The Experts below are selected from a list of 360 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
M H Kroll - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
complex analyte dependent and analyte independent interferences with conjugated bilirubin in the enzymatic phenol Aminophenazone peroxidase pap method for creatinine determination
Clinical Chemistry and Laboratory Medicine, 1993Co-Authors: C D Eng, R Delgado, M H KrollAbstract:Although bilirubin interferes with the enzymatic assays for creatinine, neither a consensus of the degree of interference nor the mechanism has been established. Using multiple regression analysis, we demonstrate that the interference is negative and caused by both analyte-dependent and analyte-independent mechanisms. Furthermore, the correlative model includes terms non-linear with respect to creatinine. In the kinetic creatinine phenol-Aminophenazone peroxidase method, there are analyte-dependent and analyte-independent mechanisms at work. The multivariate equation is: Crea' = 0.9879 Crea - 0.4524 Bili - 0.000828 Crea x Bili + 2.094 x 10(-7) Crea2 x Bili + 5.0 (Crea' = measured creatinine (mumol/l), Crea = true creatinine (mumol/l), and Bili = conjugated bilirubin (mumol/l)). The endpoint mode was affected less than the kinetic mode and exhibited different relationships in which two models describe the interference equally well. One is strictly analyte-dependent: Crea' = 0.9991 Crea - 0.00203 Crea x Bili + 2.390 x 10(-6) Crea2 x Bili - 1.464 x 10(-9) Crea3 x Bili + 3.261 x Bili + 3.261 x 10(-13) Crea4 x Bili - 9.9. The other is a complex combined analyte-dependent and analyte-independent: Crea' = 0.9834 Crea - 0.00680 Crea x Bili + 2.477 x 10(-7) Crea2 x Bili - 3.233 x 10(-7) Crea x Bili2 + 0.4652 Bili - 0.000458 Bili2 + 12.2. These models are valid for creatinine concentrations up to 2200 mumol/l (24.9 mg/dl) and bilirubin up to 660 mumol/l (38.6 mg/dl). The interference increases with increments of either bilirubin or creatinine. In addition, we found that unconjugated bilirubin interferes differently from conjugated bilirubin in degree and mechanism. Model building, contour plots, surface plots, and possible mechanisms are discussed. We propose multiple regression analysis as the proper way to evaluate interferences because analyte-dependence can be easily missed by simple regression analysis. True creatinine concentrations can be estimated despite the interference from conjugated bilirubin. Other phenol-Aminophenazone peroxidase methods may be similarly affected.
-
Complex Analyte-Dependent and Analyte-Independent Interferences with Conjugated Bilirubin in the Enzymatic Phenol-Aminophenazone Peroxidase (PAP) Method for Creatinine Determination
1993Co-Authors: M H KrollAbstract:Summary: Although bilirubin interferes with the enzymatic assays for creatinine, neither a consensus of the degree of interference nor the mechanism has been established. Using multiple regression analysis, we demonstrate that the interference is negative and caused by both analyte-dependent and analyte-independent mechanisms. Furthermore, the correlative model includes terms non-linear with respect to creatinine. In the kinetic creatinine phenol-Aminophenazone peroxidase method, there are analyte-dependent and analyte-independent mechanisms at work. The multivariate equation is: Crea ' = 0.9879 Crea — 0.4524 Bili — 0.000828 Crea χ Bili + 2.094 χ 10~7 Crea2 χ Bili + 5.0 (Crea ' = measured creatinine (μτηοΐ/ΐ), Crea = true creatinine (μιηοΐ/ΐ), and Bili = conjugated bilirubin (μιηοΐ/ΐ)). The endpoint mode was affected less than the kinetic mode and exhibited different relationships in which two models describe the interference equally well. One is strictly analyte-dependent: Crea ' = 0.9991 Crea- 0.00203 Crea χ Bili + 2.390 χ 10~6 Crea
