The Experts below are selected from a list of 360 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Diah Ariana - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Perbedaan Zona Hambat Terhadap Jamur Malassezia Furfur Antara Pemberian Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum Linn) Dengan Ekstrak Kulit Umbi Bawang Putih (Allium sativum Linn)
Universitas Muhammadiyah Surabaya, 2018Co-Authors: Diah ArianaAbstract:Tinea versicolor or pitiriasis versicolor is a skin disorder caused by Malassezia furfur infection which is a fungal infection on the skin of the chronic surface. Clinical features is in the form of fine spots that colored white to brown black, this infection is also called a skin fungus with blotches. Treatment of Tinea versicolor can use chemical or traditional medicine. Chemical treatments such as creams or ointments cause sticky taste, while one of the traditional medicine is the bulb and skin of the garlic bulb (Allium sativum Linn) containing allicin substances that are efficacious as an anti-fungal. This research is an experimental research with the aim to know the difference of inhibition zone to Malessezia furfur fungus. There are 3 treatments with 9 repetitions. The extraction method used is the soxhlet method. Anti-fungal activity test was done by using rating method, Saboroud Dextrose Agar (SDA) media which has been inoculated with suspension of Malassezia furfur with concentration 1.5x108 CFU/ml (Mc Farland standard). Result of data analysis obtained by ANOVA p = 0,000 < α = 0,05, that there is difference of inhibition zone from treatment of garlic bulb extract and skin of garlic bulb (Allium sativum Linn). It is indicated that there is effect of giving garlic bulb extract (Allium sativum Linn) and garlic bulb skin (Allium sativum Linn) to Malassezia furfur fungus. Further tests were performed to compare mean treatment i.e. HSD test. It was obtained sig (p) 0,016 > α 0,05 which means bulb extract and garlic bulb skin (Allium sativum Linn) have different effect. Keywords: Tinea versicolor, Malassezia furfur, garlic bulb
Ariana Diah - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Perbedaan Zona Hambat Terhadap Jamur Malassezia Furfur Antara Pemberian Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum Linn) Dengan Ekstrak Kulit Umbi Bawang Putih (Allium sativum Linn)
'Universitas Muhammadiyah Surabaya', 2018Co-Authors: Ariana DiahAbstract:Tinea versicolor or pitiriasis versicolor is a skin disorder caused by Malassezia furfur infection which is a fungal infection on the skin of the chronic surface. Clinical features is in the form of fine spots that colored white to brown black, this infection is also called a skin fungus with blotches. Treatment of Tinea versicolor can use chemical or traditional medicine. Chemical treatments such as creams or ointments cause sticky taste, while one of the traditional medicine is the bulb and skin of the garlic bulb (Allium sativum Linn) containing allicin substances that are efficacious as an anti-fungal. This research is an experimental research with the aim to know the difference of inhibition zone to Malessezia furfur fungus. There are 3 treatments with 9 repetitions. The extraction method used is the soxhlet method. Anti-fungal activity test was done by using rating method, Saboroud Dextrose Agar (SDA) media which has been inoculated with suspension of Malassezia furfur with concentration 1.5x108 CFU/ml (Mc Farland standard). Result of data analysis obtained by ANOVA p = 0,000 α 0,05 which means bulb extract and garlic bulb skin (Allium sativum Linn) have different effect. Keywords: Tinea versicolor, Malassezia furfur, garlic bulb
Kurniawati, Rizka Dwi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Efektivitas krim kombinasi ekstrak Golden stichopus variegatus dan Allium sativum pada gangren tikus putih dengan parameter jumlah fibroblas dan kolagen
2020Co-Authors: Kurniawati, Rizka DwiAbstract:Gangren adalah kematian jaringan yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah yang menyertai penderita DM. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan krim dari bahan tradisional dan biota laut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas krim kombinasi ekstrak teripang emas dan bawang putih. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yakni kelompok basis (K-), betason-N (K+), ekstrak teripang emas (P1) dan kombinasi ekstrak teripang emas dan bawang putih (P2). Tikus yang telah dibuat luka gangren diberi perlakuan kemudian diamati jumlah fibroblas dan ketebalan kolagen pada hari ke-7 dan ke-14. Analisis data menggunakan One Way Anova dilanjutkan uji Duncan Test. Dilakukan uji homogenitas, distribusi normalitas data dengan uji Kolmogorov-Smirnow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim kombinasi ekstrak Golden stichopus variegatus dan Allium sativum dapat meningkatkan jumlah fibroblas dan ketebalan kolagen secara signifikan pada hari ke-7 dan ke-14. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa krim kombinasi ekstrak Golden stichopus variegatus dan Allium sativum lebih efektif mempercepat proses penyembuhan luka gangren
Putri, Ajeng Maharani - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Uji Potensi Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum) sebagai Penghambat Pembentukan Biofilm Staphylococcus aureus secara In Vitro.
2018Co-Authors: Putri, Ajeng MaharaniAbstract:Staphylococcus aureus merupakan flora normal yang dapat bersifat patogen pada tubuh manusia dan mampu menyebabkan bakteremia, pneumonia, endocarditis, dan osteomyelitis. Bakteri ini memperparah penyakit dan mempersulit terapi dengan membentuk biofilm. Bawang putih (Allium sativum) banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan obat tradisional di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan potensi ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum) sebagai penghambat pembentukan biofilm pada Staphylococcus aureus secara in vitro. Desain penelitian ini adalah true experimental-post test only group design dengan menggunakan uji tabung untuk mengamati pembentukan biofilm. Kemudian hasil tabung difoto untuk dibaca nilai Mean Gray Value dan diukur menggunakan Adobe Photoshop CS6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai Mean Gray Value searah dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, disertai dengan penipisan cincin biofilm pada tabung di area airfluid border. Pada analisis didapatkan bahwa terdapat korelasi signifikan antara konsentrasi ekstrak dan nilai Mean Gray Value (Korelasi, p
Dewantari, Maria Rinonce - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Uji Potensi Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum) Sebagai Penghambat Pembentukan Biofilm P. aeruginosa Secara In Vitro.
2018Co-Authors: Dewantari, Maria RinonceAbstract:P. aeruginosa merupakan salah satu patogen penyebab infeksi nosokomial dengan kasus resistensi antibiotika yang tinggi. Resistensi bakteri tersebut diakibatkan proses pembentukan biofilm. Bawang putih (Allium sativum) sebagai bahan pengganti obat yang memiliki senyawa organosulfur seperti aliin, aliicin, minyak atsiri dan ajoene sebagai antibiofilm melalui mekanisme pencegahan quorum sensing pada bakteri P. aeruginosa . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak etanol bawang putih sebagai penghambat pembentukan biofilm P. aeruginosa secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode tabung dengan 4 kali pengulangan. Terdapat 6 kelompok dengan 5 kelompok perlakuan dengan konsentrasi 7%; 8%; 9%; 10%; 11%, kontrol negatif berisi ekstrak konsentrasi 0%. Hasil dari perlakuan tersebut didokumentasi lalu menghitung mean gray value dengan aplikasi Photoshop CS6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara visual terlihat penipisan cincin biofilm pada tabung dan dengan mean gray value terdapat peningkatan nilai yang searah dengan konsentrasi ekstrak. Uji One Way Anova didapatkan signifikansi p=0,000 (p