The Experts below are selected from a list of 360 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

Erik Perdana Putra - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • pengaruh air kelapa muda cocos nucifera terhadap kualitas spermatozoa mencit mus musculus galur balb c yang terpapar allethrin sebagai sumber belajar pada mata kuliah fisiologi hewan erik perdana putra
    SKRIPSI Mahasiswa UM, 2019
    Co-Authors: Erik Perdana Putra
    Abstract:

    ABSTRAK Putra, Erik. P. 2012. Pengaruh Air Kelapa Muda (Cocos nucifera) Terhadap Kualitas Spermatozoa Mencit (Mus musculus) Galur Balb C Yang Terpapar Allethrin Sebagai Sumber Belajar Pada Mata Kuliah Fisiologi Hewan. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Umie Lestari, M.Si dan (II) Dr. Abdul Ghofur, M.Si Kata Kunci: Air kelapa muda, spermatozoa, allethrin Tanaman dan hewan menjadi objek yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat-obatan tradisional untuk penyembuhan berbagai macam penyakit, salah satu contoh tanaman tersebut adalah kelapa. Khususnya buah kelapa muda, airnya memiliki banyak khasiat yang dapat digunakan sebagai obat. Air kelapa muda mengandung vitamin C 2,2-3,4 mg/100 ml, sejumlah mineral nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, klorin, sulfur, dan besi. Selain itu, juga terkandung micronutrien lain seperti thiamin, riboflavin, asam folat dan selenium. Vitamin C dan mineral-mineral tersebut berperan sebagai antioksidan untuk menangkal dan menetralisir radikal bebas seperti senyawa allethtrin dari obat nyamuk bakar maupun elektrik. Allethrin adalah senyawa aktif berupa produk sintetik dari bahan kimia yang digunakan dalam insektisida komersial yang berasal dari insektisida alami pyrethrum yang disintesis dari bunga krisan (Chrysanthenim cinerariafolium). Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menganalisis pengaruh pemberian air kelapa muda (Cocos nucifera) terhadap kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus) galur balb c yang terpapar allethrin, (2) untuk mengevaluasi dan menghasilkan modul berbasis riset yang berisikan hasil penelitian pengaruh air kelapa muda (Cocos nucifera) terhadap kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus) galur balb c yang terpapar allethrin yang dapat dipergunakan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Fisiologi Hewan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan model rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 5 kelompok perlakuan dan masing-masing 5 ulangan, kelompok eksperimen diberikan konsentrasi air kelapa muda yang berbeda yaitu 25%, 50%, 75% dan 100% dan kelompok kontrol dengan aquades selama 36 hari. Setiap kelompok perlakuan sebelumnya juga diberikan paparan allethrin dari obat nyamuk elektrik selama 8 jam per hari. Pengambilan data dilakukan dengan cara mencacah kauda epididimis di dalam NaCl 0,9% sampai terbentuk suspensi, kemudian diamati kualitas spermatozoa yang meliputi konsentrasi, morfologi, viabilitas dan motilitas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian satu jalur (One Way ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh air kelapa muda terhadap kualitas spermatozoa mencit yang sebelumnya diberikan paparan allethrin. Air kelapa muda pada konsentrasi 100% menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan konsentrasi spermatozoa. Pada indikator morfologi, viabilitas dan motilitas, air kelapa muda pada konsentrasi 50% mulai berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kualitas spermatozoa mencit. Berdasarkan hasil penelitian ini dan kajian pustaka yang relevan, disusun sebuah bahan ajar berupa modul bagi mahasiswa pada mata kuliah Fisiologi Hewan pada pokok bahasan Sistem Reproduksi.

