The Experts below are selected from a list of 2952 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Erviani, Andi Evi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
KANDUNGAN KOLAGEN SISIK IKAN BANDENG Chanos-Chanos DAN SISIK IKAN NILA Oreochromis niloticus
'Hasanuddin University Faculty of Law', 2019Co-Authors: B Nurhidayah, Soekendars Eddy, Erviani, Andi EviAbstract:Kolagen adalah protein serat yang memberikan kekuatan dan kelenturan pada jaringan tulang dan memainkan peran penting dalam jaringan lain, termasuk kulit dan tendon. Protein kolagen dapat ditemukan di bagian tubuh ikan yang tidak digunakan seperti sisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kolagen dalam sisik ikan bandeng Chanos-Chanos dan sisik ikan nila Oreochromis niloticus. Penelitian dilakukan dalam empat tahap, yaitu deproteinisasi, hidrolisis, ekstraksi dan freeze drier dengan analisis proksimat. Hasil rendemen kolagen sisik ikan bandeng hampir sama dengan rendemen kolagen sisik ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kolagen sisik bandeng adalah 0,3% sedangkan kolagen sisik ikan nila adalah 0,29%. Dari hasil analisis proksimat diperoleh kadar kolagen yang cukup baik pada kolagen sisik ikan nila dengan kadar abu 20,15% SNI ≤ 1%, kadar air SNI 19,05 ≤ 12%, kadar protein SNI 53,01 ≤ 75%, kadar lemak 0,48% dan kadar karbohidrat dari 7,3%. Kata kunci: Kolagen, sisik ikan, nila, bandeng
Pawan Singh Minhas - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
acute toxicity biochemical and histopathological responses of endosulfan in Chanos Chanos
Ecotoxicology and Environmental Safety, 2016Co-Authors: Neeraj Kumar, Kondusamy Ambasankar, Kishore Kumar Krishnani, Shashi Bhushan, S.k. Gupta, Pawan Singh MinhasAbstract:This study investigated 96 h median lethal concentration of endosulfan (99%, pure α: β ratio of 7:3) by conducting static non-renewable acute toxicity bio-assay in Chanos Chanos juvenile with average weight (110±5.65 g). Further, the effect of different definitive doses (18.5, 19.5, 20.5, 21.5 and 22.5 µg/L) of endosulfan on metabolic, heamato-immunoligcal and histopathological response were probed. Anti-oxidative enzymes CAT, SOD and GST showed significant (p<0.01) increase of activity in the liver, gill and brain during exposure to endosulfan in a dose and time dependent manner. The brain AChE activity showed significant (p<0.01) inhibition from 18.5 to 22.5 µg/L exposure of endosulfan than the control group. LDH and MDH activity gradually increased with consequent increasing dose of endosulfan exposure in the liver, gill and brain. Similarly, ALT, AST and G6PDH activities in both liver and gill increased with consequent increases in the dose of endosulfan exposure. Immunological profile such as blood glucose and serum cortisol level significantly enhanced while respiratory burst activity declined with consequent increasing doses of endosulfan exposure. Histopathological alteration in the gill demonstrated curling of secondary lamellae, thickening of primary epithelium, shorting of secondary lamellae, epithelial hyperplasia, fusion of secondary lamellae, aneurism, and collapsed secondary lamellae due to dose dependent exposure of endosulfan. Liver histology illustrated cloudy swelling and necrosis with pyknotic nuclei to the moderate dose of endosulfan, whereas higher dose of endosulfan (21.5 µg/L) displayed severe necrosis of hepatic cells. Overall results clearly indicate that acute exposure of endosulfan led to pronounced deleterious alterations on biochemical, heamato-immunological, and histopathological responses of C. Chanos juvenile.
