan yang signifikan (p

  • PENGARUH PERBEDAAN SUHU DAN LAMA WAKTU KEMATIAN TERHADAP KEMAMPUAN PERGERAKAN SILIA CAVITAS NASI HEWAN COBA POST MORTEM (Sebagai Metode Penentuan Lamanya Waktu Kematian dan Mempelajari Faktor Suhu Yang Mempengaruhinya)
    2013
    Co-Authors: Ramadhan, Faja Akba, Soeharto Gato, Hadi Hadi
    Abstract:

    Latar belakang Kematian seluler terjadi sesaat setelah kematian somatis. Dalam bidang forensik penentuan lama waktu kematian sangat penting. Algor mortis, livor mortis, dan pembusukan merupakan contoh metode penentuan lama waktu kematian. Belum ada penentuan lama waktu kematian yang akurat. Walaupun individu sudah mati, silia akan tetap mempunyai kemampuan untuk bergerak. Hal ini yang akan dikaitkan dengan lama waktu kematian. Penelitian ini mencari faktor yang mempengaruhi pergerakan silia, seperti suhu dan lama waktu kematian. Tujuan Membuktikan apakah perbedaan suhu dan lama waktu kematian berpengaruh terhadap pergerakan silia cavitas nasi post mortem yang diambil dari mukosa cavitas nasi hewan coba untuk dikaitkan dengan lama waktu kematian. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan time series design dengan interval waktu yang telah ditentukan. Sampel penelitian berjumlah 32 sampel, 16 sampel diletakkan pada ruang terbuka sebagai suhu kamar dan 16 sampel diletakkan pada lemari es sebagai suhu dingin. Uji statistik menggunakan uji alternative paired t-test yaitu uji Wilcoxon. Hasil Pada 6 jam, 12 jam, dan 18 jam suhu kamar dan dingin didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu p=0,000, p=0,002, dan p =0,003. Pada 24 jam suhu kamar dan suhu dingin tidak didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu p=0,484. Kesimpulan Terdapat pengaruh perbedaan suhu dan lama waktu kematian pada 6, 12, dan 18 jam suhu kamar dan suhu dingin terhadap kemampuan pergerakan silia cavitas nasi hewan coba post mortem. Kata kunci: Silia, cavitas nasi, post mortem, suhu kamar, suhu dingin, lama waktu kematian

Soeharto Gato - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Pengaruh lama waktu kematian terhadap kemampuan motilitas spermatozoa testis hewan coba post mortem yang diperiksa pada suhu kamar dan dingin
    2013
    Co-Authors: Afifatunnisa' Afifatunnisa', Soeharto Gato, Hadi Hadi
    Abstract:

    Latar Belakang: Dalam ilmu forensik ada beberapa metode penentuan lama waktu kematian yaitu livor mortis, Algor mortis, rigor mortis, dan pembusukkan. Metode tersebut terkadang dapat dipengaruhi oleh faktor perancu, sehingga dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu mengurangi bias akibat faktor perancu dan menentukan perkiraan lama waktu kematian dengan berupa motilitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat metode yang sudah ada sebelumnya. Tujuan: Mengetahui pengaruh lama waktu kematian terhadap motilitas spermatozoa testis hewan coba postmortem pada suhu kamar dan dingin. Metode: Jenis penelitian ini eksperimental dengan desain penelitian time series design. Sampel adalah 16 pasang testis sapi jantan dengan kriterian tertentu, dibagi secara random menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberi perlakuan suhu kamar dan kelompok ke 2 diberi perlakuan suhu dingin. Pengamatan motilitas spermatozoa dilakukan pada interval 6 jam, 12 jam, 18 jam, 24 jam post mortem, diamati dengan mikroskop dan dihitung jumlah spermatozoa motil. Uji statistik menggunakan Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Hasil: Rerata jumlah spermatozoa motil pada pengamatan 6jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam pada suhu kamar adalah 74,44, 61,44 , 24,25, 3,69 dan pada suhu dingin 80,44, 67,5, 34,38, 9,56. Pada Wilcoxon didapatkan perbedaan yang signifikan (p