  • pengaruh air kelapa muda cocos nucifera terhadap kualitas spermatozoa mencit mus musculus galur balb c yang terpapar allethrin sebagai sumber belajar pada mata kuliah fisiologi hewan tesis
    DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013
    Co-Authors: Erik Perdana Putra, Umie Lestari, Abdul Ghofur
    Abstract:

    Plants and animals are often the object used by the people of Indonesia as a traditional medicine to cure various diseases , one example is the coconut . Especially young coconuts , its water has many benefits that can be used as medicine . Young coconut water contains vitamin C 2.2 to 3.4 mg/100 ml , a number of mineral nitrogen , phosphorus , potassium , magnesium , chlorine , sulfur , and iron . Moreover, it also contained micronutrien such as thiamin , riboflavin , folic acid and selenium . Vitamin C and the minerals act as antioxidants to counteract and neutralize free radicals such as allethtrin of mosquito coils and electric. Allethrin is the active compound in the form of synthetic chemical products used in a commercial insecticide derived from natural insecticide pyrethrum which is synthesized from chrysanthemums ( Chrysanthenim cinerariafolium ). This study aims to : (1) to analyze the effects of coconut water ( Cocos nucifera ) on the quality of spermatozoa of mice ( Mus musculus ) strains balb c were exposed to allethrin , (2) to evaluate and generate research -based module that contains the results of research on the effect of young coconut water ( Cocos nucifera ) on the quality of spermatozoa of mice ( Mus musculus ) strain balb c were exposed to allethrin that can be used as a learning resource on Animal Physiology Subject . This study uses a quantitative experiment approach the design followed randomized completely design . There are 5 treatment groups and each of the 5 repetition, the experimental group was given the different concentration of coconut water is 25 %, 50% , 75% and 100 % and the control group with aquades for 36 days . Each treatment group had also given exposure to allethrin of electrical coils for 8 hours per day. Data retrieval is done by chopping cauda epididymis in 0.9% NaCl to form a suspension , and then observed the quality of spermatozoa which includes concentration , morphology , viability and motility . Data were analyzed using one-way analysis of variance ( One Way ANOVA ). The results showed that the effect of coconut water on the quality of spermatozoa of mice previously given exposure to allethrin . The young coconut water at a concentration of 100% indicates a significant effect in increasing the concentration of spermatozoa . At indicators morphology , viability and motility , young coconut water at a concentration of 50% began to significantly improve the quality of spermatozoa in mice . Based on the results of this study and the relevant literature , compiled a module in the form of teaching materials for the college students in Animal Physiology courses on the subject of Reproductive System . Tanaman dan hewan menjadi objek yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat-obatan tradisional untuk penyembuhan berbagai macam penyakit, salah satu contoh tanaman tersebut adalah kelapa. Khususnya buah kelapa muda, airnya memiliki banyak khasiat yang dapat digunakan sebagai obat. Air kelapa muda mengandung vitamin C 2,2-3,4 mg/100 ml, sejumlah mineral nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, klorin, sulfur, dan besi. Selain itu, juga terkandung micronutrien lain seperti thiamin , riboflavin, asam folat dan selenium. Vitamin C dan mineral-mineral tersebut berperan sebagai antioksidan untuk menangkal dan menetralisir radikal bebas seperti senyawa allethtrin dari obat nyamuk bakar maupun elektrik. Allethrin adalah senyawa aktif berupa produk sintetik dari bahan kimia yang digunakan dalam insektisida komersial yang berasal dari insektisida alami pyrethrum yang disintesis dari bunga krisan ( Chrysanthenim cinerariafolium ). Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menganalisis pengaruh pemberian air kelapa muda ( Cocos nucifera ) terhadap kualitas spermatozoa mencit ( Mus musculus ) galur balb c yang terpapar allethrin , (2) untuk mengevaluasi dan menghasilkan modul berbasis riset yang berisikan hasil penelitian pengaruh air kelapa muda ( Cocos nucifera ) terhadap kualitas spermatozoa mencit ( Mus musculus ) galur balb c yang terpapar allethrin yang dapat dipergunakan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Fisiologi Hewan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan model rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 5 kelompok perlakuan dan masing-masing 5 ulangan, kelompok eksperimen diberikan konsentrasi air kelapa muda yang berbeda yaitu 25%, 50%, 75% dan 100% dan kelompok kontrol dengan aquades selama 36 hari. Setiap kelompok perlakuan sebelumnya juga diberikan paparan allethrin dari obat nyamuk elektrik selama 8 jam per hari. Pengambilan data dilakukan dengan cara mencacah kauda epididimis di dalam NaCl 0,9% sampai terbentuk suspensi, kemudian diamati kualitas spermatozoa yang meliputi konsentrasi, morfologi, viabilitas dan motilitas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian satu jalur ( One Way ANOVA) . Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh air kelapa muda terhadap kualitas spermatozoa mencit yang sebelumnya diberikan paparan allethrin . Air kelapa muda pada konsentrasi 100% menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan konsentrasi spermatozoa. Pada indikator morfologi, viabilitas dan motilitas, air kelapa muda pada konsentrasi 50% mulai berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kualitas spermatozoa mencit. Berdasarkan hasil penelitian ini dan kajian pustaka yang relevan, disusun sebuah bahan ajar berupa modul bagi mahasiswa pada mata kuliah Fisiologi Hewan pada pokok bahasan Sistem Reproduksi. Keyword: young coconut water, spermatozoa, allethrin

