The Experts below are selected from a list of 2079 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Saraswati, Fanny Ika - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PERENCANAAN PERBAIKAN TANAH LUNAK PADA PEMBANGUNAN KAWASAN KOTA SUMMARECON BANDUNG AREA MALL MENGGUNAKAN METODE PRELOAD KOMBINASI PVD DAN PHD
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, 2018Co-Authors: Saraswati, Fanny Ika, Zaika Yulvi, Kuswanda, Wahyu P.Abstract:Rendahnya daya dukung tanah dan tingginya kandungan air pada tanah di daerah pembangunan Summarecon Bandung Area Mall, menyebabkan penurunan tanah yang berpontensi merusak konstruksi bangunan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut maka digunakannya perbaikan tanah dengan menggunakan metode preload kombinasi Prefebricated Vertical Drain (PVD) dan Prefabricated Horizontal Drain (PHD). Penelitian bertujuan membuat perencanaan perbaikan tanah lunak pada pembangunan Summarecon Bandung Area Mall menggunakan metode preload kombinasi PVD dan PHD. Metode yang digunakan adalah membandingkan waktu konsolidasi tanah sebelum dan sesudah menggunakan preload kombinasi PVD dan PHD dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsolidasi 90%, efektivitas pola pemasangan Prefabricated Vertical Drain, dan daya dukung tiang pancang. Hasil yang didapat, dengan menggunakan preload kombinasi PVD dan PHD untuk mencapai waktu konsolidasi 90% lebih cepat dengan selisih waktu 1052 bulan untuk Zona 1 dan 1196 bukan untuk Zona 2 dengan jarak 1.3 m. Pemasangan pola PVD segitiga lebih efektif dibandingkan pola persegi. Daya dukung tiang pancang meningkat sebesar ± 2 kali dibandingkan sebelum penggunaan Preload kombinasi PVD dan PHD. Kesimpulan penggunaan perbaikan tanah Preload kombinasi PVD dan PHD mempercepat waktu konsolidasi tanah, dan meningkatkan daya dukung tiang pancang. Kata kunci : penurunan, konsolidasi, Prefabricated Vertical Drain (PVD), Prefabricated Horizontal Drain (PHD
-
Perencanaan Perbaikan Tanah Lunak pada Pembangunan Kawasan Kota Summarecon Bandung Area Mall Menggunakan Metode Preload Kombinasi PVD dan PHD
2017Co-Authors: Saraswati, Fanny IkaAbstract:Rendahnya daya dukung tanah dan tingginya kandungan air pada tanah di daerah pembangunan Summarecon Bandung Area Mall, menyebabkan penurunan tanah yang berpontensi merusak konstruksi bangunan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut maka digunakannya perbaikan tanah dengan menggunakan metode preload kombinasi Prefebricated Vertical Drain (PVD) dan Prefabricated Horizontal Drain (PHD). Penelitian bertujuan membuat perencanaan perbaikan tanah lunak pada pembangunan Summarecon Bandung Area Mall menggunakan metode preload kombinasi PVD dan PHD. Metode yang digunakan adalah membandingkan waktu konsolidasi tanah sebelum dan sesudah menggunakan preload kombinasi PVD dan PHD dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsolidasi 90%, efektivitas pola pemasangan Prefabricated Vertical Drain, dan daya dukung tiang pancang. Hasil yang didapat, dengan menggunakan preload kombinasi PVD dan PHD waktu yang dibutuhkan untuk mencapai waktu konsolidasi 90% adalah 12 minggu pada zona 1 dan zona 2 dengan jarak 1.3 m. Pemasangan pola PVD segitiga lebih efektif dibandingkan pola persegi. Daya dukung tiang pancang meningkat sebesar ± 7 kali dibandingkan sebelum penggunaan Preload kombinasi PVD dan PHD. Kesimpulan penggunaan perbaikan tanah Preload kombinasi PVD dan PHD mempercepat waktu konsolidasi tanah, dan meningkatkan daya dukung tiang pancang
Kuswanda, Wahyu P. - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PERENCANAAN PERBAIKAN TANAH LUNAK PADA PEMBANGUNAN KAWASAN KOTA SUMMARECON BANDUNG AREA MALL MENGGUNAKAN METODE PRELOAD KOMBINASI PVD DAN PHD