Aprilianti, Wiragia Siin - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Laju pertumbuhan Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Dengan Penambahan Kepadatan Rumput Laut (Gracilaria sp.) Yang Berbeda Sebagai Fitoremediasi
2018Co-Authors: Aprilianti, Wiragia SiinAbstract:Fitoremediasi merupakan salah satu metode yang menggunakan tumbuhan untuk menghilangkan, memindahkan, menstabilkan atau menghancurkan bahan pencemar baik berupa senyawa organik maupun anorganik. Ikan bandeng (Chanos Chanos) memiliki masalah pada teknik budidaya yang masih relative sederhana dan tradisional, hal ini menyebabkan hasil produksi dan kualitas air kurang optimal. Salah satu tanaman yang terpilih sebagai agen fitoremediasi adalah rumput laut (Gracilaria sp.). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan 4 perlakuan yaitu K (Ikan bandeng 60 ekor/ 15L tanpa rumput laut), A (Ikan bandeng 60 ekor/15 L dengan rumput laut 500 gram), B (Ikan bandeng 60 ekor/15 L dengan rumput laut 550 gram), C (Ikan bandeng 60 ekor/15 L dengan Rumput laut 600 gram) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian kelulushidupan ikan bandeng (Chanos Chanos) didapatkan rerata perlakuan A sebesar 80,56%, perlakuan B sebesar 73,78% dan perlakuan C sebesar 68,89%. Rerata laju pertumbuhan spesifik ikan bandeng (Chanos Chanos) perlakuan A sebesar 4,41%/BB/Hari, perlakuan B sebesar 3,25%/BB/Hari dan perlakuan C sebesar 4,04%/BB/Hari. Rerata pertumbuhan bobot mutlak ikan bandeng (Chanos Chanos) perlakuan A sebesar 2,09 gram, perlakuan B sebesar 1,36 gram dan perlakuan C 1,88 gram. Hasil kisaran kualitas air selama penelitian didapatkan Ammonia 0,036-0,268 mg/l, Nitrat 0,036-0,097 mg/l, Orthofosfat 0,011-0,666 mg/l, Suhu 27,76-31,08°C, DO 4,72-6,01 mg/l, Salinitas 16,56-17,11 ppt. Kesimpulan dari penelitian ini perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan A meliputi kelulushidupan ikan bandeng 80,56%, laju pertumbuhan spesifik 4,41%/BB/Hari, dan pertumbuhan bobot mutlak 2,09 gram. Di sarankan untuk menggunakan kepadatan rumput laut (Gracilaria sp.) sebesar 500 gram untuk 60 ekor ikan bandeng
Sudaryono Agung - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Spirulina platensis DIET FOR MILKFISH, Chanos Chanos, LARVAE
'Seameo Biotrop', 2019Co-Authors: Sukardi Purnama, Yansah Noprie, Winanto Tjahyo, Marnani Sri, Prayogo, Norman Arie, Harisam Taufan, Sudaryono AgungAbstract:In aquaculture, Spirulina platensis is used as feed supplement in which contains amino acid phenylalanine. This study was conducted to evaluate the differences in the effect of spirulina-based microcapsules and commercial diets on the absolute, daily and specific growth and survival rates of milkfish larvae. The larvae were fed with Spirulina platensis as a core diet in microcapsules with different matrix (walls). The first capsule wall was gelatin and fish oil, while the second capsule wall was gelatin, fish oil and whole egg. The control group was fed with the commercial diet. A total of 1200 larvae were used in this experiments using the recirculation systems. The experiment was conducted in 42 days of culture. Larvae were fed three times a day and the feed was increased regularly as the size of the larvae increased. The results showed that the effects of both sprirulina-based microcapsules diets on the absolute growth rate (AG), specific growth rate (SGR) and average daily growth rate (ADGR) of Chanos Chanos larvae were the same as on those larvae which were fed with the commercial diet. The survival rates were at 80.6±11.17% for those fed with Spirulina platensis with gelatin and fish oil wall; 84.6±8.44% for those fed with Spirulina platrensis with gelatin, fish oil and whole egg wall, and; 83.8±16.50% for those fed with the commercial diet. This study showed that Spirulina-based microcapsules had the same effect as the commercial feed on the growth of milkfish larvae indicating that this diet could replace the commercial diet
-
PENAMBAHAN EKSOGEN ENZIM PENCERNAAN DALAM PAKAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN EFESIENSI PEMANFAATAN PAKAN IKAN BANDENG (Chanos Chanos)
'Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)', 2018Co-Authors: Susanto Taufiq, Sudaryono Agung, Pinandoyo PinandoyoAbstract:Ikan bandeng (Chanos Chanos) adalah salah satu ikan air payau yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi untuk terus dikembangkan, pada kegiatan budidaya biaya pakan mencapai 60-70% dari total biaya produksi. Pakan yang dikonsumsi ikan sebaiknya memiliki nutrisi yang mudah dicerna dan diserap dengan baik oleh ikan, sehingga pakan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh ikan. Pemanfaatan pakan dapat dicapai dengan penambahan eksogen enzim pencernaan pada pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik penambahan eksogen enzim pencernaan dengan merek dagang BioEnzyme terhadap pertumbuhan, efesiensi pemanfaatan pakan dan kelulushidupan ikan bandeng (C. Chanos).Metode penelitian adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hewan uji adalah ikan