Abdul Ghofur - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • pengaruh air kelapa muda cocos nucifera terhadap kualitas spermatozoa mencit mus musculus galur balb c yang terpapar allethrin sebagai sumber belajar pada mata kuliah fisiologi hewan tesis
    DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2013
    Co-Authors: Erik Perdana Putra, Umie Lestari, Abdul Ghofur
    Abstract:

    Plants and animals are often the object used by the people of Indonesia as a traditional medicine to cure various diseases , one example is the coconut . Especially young coconuts , its water has many benefits that can be used as medicine . Young coconut water contains vitamin C 2.2 to 3.4 mg/100 ml , a number of mineral nitrogen , phosphorus , potassium , magnesium , chlorine , sulfur , and iron . Moreover, it also contained micronutrien such as thiamin , riboflavin , folic acid and selenium . Vitamin C and the minerals act as antioxidants to counteract and neutralize free radicals such as allethtrin of mosquito coils and electric. Allethrin is the active compound in the form of synthetic chemical products used in a commercial insecticide derived from natural insecticide pyrethrum which is synthesized from chrysanthemums ( Chrysanthenim cinerariafolium ). This study aims to : (1) to analyze the effects of coconut water ( Cocos nucifera ) on the quality of spermatozoa of mice ( Mus musculus ) strains balb c were exposed to allethrin , (2) to evaluate and generate research -based module that contains the results of research on the effect of young coconut water ( Cocos nucifera ) on the quality of spermatozoa of mice ( Mus musculus ) strain balb c were exposed to allethrin that can be used as a learning resource on Animal Physiology Subject . This study uses a quantitative experiment approach the design followed randomized completely design . There are 5 treatment groups and each of the 5 repetition, the experimental group was given the different concentration of coconut water is 25 %, 50% , 75% and 100 % and the control group with aquades for 36 days . Each treatment group had also given exposure to allethrin of electrical coils for 8 hours per day. Data retrieval is done by chopping cauda epididymis in 0.9% NaCl to form a suspension , and then observed the quality of spermatozoa which includes concentration , morphology , viability and motility . Data were analyzed using one-way analysis of variance ( One Way ANOVA ). The results showed that the effect of coconut water on the quality of spermatozoa of mice previously given exposure to allethrin . The young coconut water at a concentration of 100% indicates a significant effect in increasing the concentration of spermatozoa . At indicators morphology , viability and motility , young coconut water at a concentration of 50% began to significantly improve the quality of spermatozoa in mice . Based on the results of this study and the relevant literature , compiled a module in the form of teaching materials for the college students in Animal Physiology courses on the subject of Reproductive System . Tanaman dan hewan menjadi objek yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat-obatan tradisional untuk penyembuhan berbagai macam penyakit, salah satu contoh tanaman tersebut adalah kelapa. Khususnya buah kelapa muda, airnya memiliki banyak khasiat yang dapat digunakan sebagai obat. Air kelapa muda mengandung vitamin C 2,2-3,4 mg/100 ml, sejumlah mineral nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, klorin, sulfur, dan besi. Selain itu, juga terkandung micronutrien lain seperti thiamin , riboflavin, asam folat dan selenium. Vitamin C dan mineral-mineral tersebut berperan sebagai antioksidan untuk menangkal dan menetralisir radikal bebas seperti senyawa allethtrin dari obat nyamuk bakar maupun elektrik. Allethrin adalah senyawa aktif berupa produk sintetik dari bahan kimia yang digunakan dalam insektisida komersial yang berasal dari insektisida alami pyrethrum yang disintesis dari bunga krisan ( Chrysanthenim cinerariafolium ). Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menganalisis pengaruh pemberian air kelapa muda ( Cocos nucifera ) terhadap kualitas spermatozoa mencit ( Mus musculus ) galur balb c yang terpapar allethrin , (2) untuk mengevaluasi dan menghasilkan modul berbasis riset yang berisikan hasil penelitian pengaruh air kelapa muda ( Cocos nucifera ) terhadap kualitas spermatozoa mencit ( Mus musculus ) galur balb c yang terpapar allethrin yang dapat dipergunakan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Fisiologi Hewan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan model rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 5 kelompok perlakuan dan masing-masing 5 ulangan, kelompok eksperimen diberikan konsentrasi air kelapa muda yang berbeda yaitu 25%, 50%, 75% dan 100% dan kelompok kontrol dengan aquades selama 36 hari. Setiap kelompok perlakuan sebelumnya juga diberikan paparan allethrin dari obat nyamuk elektrik selama 8 jam per hari. Pengambilan data dilakukan dengan cara mencacah kauda epididimis di dalam NaCl 0,9% sampai terbentuk suspensi, kemudian diamati kualitas spermatozoa yang meliputi konsentrasi, morfologi, viabilitas dan motilitas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian satu jalur ( One Way ANOVA) . Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh air kelapa muda terhadap kualitas spermatozoa mencit yang sebelumnya diberikan paparan allethrin . Air kelapa muda pada konsentrasi 100% menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan konsentrasi spermatozoa. Pada indikator morfologi, viabilitas dan motilitas, air kelapa muda pada konsentrasi 50% mulai berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kualitas spermatozoa mencit. Berdasarkan hasil penelitian ini dan kajian pustaka yang relevan, disusun sebuah bahan ajar berupa modul bagi mahasiswa pada mata kuliah Fisiologi Hewan pada pokok bahasan Sistem Reproduksi. Keyword: young coconut water, spermatozoa, allethrin

Syalfinaf Manaf - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • PENGARUH EKSTRAK JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG TERPAPAR ZAT ALLETHRIN
    2019
    Co-Authors: Puspasari Ririn, Kartika Sari, Syalfinaf Manaf
    Abstract:

    Latar Belakang: Allethrin adalah salah satu bahan aktif yang dipakai pada beberapa merek anti nyamuk elektrik. Allethrin yang terinhalasi dapat terakumulasi di dalam alveolus membentuk radikal bebas. Hal ini menyebabkan makrofag alveolar tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga terjadi kerusakan pada membran dan lumen alveolus berupa penyempitan lumen alveolus dan kematian sel. Ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa) mengandung timokuinon, flavonoid dan saponin yang berperan sebagai antioksidan dan anti inflamasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental post test only control group design. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 5 kelompok secara acak, yaitu kelompok kontrol negatif (C1), kelompok yang dipaparkan allethrin (C2), kelompok perlakuan 1 (P1) dipaparkan allethrin + ekstrak jintan hitam 2000 mg/kg BB, kelompok perlakuan 2 (P2) dipaparkan allethrin + ekstrak jintan hitam 2500 mg/kg BB, kelompok perlakuan 3 (P3) dipaparkan allethrin + ekstrak jintan hitam 3000 mg/kg BB. Paparan allethrin diberikan selama 8 jam/hari dan dilanjutkan dengan pemberian ekstrak jintan hitam. Perlakuan diberikan selama 45 hari. Pengambilan organ paru dilakukan pada hari ke-46 setelah tikus dieuthanasia untuk dibuat preparat paru. Kerusakan paru dinilai menggunakan sistem skoring American Thoracic Society. Data kemudian dianalisis dengan uji OneWay-ANOVA dan uji Post Hoc LSD. Hasil Penelitian: Hasil uji OneWay-ANOVA dan uji Post Hoc LSD menunjukan hasil yang bermakna (p=0,002) antara C1 dengan C2, C1 dengan P1, C1 dengan P2, C2 dengan P3, dan P1 dengan P3. Kesimpulan: Pemberian ekstrak biji jintan hitam dosis 3000 mg/kg BB memiliki pengaruh yang signifikan dalam mencegah kerusakan paru tikus yang diberi paparan allethrin 8 jam/hari yang dapat dibuktikan secara statistik. Kata kunci: Allethrin, Nigella sativa, Rattus norvegicus, gambaran histologi par