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, 2018Co-Authors: Saraswati, Fanny Ika, Zaika Yulvi, Kuswanda, Wahyu P.Abstract:Rendahnya daya dukung tanah dan tingginya kandungan air pada tanah di daerah pembangunan Summarecon Bandung Area Mall, menyebabkan penurunan tanah yang berpontensi merusak konstruksi bangunan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut maka digunakannya perbaikan tanah dengan menggunakan metode preload kombinasi Prefebricated Vertical Drain (PVD) dan Prefabricated Horizontal Drain (PHD). Penelitian bertujuan membuat perencanaan perbaikan tanah lunak pada pembangunan Summarecon Bandung Area Mall menggunakan metode preload kombinasi PVD dan PHD. Metode yang digunakan adalah membandingkan waktu konsolidasi tanah sebelum dan sesudah menggunakan preload kombinasi PVD dan PHD dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk mencapai konsolidasi 90%, efektivitas pola pemasangan Prefabricated Vertical Drain, dan daya dukung tiang pancang. Hasil yang didapat, dengan menggunakan preload kombinasi PVD dan PHD untuk mencapai waktu konsolidasi 90% lebih cepat dengan selisih waktu 1052 bulan untuk Zona 1 dan 1196 bukan untuk Zona 2 dengan jarak 1.3 m. Pemasangan pola PVD segitiga lebih efektif dibandingkan pola persegi. Daya dukung tiang pancang meningkat sebesar ± 2 kali dibandingkan sebelum penggunaan Preload kombinasi PVD dan PHD. Kesimpulan penggunaan perbaikan tanah Preload kombinasi PVD dan PHD mempercepat waktu konsolidasi tanah, dan meningkatkan daya dukung tiang pancang. Kata kunci : penurunan, konsolidasi, Prefabricated Vertical Drain (PVD), Prefabricated Horizontal Drain (PHD
Listyono, Prathisto Panuntun Unggul - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PERENCANAAN PONDASI JEMBATAN DAN PERBAIKAN TANAH UNTUK OPRIT JEMBATAN OVERPASS MUNGKUNG DI JALAN TOL SOLO-NGAWI-KERTOSONO STA 150+331
2017Co-Authors: Listyono, Prathisto Panuntun UnggulAbstract:Proyek pembangunan Jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono melewati banyak perpotongan jalan antar desa sehingga diperlukan banyak konstruksi jembatan overpass agar jalan antar desa satu ke desa yang lainnya tidak terputus. Salah satunya adalah perencanaan mainroad pada STA 150+331 yang melewati Desa Mungkung, sehingga diperlukan perencanaan jembatan overpass, yaitu jembatan overpass Mungkung. Oprit jembatan overpass Mungkung berdiri di atas tanah dasar lempung yang lunak, sehingga tanah dasar memiliki daya dukung yang rendah yang dapat mengakibatkan kelongsoran pada oprit timbunan dan memiliki kemampumampatan yang tinggi yang dapat mengakibatkan perbedaan konsolidasi (differential settlement) sehingga mengakibatakan kerusakan pada perkerasan jalan yang berada di atas oprit timbunan dan struktur sambungan antara oprit dengan abutment. Pilar dan abutment jembatan direncanakan memiliki struktur yang kuat dalam memikul beban vertikal dan Horizontal serta tahan terhadap gaya gempa pada zona gempa 4 agar tidak terjadi kegagalan struktur pada jembatan. Diperlukan juga perencanaan perbaikan tanah dasar dan perkuatan oprit timbunan agar tidak terjadi kerusakan pada perkerasan jalan dan struktur sambungan abutmennya akibat kelongsoran dan perbedaan penurunan konsolidasi.. Pada Tugas Akhir ini struktur bawah jembatan overpass Mungkung akan direncanakan 3 buah pilar dan 2 buah abutment. Untuk oprit timbunan jembatan akan direncanakan metode perbaikan tanah dasar menggunakan preloading yang dikombinasikan dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) dan Prefabricated Horizontal Drain (PHD). Untuk perkuatan oprit akan direncanakan 2 alternatif perkuatan yaitu dengan geotextile wall atau sistem freyssisol. Pada analisis stabilitas timbunan digunakan program bantu GeoStudio. Pada tahap akhir dilakukan analisis perbandingan dari 2 alternatif untuk sistem perkuatan oprit jembatan. Dari hasil analisis didapatkan untuk alternatif 1 yaitu dengan geotextile walls diperoleh kebutuhan geotextile untuk H oprit 8 m adalah 27 lapis, untuk H oprit 7 m adalah 23 lapis, untuk H oprit 6 m adalah 18 lapis, untuk H oprit 5 m adalah 13 lapis, untuk H oprit 4 m adalah 8 lapis, dan untuk H oprit 3 m adalah 5 lapis. Untuk perkuatan memanjang diperoleh kebutuhan geotextile walls sebanyak 27 lapis. Pada alternatif 2 yaitu dengan freyssisol diperoleh masing-masing kebutuhan paraweb straps untuk Tu 30 kN adalah 183,2 kg, untuk Tu 50 kN adalah 967,9 kg, dan untuk Tu 100 kN adalah 2587,1 kg. Untuk perkuatan memanjang diperoleh kebutuhan geotextile walls sebanyak 11 lapis. Dari kedua alternatif dipilih alternatif 1 karena ketersediaan material geotextile di Indonesia dan kemudahan mendapatkan material dibanding freyssisol yang harus diimpor dari luar Indonesia. Pondasi pilar 1 (pilar tengah) adalah tiang pancang dengan diameter 60 