bandeng (C. Chanos) dengan bobot 2,68±0,24 g/ekor, dengan padat tebar 10 ekor/20 L. Pakan diberikan 3 kali sehari pada jam 08:00, 12:00 dan 16:00, secara at satiation selama 42 hari. Perlakuan adalah penambahan eksogen enzim pencernaan dengan dosis 0% (A); 0,05% (B); 0,1% (C) dan 0,15% (D). Data yang diamati meliputi: Protein Effeciency Ratio (PER), Efesiensi Pemanfaatan Pakan (EPP), Specific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) dan kualitas air. Penambahan eksogen enzim pencernaan dalam pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata (P 0,05) terhadap Survival Rate (SR) dan tidak mempengaruhi kualitas air. Dosis eksogen enzim pencernaan terbaik ditemukan pada ikan bandeng (C. Chanos) yang diberi pakan dengan kandungan enzim pencernaan 0,05% (B) dan mampu menghasilkan nilai PER 1,69±0,03%, EPP 68,66±1,40%, SGR 2,46±0,18%/hari dan SR 100%. Kualitas air pemeliharaan masih dalam kisaran baik untuk kehidupan ikan bandeng (C. Chanos)
-
Pengaruh Tepung Alga Coklat (Sargassum cristaefolium) sebagai Feed Supplement untuk Meningkatkan Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Pertumbuhan Benih Ikan Bandeng (Chanos Chanos, Forsskal)
Masyarakat Akuakultur Indonesia, 2018Co-Authors: Sambito, Mohammad Hendarwan, Subandiyono Subandiyono, Sudaryono AgungAbstract:Alga coklat (Sargassum cristaefolium) merupakan salah satu jenis rumput laut yang potensial sebagai feed supplement pakan ikan bandeng. Alga coklat (S. cristaefolium) diketahui mengandung zat imunostimulan dan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan bandeng (C. Chanos). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dan mengetahui dosis terbaik penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan sebagai feed supplement untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan performa pertumbuhan ikan bandeng (C. Chanos). Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan bandeng (C. Chanos) dengan bobot individu rata-rata 1,76 ± 0,03 g/ekor. Penelitian ini dilakukan di LPWP Jepara. Ikan bandeng (C. Chanos) dipelihara dengan padat penebaran 1 ekor/L selama 42 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu penambahan 0%, 1%, 2%, dan 3% tepung alga coklat (S. cristaefolium) dalam pakan buatan. Data yang diamati meliputi total konsumsi pakan (TKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (PER), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan kelulushidupan (SR). Berdasarkan uji ANOVA diperoleh hasil bahwa penambahan tepung alga coklat (S. cristaefolium) pada pakan dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P0,05) terhadap SR. Perlakuan C (pakan uji dengan penambahan tepung alga coklat Sargassum sp. sebesar 2%) menghasilkan TKP (82,93 g), EPP (57,09%), PER (1,74%), dan SGR (3,17%/hari). Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk pemeliharaan ikan uji. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah penambahan 2% tepung alga coklat (S. cristaefolium) merupakan dosis terbaik terhadap peningkatan EPP dan performa SGR ikan bandeng (C. Chanos)
Krishna Venkatarama Sharma - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
comparative toxicity of chlorpyrifos sublethal effects on enzyme activities and histopathology of mugil cephalus and Chanos Chanos
Chemosphere, 2018Co-Authors: S R Marigoudar, A Nagarjuna, P Karthikeyan, D Mohan, Krishna Venkatarama SharmaAbstract:Abstract Ecotoxicological data and potential impact of chlorpyrifos (CPF) in the region are scarce for prescribing safety limits. Therefore, toxicity and sublethal impact of CPF on fish fingerlings of Mugil cephalus (3.0 ± 1.2 cm) and Chanos Chanos (3.0 ± 1.5 cm) were studied. Acute and chronic toxicity tests were conducted by continuous flow through method and derived 96 h median lethal concentration (LC 50 ). Mean LC 50 value of 1.13 μg/L for M. cephalus , and 3.20 μg/L for C. Chanos were derived by Probit. Chronic toxicity tests were conducted for 30 days and determined no observed effect concentration values of 0.09 μg/L 0.17 μg/L and lowest observed effect concentration values of 0.16 μg/L 0.32 μg/L and chronic values of 0.13 μg/L 0.25 μg/L for M. cephalus and C. Chanos respectively. Key biomarker enzyme activities viz., EST, SOD and MDH were studied at sublethal concentrations of CPF. Native gel electrophoresis revealed gradual decrease in isoforms of EST and SOD activities, whereas MDH activity increased in fingerlings. These responses indicate inhibition of cholinesterase, antioxidants and synthesis of ATPs in the cells due to CPF stress. Pathological lesions were evaluated in gill and eye tissues of fingerlings. Epithelial fusion and degenerative changes were prominent in primary lamellae. Hyperplasia, lifting epithelium, fusion of lamellae and necrosis were evidenced in the secondary lamellae. Cellular anomalies in the retina of the eye of C. Chanos include vacuoles in nerve fiber layer, shrinkage of outer plexiform layer and detachment of pigment epithelium layer. These changes indicate physiological disturbance in the gill and eye.