Yulia Nur Hasanah - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • perbedaan daya hidup nyamuk aedes aegypti setelah dipapar lc50 ekstrak bangle zingiber purpureum dan anti nyamuk cair berbahan aktif d allethrin dan transflutrin
    Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 2015
    Co-Authors: Yulia Nur Hasanah, Nur Endah Wahyuningsih, Yusniar D Hanani
    Abstract:

    Dengue hemorrhagic fever is a disease caused by the dengue virus and transmitted by Aedes aegypti. Mostly, mosquito control uses synthetic insecticides that can cause resistance in mosquitoes and pollution in the environment so we can choose alternative natural insecticides from plants such as bangle (Zingiber purpureum) which contain essential oils, saponins, flavonoids, tannins and resins. This study aimed to analyze the difference vitality of Aedes aegypti L. after exposed LC 50 bangle extract (zingiber purpureum Roxb.) and liquid mosquito insecticides d-allethrin and transflutrin. This study was a true experiment with post test only group design used Aedes aegypti population with aged 2-5 days are reared in B2P2VRP Laboratory in Salatiga, Central Java and use 900 mosquitoes for samples. Results of probit analysis LC 50 of bangle extract was 660.000 ppm, d-allethrin was 36 ppm and transfluthrin was 27 ppm. The study showed difference of longevity Aedes aegypti among control and exposed group bangle, bangle and d-allethrin, bangle and transfluthrin (p = 0.0001)(Post Hoc, Tukey). There was no difference of  Aedes aegypti longevity among the control, d-allethrin (p = 0.074) and transfluthrin (p = 0.999), moreover there was also no difference of Aedes aegypti longevity between  exposed group d-allethrin and transfluthrin (p = 0.094). The result showed no difference the number of surviving Aedes aegypti among control, exposed group of bangle, d-allethrin and transfluthrin (p = 0,607) (Kruskal Wallis).

  • perbedaan daya hidup nyamuk aedes aegypti l setelah dipapar lc50 ekstrak bangle zingiber purpureum roxb dan anti nyamuk cair berbahan aktif d allethrin dan transfluthrin
    2014
    Co-Authors: Yulia Nur Hasanah
    Abstract:

    Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian nyamuk paling banyak menggunakan insektisida sintetis yang menyebabkan resistensi pada nyamuk dan pencemaran lingkungan. Alternatif lain adalah penggunaan insektisida nabati yang berasal dari tumbuhan seperti bangle (Zingiber purpureum) yang mengandung minyak atsiri, saponin, flavonoid, tanin dan damar. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan daya hidup nyamuk Aedes aegypti setelah dipapar LC50 ekstrak bangle dan anti nyamuk cair berbahan aktif d-allethrin dan transfluthrin. Penelitian ini merupakan true experiment dengan post test only group design menggunakan populasi nyamuk Aedes aegypti berumur 2-5 hari yang dipelihara di Laboratorium B2P2VRP Salatiga, Jawa Tengah dengan jumlah sampel sebanyak 900 ekor nyamuk. Hasil analisis probit diperoleh LC50 sebesar 660.000 ppm untuk ekstrak bangle, 36 ppm untuk d-allethrin dan 27 ppm untuk transfluthrin. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna lama hidup nyamuk Aedes aegypti antara kelompok kontrol dengan kelompok bangle, kelompok bangle dengan kelompok d-allethrin dan kelompok bangle dengan kelompok transfluthrin (0,0001).(Post hoc, Tukey) Lama hidup nyamuk Aedes aegypti /i> pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan bermakna dengan lama hidup nyamuk Aedes aegypti pada kelompok d-allethrin (p = 0,074) dan transfluthrin (p = 0,999). Selain itu tidak ada perbedaan bermakna juga pada lama hidup nyamuk Aedes aegypti pada kelompok d-allethrin dan transfluthrin (p = 0,094). Hasil uji beda jumlah nyamuk survive menunjukkan tidak ada beda jumlah nyamuk Aedes aegypti survive pada kelompok kontrol dan kelompok terpapar LC50 ekstrak bangle, obat nyamuk cair d-allethrin dan transfluthrin (p = 0,607) (Kruskal Wallis). Kata Kunci: Aedes aegypti, ekstrak bangle, d-allethrin, transfluthrin, daya hidup

Manaf Syalfinaf - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • pengaruh ekstrak jintan hitam nigella sativa terhadap gambaran histopatologi hepar tikus putih rattus norvegicus yang terpapar zat allethrin
    2018
    Co-Authors: Asteria Marisadonna, Manaf Syalfinaf
    Abstract:

    Latar Belakang:Allethrin terdapat dalam anti nyamuk elektrik dapatmasuk secara inhalasi dan diikat darah sehingga diedarkan ke seluruh tubuh. Allethrin bersifat radikal bebas menyebabkan penghambatan enzim mikrosom hepar yang dapat merusak jalan detoksifikasi dasar sehingga menimbulkan nekrosis pada sel-sel hepar. Ekstrak biji Nigella sativa mengandung thymoquinone yang memiliki kemampuan sebagai hepatoprotektor. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental post test only control group design. Subjek penelitian menggunakan 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (C1), kelompok kontrol positif (C2) dipaparkan allethrin selama 8 jam, kelompok perlakuan 1 (P1) dipaparkan allethrin selama 8 jam lalu diberikan ekstrak N. sativa 2000 mg/kgBB, kelompok perlakuan 2 (P2) dipaparkan allethrin selama 8 jam lalu diberikan ekstrak N. sativa 2500 mg/kgBB, kelompok perlakuan 3 (P3) dipaparkan allethrin selama 8 jam lalu diberikan ekstrak N. sativa 3000mg/kgBB, semua kelompok mendapat perlakuan selama 45 hari. Pada hari ke 46 tikus dieuthanasia, diambil organ hepar dan dilakukan pembuatan preparat hepar. Penilaian keadaan hepar dilakukan menggunakan sistem skoring Manja Roenigk. Data dianalisis dengan uji One Way ANOVA dan uji Post Hoc LSD. Hasil Penelitian: Hasil uji One Way ANOVA menunjukan terdapat perbedaan skor kerusakan hepatosit yang bermakna antar kelompok dengan nilai p yaitu 0,002. Pada penilaian skor kerusakan kelompok P1,P2 dan P3 memiliki skor yang lebih rendah dibanding C2 dengan urutan C2>P1>P2>P3 meskipun P3 tidak sebaik C1. Kesimpulan: Pemberian ekstrak jintan hitam (Nigella sativa) dosis bertingkat yaitu 2500 dan 3000 mg/kgBB mampu mencegah kerusakan sel hepatosit yang dinilai dari skoring dan secara statistik uji post hoc LSD terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai p yaitu 0,038 dan 0,019. Kata kunci: Allethrin, Nigella sativa, Rattus norvegicus, gambaran histologi hepar