The Experts below are selected from a list of 2940 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

Larasati Jasmine - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Garam Terhadap Profil Asam Amino Daging Ikan Lele (Clarias Sp.) Yang Terinfeksi Bakteri Edwardsiella Tar
    2019
    Co-Authors: Larasati Jasmine
    Abstract:

    Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak di budidayakan karena memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang tinggi, masa produksi yang tidak terlalu lama sehingga perputaran uang relatif cepat serta paling mudah diterima masyarakat karena rasanya enak dan memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dengan harganya yang murah. ikan lele mempunyai keunggulan dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya yaitu kaya akan leusin dan lisin. Leusin (C6H13NO2) merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Sedangkan lisin termasuk asam amino yang sangat penting dan dibutuhkan sekali dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Bakteri Edwardsiella tarda adalah penyebab utama penyakit Edwardsiellois yang telah dikenal sebagai patogen utama pada budidaya catfish di USA yang dapat menyebabkan mortalitas sampai dengan 80%. Salah faktor dapat terjadi serangan bakteri Edwardsiella tarda adalah karena ikan stress, terutama akibat padat tebar tinggi, kualitas air yang tidak baik, dan tingginya kandungan bahan organik di air. Penelitian ini dilaksanankan pada bulan Desember 2018 s.d. Maret 2019 di Laboratorium Ilmu Teknologi Hasil Perikanan Divisi Keamanan Hasil Perikanan Gedung Pascasarjana Lantai 1, Laboratorium Divisi Budidaya Ikan Divisi Penyakit dan Kesehatan Ikan Gedung D Lantai 1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Laboratorium Serta PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG) Bogor. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode eksperimen. Prosedur penilitian ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pertama yang dilakukan adalah penelitian pendahuluan kemudian dilanjutkan dengan penelitian utama. Penelitian utama ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan 8 perlakuan yang terdiri dari 4 perlakuan garam dan bakteri dan 4 perlakuan garam dengan 3 kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian yaitu daging Ikan lele (Clarias sp.) yang terinfeksi bakteri Edwardsiella tarda sebagian besar jenis asam aminonya didapatkan lebih tinggi dengan perlakuan tanpa infeksi bakteri Edwardsiella tarda konsentrasi garam 10% jika dibandingkan dengan daging ikan lele yang terinfeksi bakteri Edwardsiella tarda perlakuan konsentrasi garam 10%. Maka dapat dikatakan bahwa konsentrasi garam sampai 15% tidak dapat membunuh semua bakteri Edwardsiella tarda karena masih mempengaruhi nilai kadar protein serta konsentrasi garam yang berbeda terdapat pengaruh terhadap profil asam amino daging ikan lele yang diinfeksi bakteri Edwarsiella tarda. Disarankan untuk melakukan penelitian selanjutnya pada saat tahap proses penginfeksian untuk menyiapkan tempat penginfeksian sesuai dengan kondisi habitat ikan lele agar mengurangi stress ikan lele yang menyebabkan kematian sebelum dilakukannya infeksi bakteri Edwardsiella tarda pada ikan lele

Hardiyantiyas Rieke - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap Profil Asam Lemak Daging Ikan Lele (Clarias sp.) yang terinfeksi Edwardsiella tarda secara Artifisial
    2018
    Co-Authors: Hardiyantiyas Rieke
    Abstract:

    Ikan lele memiliki kandungan asam lemak omega 3, EPA dan DHA yang relatif tinggi dibanding dengan ikan tawar lainnya. Dibalik pentingnya ikan lele, terdapat hambatan serius berupa infeksi Edwardsiella tarda. Edwardsiella tarda merupakan bakteri patogen yang sangat berbahaya bagi hewan akuatik. Ikan yang telah terserang penyakit ini biasanya terjadi luka pada kulit yang kemudian akan mengelupas ke bagian daging. Bakteri tersebut menghasilkan lipase yang dapat menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus akan sangat merugikan karena dapat merusak komponen asam lemak tak jenuh yang bermanfaat untuk manusia. Oleh karena itu, diperlukan suatu usaha yang dapat menghambat aktivitas Edwardsiella tarda dengan penambahan garam dalam kondisi suhu dan asam berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh penambahan konsentrasi garam pada kondisi suhu dan asam berbeda, terhadap profil asam lemak ikan lele (Clarias sp.) yang terinfeksi Edwardsiella tarda. Untuk mendukung tujuan penelitian tersebut, maka dilakukan uji kadar lemak, uji angka peroksida, dan uji kadar garam. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Teknologi Hasil Perikanan Divisi Keamanan Hasil Perikanan, Laboratorium Budidaya Perairan Divisi Keamanan Hasil Perikanan, Laboratorium Kelautan, serta Laboratorium Sentral Ilmu Hayati, Universitas Brawijaya Malang, serta Laboratorium Pusat Studi Pangan dan Gizi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada Bulan Maret-Juni 2018. Metode yang digunakan daalam penelitian ini adalah eksperimental dengan variabel bebas konsentrasi garam, sedangkan profil asam lemak sebagai variabel terikat. Uji profil asam lemak menggunakan alat GCMS (Gas Chromatography Mass Spectrometry). Uji kadar lemak menggunakan metode soxhlet, uji angka peroksida menggunakan metode titrasi iodometri, dan uji kadar garam menggunakan metode titrasi argentometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging ikan lele (Clarias sp.) yang terinfeksi Edwardsiella tarda mengalami perubahan komponen asam lemak yang ada. Hal ini dibuktikan adanya perbedaan jumlah dan konsentrasi peak pada hasil kromatogram GCMS. Peak dominan pada sampel perlakuan suhu dan asam berbeda dengan penambahan garam, terdapat pada waktu retensi 29±0.011 menit yang diduga adalah asam heksanoat atau asam kaproat. Dari hasil penelitian, diduga perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan suhu 15 , garam 0.1% dan asam asetat 5%. Uji lanjut beda nyata jujur menunjukkan tidak beda nyata terhadap jumlah peak yang muncul. Disarankan untuk penelitian selanjutnya dilakukan uji aktivitas air (Aw) serta uji lanjutan mengenai identifikasi dan karakteristik dugaan kerusakan profil asam lemak daging ikan lele (Clarias sp.) yang terinfeksi Edwardsiella tarda. Serta dilkukan penelitian mengenai pengaruh suhu dan asam berbeda dengan penambahan garam terhadap aktivitas Edwardsiella tarda pada ikan air tawar jenis lainnya

Liyah Chusnul - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Pengaruh Penambahan Konsentrasi Garam Berbeda Terhadap Profil Asam Lemak Daging Ikan Lele Lokal (Clariasbatrachus) Yang Terinfeksi Bakteri Edwardsiella Tarda
    2019
    Co-Authors: Liyah Chusnul
    Abstract:

    Ikan lele lokal (Clarias batrachus) memiliki kandungan asam lemak omega-3, EPA, dan DHA yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Dibalik pentingnya komoditas ikan lele, terdapat hambatan serius berupa penyakit akibat infeksi Edwardsiella tarda. Edwardsiella tarda mampu menghasilkan eksotoksin dalam bentuk lipopolisakarida yang mengandung lipase. Bakteri penghasil lipase juga dapat menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Hal ini tentu bersifat merugikan apabila dibiarkan terus menerus, karena dapat merusak komponen asam lemak tidak jenuh yang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Oleh karena itu, diperlukan suatu usaha yang dapat menghambat aktivitas Edwardsiella tarda pada daging ikan lele yang terinfeksi. Salah satunya dengan penambahan garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil asam lemak daging ikan lele lokal (Clarias batrachus) terinfeksi bakteri Edwardsiella tarda dengan perlakuan konsentrasi garam berbeda. Pembahasan dalam penelitian ini meliputi perhitungan TPC, uji kadar lemak, uji angka peroksida, uji profil asam lemak dan uji kadar garam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember–Maret 2019 di Laboratorium Ilmu Teknologi Hasil Perikanan, Laboratorium Sumber Daya ikan, Laboratorium Keamanan Hasil Perikanan, Laboratorium Sentral Ilmu Hayati, Universitas Brawijaya Malang, dan Laboratorium Gizi Universitas Airlangga Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan variabel bebas tanpa penginfeksian dan Penginfeksian E. tarda dengan kadar garam yang berbeda, sedangkan TPC, uji kadar lemak, angka peroksida, profil asam lemak dan uji kadar garam sebagai variabel terikat. Uji profil asam lemak menggunakan alat GCMS (Gas Chromatography Mass Spectrometry). Uji kadar lemak menggunakan metode soxhlet, uji angka peroksida menggunakan metode titrasi iodometri, dan uji kadar garam menggunakan metode titrasi argentometri. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan profil asam lemak daging ikan lele lokal (Clarias batrachus) yang terinfeksi Edwardsiella tarda dengan konsentrasi garam berbeda didominasi oleh senyawa asam stearat, T-vaksenat, asam linoleat, asam lignoserat, dan asam miristat. Proses kerusakan lemak daging ikan lele disebabkan oleh 2 faktor, yaitu infeksi bakteri Edwardsiella tarda dan adanya penambahan garam. Garam mampu meningkatkan kandungan SFA dan menurunkan kandungan PUFA Disarankan untuk dilakukan uji lanjutan profil asam lemak mengenai berbagai metode pengolahan bahan pangan, sehingga kemungkinan terburuk bisa diminimalisir untuk menghasilkan bahan pangan yang aman dan tetap bergizi untuk tubuh

Saragih, Yan Cristhoper - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Pengaruh Suhu, Asam Dan Konsentrasi Garam Yang Berbeda Terhadap Profil Asam Amino Daging Ikan Lele (Clarias Sp.) Yang Terinfeksi Bakteri Edwardsiella Tarda
    2018
    Co-Authors: Saragih, Yan Cristhoper
    Abstract:

    Ikan lele merupakan ikan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan cukup buruk dan pertumbuhannya cukup cepat. Ikan lele memiliki kandungan gizi meliputi protein sebesar 17.7% lemak 4.8%, mineral 1.2, air 76%, dan memiliki asam amino yang lebih tinggi dibanding produk hewani lainnya yaitu leusin dan lisin. Seiring dengan banyaknya budidaya ikan lele dan tingginya permintaan, nilai pada tebar yang tinggi dapat menimbulkan penyakit akibat bakteri, salah satunya adalah bakteri Edwardsiella tarda yang dapat menyerang ikan melalui saluran pencernaan, insang, permukaan tubuh. Bakteri ini dapat mengakibatkan adanya luka-luka hingga nanah pada tubuh ikan lele. Edwardsiella tarda dapat memecah asam amin menjadi senyawa amin. Menurut beberapa penelitian bakteri Edwardsiella tarda dapat dihambat dengan penambahan garam, asam dan suhu yang berbeda. Akan tetapi, penelitian mengenai profil asam amino ikan lele yang terinfeksi bakteri Edwardsiella tarda masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilaksanankan pada bulan Maret – Mei 2018 di Laboratorium Ilmu Teknologi Hasil Perikanan Divisi Keamanan Hasil Perikanan Gedung Pascasarjana Lantai 1, Laboratorium Divisi Budidaya Ikan Divisi Penyakit dan Kesehatan Ikan Gedung D Lantai 1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Serta PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG) Bogor. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan dalam 2 tahap kegiatan, yaitu uji pendahuluan dan uji utama. Dengan menggunakan rancangan percobaan RSBL (Rancangan Bujur Sangkar Latin) dengan pola 3x3 menggunakan 3 pengondisian suhu berbeda (0°C, 15°C, dan 30°C), 3 jenis asam berbeda (asam sitrat, asam asetat, asam malat) dan perlakuan 3 konsentrasi garam yang berebeda (0.1%, 1%, 10%), dengan tiga kali ulangan ditambah dua kontrol. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar jenis asam amino didapatkan lebih tinggi dengan penambahan asam, garam dan perbedaan suhu jika dibandingkan dengan daging ikan lele yang terinfeksi bakteri Edwardsiella tarda yang tidak diperlakuan (kontrol positif). Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan ybA atau penambahan asam asetat 5%, penggunaan suhu 15°C dan garam 0.1% dengan nilai total asam amino, kadar protein biuret, dan protein kjeldhal sebesar 21.55%, 3.73%, 20.96%. Sedangkan perlakuan terburuk terdapat pada perlakuan xbC atau penambahan asam asetat 5%, penggunaan suhu 0°C dan penambahan garam 10% dengan nilai total asam amino, kadar protein biuret, dan protein kjeldhal sebesar 15.28%, 4.20%, 17.69%. Disarankan untuk melakukan penelitian dengan menghomogenkan ukuran ikan yang diujikan dan melakukan penelitian mengenai pengaruh penambahan konsentrasi garam, asam dan penggunaan suhu yang berbeda terhadap ikan jenis lain yang terserang bakteri Edwardsiella tarda