Kusumastuti A. C. - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Perbedaan Kadar Kolesterol Total Dan Trigliserida Sebelum Dan Setelah Pemberian Sari Daun Cincau Hijau (Premna Oblongifolia Merr) Pada Tikus Dislipidemia
'Faculty of Engineering Diponegoro University', 2013Co-Authors: Budiyono W., Kusumastuti A. C.Abstract:Latar Belakang : Dislipidemia merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah berhubungan erat dengan meningkatnya kejadian penyakit tersebut. Cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) merupakan tanaman yang mengandung serat dan klorofil yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida. Perlu dilakukan analisis untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol total dan trigliserida sebelum dan setelah pemberian sari daun cincau hijau. Metode : Penelitian ini adalah penelitian experimental labolatory dengan randomized control groups pre-post design. Subjek dalam penelitian ini adalah tikus jantan galur Sprague Dawley umur 7-8 minggu yang diinduksi dislipidemia, diberi sari daun cincau hijau sebanyak 2,7 ml dan 5,4 ml selama 28 hari. Kadar kolesterol total dan trigliserida diukur dengan menggunakan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase - Para Aminophenazone) dan GPO-PAP (Glycerol Phosphate Oxidase – Para Aminophenazone). Normalitas data diuji dengan Shapiro Wilks, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t berpasangan dan dianalisis menggunakan uji statistik parametrik Anova dan non parametrik Kruskal Wallis dilanjutkan dengan analisis Post Hoc. Hasil : Pemberian sari daun cincau hijau (Premna oblogifolia Merr) dengan dosis 5,4 ml pada tikus mampu menurunkan kadar trigliserida secara bermakna dari 102,86±20,07 mg/dl menjadi 84,14±23,75 mg/dl (p <0,05). Terjadi peningkatan kadar kolesterol total secara bermakna (p <0,05) pada kelompok dengan pemberian sari daun cincau hijau (Premna oblogifolia Merr) dengan dosis 2,7 ml dan 5,4 ml, yang masing-masing mengalami peningkatan 13,14±6,41 mg/dl dan 20,29±10,84 mg/dl. Kesimpulan : Sari daun cincau hijau 5,4 ml/hari mampu menurunkan kadar trigliserida tikus Sprague dawley dislipidemia secara bermakna ±18%
Candra Aryu - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN SARI DAUN CINCAU HIJAU (PREMNA OBLONGIFOLIA MERR) PADA TIKUS DISLIPIDEMIA
2013Co-Authors: Budiyono Wahyu, Candra AryuAbstract:Latar Belakang : Dislipidemia merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah berhubungan erat dengan meningkatnya kejadian penyakit tersebut. Cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) merupakan tanaman yang mengandung serat dan klorofil yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida. Perlu dilakukan analisis untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol total dan trigliserida sebelum dan setelah pemberian sari daun cincau hijau. Metode : Penelitian ini adalah penelitian experimental labolatory dengan randomized control groups pre-post design. Subjek dalam penelitian ini adalah tikus jantan galur Sprague Dawley umur 7-8 minggu yang diinduksi dislipidemia, diberi sari daun cincau hijau sebanyak 2,7 ml dan 5,4 ml selama 28 hari. Kadar kolesterol total dan trigliserida diukur dengan menggunakan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase - Para Aminophenazone) dan GPO-PAP (Glycerol Phosphate Oxidase – Para Aminophenazone). Normalitas data diuji dengan Shapiro Wilks, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t berpasangan dan dianalisis menggunakan uji statistik parametrik Anova dan non parametrik Kruskal Wallis dilanjutkan dengan analisis Post Hoc. Hasil : Pemberian sari daun cincau hijau (Premna oblogifolia Merr) dengan dosis 5,4 ml pada tikus mampu menurunkan kadar trigliserida secara bermakna dari 102,86±20,07 mg/dl menjadi 84,14±23,75 mg/dl (p