  • PENGARUH PERBEDAAN SUHU DAN LAMA WAKTU KEMATIAN TERHADAP KEMAMPUAN PERGERAKAN SILIA CAVITAS NASI HEWAN COBA POST MORTEM (Sebagai Metode Penentuan Lamanya Waktu Kematian dan Mempelajari Faktor Suhu Yang Mempengaruhinya)
    2013
    Co-Authors: Ramadhan, Faja Akba, Soeharto Gato, Hadi Hadi
    Abstract:

    Latar belakang Kematian seluler terjadi sesaat setelah kematian somatis. Dalam bidang forensik penentuan lama waktu kematian sangat penting. Algor mortis, livor mortis, dan pembusukan merupakan contoh metode penentuan lama waktu kematian. Belum ada penentuan lama waktu kematian yang akurat. Walaupun individu sudah mati, silia akan tetap mempunyai kemampuan untuk bergerak. Hal ini yang akan dikaitkan dengan lama waktu kematian. Penelitian ini mencari faktor yang mempengaruhi pergerakan silia, seperti suhu dan lama waktu kematian. Tujuan Membuktikan apakah perbedaan suhu dan lama waktu kematian berpengaruh terhadap pergerakan silia cavitas nasi post mortem yang diambil dari mukosa cavitas nasi hewan coba untuk dikaitkan dengan lama waktu kematian. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan time series design dengan interval waktu yang telah ditentukan. Sampel penelitian berjumlah 32 sampel, 16 sampel diletakkan pada ruang terbuka sebagai suhu kamar dan 16 sampel diletakkan pada lemari es sebagai suhu dingin. Uji statistik menggunakan uji alternative paired t-test yaitu uji Wilcoxon. Hasil Pada 6 jam, 12 jam, dan 18 jam suhu kamar dan dingin didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu p=0,000, p=0,002, dan p =0,003. Pada 24 jam suhu kamar dan suhu dingin tidak didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu p=0,484. Kesimpulan Terdapat pengaruh perbedaan suhu dan lama waktu kematian pada 6, 12, dan 18 jam suhu kamar dan suhu dingin terhadap kemampuan pergerakan silia cavitas nasi hewan coba post mortem. Kata kunci: Silia, cavitas nasi, post mortem, suhu kamar, suhu dingin, lama waktu kematian

Ramadhan, Faja Akba - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • PENGARUH PERBEDAAN SUHU DAN LAMA WAKTU KEMATIAN TERHADAP KEMAMPUAN PERGERAKAN SILIA CAVITAS NASI HEWAN COBA POST MORTEM (Sebagai Metode Penentuan Lamanya Waktu Kematian dan Mempelajari Faktor Suhu Yang Mempengaruhinya)
    2013
    Co-Authors: Ramadhan, Faja Akba, Soeharto Gato, Hadi Hadi
    Abstract:

    Latar belakang Kematian seluler terjadi sesaat setelah kematian somatis. Dalam bidang forensik penentuan lama waktu kematian sangat penting. Algor mortis, livor mortis, dan pembusukan merupakan contoh metode penentuan lama waktu kematian. Belum ada penentuan lama waktu kematian yang akurat. Walaupun individu sudah mati, silia akan tetap mempunyai kemampuan untuk bergerak. Hal ini yang akan dikaitkan dengan lama waktu kematian. Penelitian ini mencari faktor yang mempengaruhi pergerakan silia, seperti suhu dan lama waktu kematian. Tujuan Membuktikan apakah perbedaan suhu dan lama waktu kematian berpengaruh terhadap pergerakan silia cavitas nasi post mortem yang diambil dari mukosa cavitas nasi hewan coba untuk dikaitkan dengan lama waktu kematian. Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan time series design dengan interval waktu yang telah ditentukan. Sampel penelitian berjumlah 32 sampel, 16 sampel diletakkan pada ruang terbuka sebagai suhu kamar dan 16 sampel diletakkan pada lemari es sebagai suhu dingin. Uji statistik menggunakan uji alternative paired t-test yaitu uji Wilcoxon. Hasil Pada 6 jam, 12 jam, dan 18 jam suhu kamar dan dingin didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu p=0,000, p=0,002, dan p =0,003. Pada 24 jam suhu kamar dan suhu dingin tidak didapatkan perbedaan yang signifikan yaitu p=0,484. Kesimpulan Terdapat pengaruh perbedaan suhu dan lama waktu kematian pada 6, 12, dan 18 jam suhu kamar dan suhu dingin terhadap kemampuan pergerakan silia cavitas nasi hewan coba post mortem. Kata kunci: Silia, cavitas nasi, post mortem, suhu kamar, suhu dingin, lama waktu kematian