Widianto, Bahtiar Ari - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Pengaruh Konsentrasi Garam Berbeda Terhadap Sifat Fisik Daging Ikan Lele (Clarias Sp.) Yang Terinfeksi Edwardsiella Tarda Secara Artifisial
    2018
    Co-Authors: Widianto, Bahtiar Ari
    Abstract:

    Ikan Lele (Clarias sp) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang penting karena memiliki rasa yang enak, harga yang cukup terjangkau, terdapat kandungan gizi yang tinggi, pertumbuhan relatif cepat dan mudah berkembang biak. Ada beberapa kendala yang dapat menghambat produktivitas ikan lele, salah satunya adalah penyakit. Bakteri Edwardsiella tarda merupakan penyebab utama penyakit Edwardsiellosis yang telah dikenal sebagai patogen utama pada catfish. Salah satu faktor terjadinya serangan Edwardsiella tarda adalah karena ikan stres. Selama ini belum terdapat data yang menyebutkan bahwa daging ikan lele yang tersinfeksi Edwardsiella tarda aman untuk dikonsumsi. Pada penelitian ini digunakan penambahan konsentrasi garam serta bahan tambahan pangan yang dapat digunakan untuk mengatur derajat keasaman dan menghambat mikroba yaitu asam asetat, asam sitrat, dan asam malat. Selain itu garam yang digunakan dapat bersifat bakteriosidal dan bakteriostatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan konsentrasi garam dengan pengondisian jenis asam dan suhu berbeda terhadap sifat fisik dan komponen daging ikan lele (Clarias sp.) yang terinfeksi Edwardsiella tarda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Hasil Perairan Laboratorium Divisi Keamanan Hasil Perikanan Gedung Pascasarjana lantai 1, Laboratorium Divisi Budidaya Ikan Divisi Penyakit dan Kesehatan Ikan Gedung D lantai 1 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pada bulan Maret-Juni 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin dengan 3 kali ulangan. Dimana variabel bebas adalah konsentrasi garam, jenis asam, dan suhu, sedangkan variabel terikat adalah sifat fisik yaitu komonen gizi (air,abu,lemak,protein), dan organoleptik (kenampakan, bau, tesktur), dan warna serta tekstur daging ikan lele yang terinfeksi Edwardsiella tarda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan garam dengan pengondisian asam dan suhu tidak perbengaruh terhadap sifat teksur, namun pada uji warna ada sebagian yang berpengaruh terhadap sifat warna yaitu (a) sedangkan pada (L,b) tidak berpengaruh terhadap sifat warna. Pada komponen gizi (abu dan protein) berpengaruh terhadap daging ikan lele yang terinfeksi Edwardsiella tarda. Secara umum daging yang terinfeksi Edwardsiella tarda menggalami penurunan mutu. Rata-rata skor yang diberikan dari panelis untuk uji organoleptik (kenampakan,bau,tekstur) adalah 5. Sedangkan pada penggamatan daging ikan yang terinfeksi Edwardsiella tarda dengan Scanning Electron Microscope pada pembesaran 500 kali menunjukan adanya perubahan pada daging ikan lele yang terinfeksi Edwardsiella tarda mengalami keretakan dan penggerasan daging Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan pengolahan daging yang terinfeksi Edwardsiella tarda bila dimasak dengan suhu tinggi apa masih aman bila dikonsumsi oleh manusia