Budiyono W. - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Perbedaan Kadar Kolesterol Total Dan Trigliserida Sebelum Dan Setelah Pemberian Sari Daun Cincau Hijau (Premna Oblongifolia Merr) Pada Tikus Dislipidemia
'Faculty of Engineering Diponegoro University', 2013Co-Authors: Budiyono W., Kusumastuti A. C.Abstract:Latar Belakang : Dislipidemia merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah berhubungan erat dengan meningkatnya kejadian penyakit tersebut. Cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) merupakan tanaman yang mengandung serat dan klorofil yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida. Perlu dilakukan analisis untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol total dan trigliserida sebelum dan setelah pemberian sari daun cincau hijau. Metode : Penelitian ini adalah penelitian experimental labolatory dengan randomized control groups pre-post design. Subjek dalam penelitian ini adalah tikus jantan galur Sprague Dawley umur 7-8 minggu yang diinduksi dislipidemia, diberi sari daun cincau hijau sebanyak 2,7 ml dan 5,4 ml selama 28 hari. Kadar kolesterol total dan trigliserida diukur dengan menggunakan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase - Para Aminophenazone) dan GPO-PAP (Glycerol Phosphate Oxidase – Para Aminophenazone). Normalitas data diuji dengan Shapiro Wilks, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t berpasangan dan dianalisis menggunakan uji statistik parametrik Anova dan non parametrik Kruskal Wallis dilanjutkan dengan analisis Post Hoc. Hasil : Pemberian sari daun cincau hijau (Premna oblogifolia Merr) dengan dosis 5,4 ml pada tikus mampu menurunkan kadar trigliserida secara bermakna dari 102,86±20,07 mg/dl menjadi 84,14±23,75 mg/dl (p <0,05). Terjadi peningkatan kadar kolesterol total secara bermakna (p <0,05) pada kelompok dengan pemberian sari daun cincau hijau (Premna oblogifolia Merr) dengan dosis 2,7 ml dan 5,4 ml, yang masing-masing mengalami peningkatan 13,14±6,41 mg/dl dan 20,29±10,84 mg/dl. Kesimpulan : Sari daun cincau hijau 5,4 ml/hari mampu menurunkan kadar trigliserida tikus Sprague dawley dislipidemia secara bermakna ±18%
Budiyono Wahyu - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN SARI DAUN CINCAU HIJAU (PREMNA OBLONGIFOLIA MERR) PADA TIKUS DISLIPIDEMIA
2013Co-Authors: Budiyono Wahyu, Candra AryuAbstract:Latar Belakang : Dislipidemia merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah berhubungan erat dengan meningkatnya kejadian penyakit tersebut. Cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) merupakan tanaman yang mengandung serat dan klorofil yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida. Perlu dilakukan analisis untuk mengetahui perbedaan kadar kolesterol total dan trigliserida sebelum dan setelah pemberian sari daun cincau hijau. Metode : Penelitian ini adalah penelitian experimental labolatory dengan randomized control groups pre-post design. Subjek dalam penelitian ini adalah tikus jantan galur Sprague Dawley umur 7-8 minggu yang diinduksi dislipidemia, diberi sari daun cincau hijau sebanyak 2,7 ml dan 5,4 ml selama 28 hari. Kadar kolesterol total dan trigliserida diukur dengan menggunakan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase - Para Aminophenazone) dan GPO-PAP (Glycerol Phosphate Oxidase – Para Aminophenazone). Normalitas data diuji dengan Shapiro Wilks, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t berpasangan dan dianalisis menggunakan uji statistik parametrik Anova dan non parametrik Kruskal Wallis dilanjutkan dengan analisis Post Hoc. Hasil : Pemberian sari daun cincau hijau (Premna oblogifolia Merr) dengan dosis 5,4 ml pada tikus mampu menurunkan kadar trigliserida secara bermakna dari 102,86±20,07 mg/dl menjadi 84,14±23,75 mg/dl (p