Afifatunnisa' Afifatunnisa' - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Pengaruh lama waktu kematian terhadap kemampuan motilitas spermatozoa testis hewan coba post mortem yang diperiksa pada suhu kamar dan dingin
    2013
    Co-Authors: Afifatunnisa' Afifatunnisa', Soeharto Gato, Hadi Hadi
    Abstract:

    Latar Belakang: Dalam ilmu forensik ada beberapa metode penentuan lama waktu kematian yaitu livor mortis, Algor mortis, rigor mortis, dan pembusukkan. Metode tersebut terkadang dapat dipengaruhi oleh faktor perancu, sehingga dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu mengurangi bias akibat faktor perancu dan menentukan perkiraan lama waktu kematian dengan berupa motilitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat metode yang sudah ada sebelumnya. Tujuan: Mengetahui pengaruh lama waktu kematian terhadap motilitas spermatozoa testis hewan coba postmortem pada suhu kamar dan dingin. Metode: Jenis penelitian ini eksperimental dengan desain penelitian time series design. Sampel adalah 16 pasang testis sapi jantan dengan kriterian tertentu, dibagi secara random menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberi perlakuan suhu kamar dan kelompok ke 2 diberi perlakuan suhu dingin. Pengamatan motilitas spermatozoa dilakukan pada interval 6 jam, 12 jam, 18 jam, 24 jam post mortem, diamati dengan mikroskop dan dihitung jumlah spermatozoa motil. Uji statistik menggunakan Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Hasil: Rerata jumlah spermatozoa motil pada pengamatan 6jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam pada suhu kamar adalah 74,44, 61,44 , 24,25, 3,69 dan pada suhu dingin 80,44, 67,5, 34,38, 9,56. Pada Wilcoxon didapatkan perbedaan yang signifikan (p

Bimo Ario Wicaksono - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • POLA Algor mortis AKIBAT INTOKSIKASI WARFARIN SEBAGAI PENENTU LAMA KEMATIAN (POST MORTEM INTERVAL) PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
    2018
    Co-Authors: Bimo Ario Wicaksono
    Abstract:

    Determination of post mortem interval (PMI) in animals under warfarin intoxication has not been widely studied. Post mortem interval (PMI) is important to determine the time of death. The time of death of the victim can be estimated by observation, recording, and good interpretation especially of post-mortal temperature changes (Algor mortis) The aim of this study was to determine the correlation of decreased post-mortem temperature (Algor mortis) to the time of death in rabbits (Oryctolagus cuniculus) due to warfarin intoxication. Observations were made by measuring rectal temperature every 1 hour for 24 hours. Based on this research, regression analysis of the treatment group shows a relationship between rectal temperature and time of death in the first 6 hours with R = 0.92, R2 = 0.85 with the regression equation Y = 17.2 - 0.43X. ( Y) Post Mortem Interval, (X) Rectal temperature (o C). It can be concluded that there is a correlation between the decrease in post-mortem body temperature (Algor mortis) to the time of death in rabbits (Oryctolagus cuniculus) due to warfarin intoxication.