cm sebanyak 25 buah dan kedalaman tiang 27,5 m. Pondasi pilar 2 adalah tiang pancang dengan diameter 60 cm sebanyak 16 buah dan kedalaman tiang 27,5 m.Pondasi abutment adalah tiang pancang dengan diameter 60 cm sebanyak 24 buah dan kedalaman tiang 27,5 m. ======================================================================================================= Toll road Solo-Ngawi-Kertosono construction project through many intersections of roads between villages and even between cities, so it requires a lot of construction of overpass bridges for the road between two villages is not interrupted due to the construction. One of them is planning mainroad at STA 150+331 which passes through the village of Mungkung, so that be required planning overpass bridge, that is Overpass Mungkung Bridge. Approach of Overpass Mungkung bridge stand on soft clay soil (subgrade), so the subgrade has low bearing capacity which can occur sliding in approach embankment and has high settlement which can occur differential settlement so it can damage the pavement which is on the approach. Pier and abutment of bridge planned to have a strong structure in receiving the vertical and Horizontal loads and resistant to earthquake forces in earthquake zone 4 in order to avoid structural failure on the bridge. Then, improvement subgrade is needed to strength embankments to prevent damage the pavement and connection structure of abutment.. In this Final Project, lower structure of the bridge will be planned 3 piers and 2 abutments. For approach embankment will be planned using the preloading combined with Prefabricated Vertical Drain (PVD) and Prefabricated Horizontal Drain (PHD) to improving soil. The approach will be planned two alternative reinforcement methods. The first alternative is geotextile walls and the second alternative is freyssisol system. On the embankment stability analysis, analysis used GeoStudio software. From the analysis of first alternative (geotextile wall), the embankment needs geotextile for height of approach 8 m is 27 layers, for height of approach 7 m is 23 layers, for height of approach 6 m is 18 layers, for height of approach 5 m is 13 layers, for height of approach 4 m is 8 layers, and for height of approach 3 m is 5 layers. For longitudinal reinforcement obtained needs as many as 27 layers of geotextile walls. In the second alternative (freyssisol) obtained needs paraweb strap with Tu 30 kN is 183,2 kgs, Tu 50 kN is 967,9 kg, and Tu 100 kN is 2587,1 kg. For longitudinal reinforcement obtained needs as many as 11 layers of geotextile walls. Based on comparison of two alternatives, is chosen alternative 1 that availability of geotextile material in Indonesia and the ease of getting material than freyssisol which have to imported from outside Indonesia. The foundation of pier 1 (middle pier) is piles with a diameter of 60 cm as many as 25 units with the depth of pile is 27,5 m. The foundation of pier 2 is piles with a diameter of 60 cm as many as 16 units with the depth of pile is 27,5 m. The foundation of abutment is piles with a diameter of 60 cm as many as 24 units with the dept of pile is 27,5 m
Putu Tantri Kumala Kumala Sari - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Perencanaan Pondasi Jembatan dan Perbaikan Tanah untuk Oprit Jembatan Overpass Mungkung di Jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono STA 150+331
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), 2017Co-Authors: Prathiso Panuntun Unggul Listyono, Suwarno Suwarno, Putu Tantri Kumala Kumala SariAbstract:Mainroad jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono pada STA 150+331 terdapat perencanaan jembatan overpass Mungkung. Oprit jembatan overpass Mungkung berdiri di atas tanah dasar lempung lunak, sehingga tanah dasar memiliki daya dukung yang rendah yang dapat mengakibatkan kelongsoran pada oprit timbunan dan memiliki kemampumampatan yang tinggi. Pada Penelitian ini struktur bawah jembatan overpass Mungkung direncanakan memiliki 3 buah pilar dan 2 buah abutment. Untuk oprit timbunan jembatan akan direncanakan metode perbaikan tanah dasar menggunakan preloading yang dikombinasikan dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) dan Prefabricated Horizontal Drain (PHD). Untuk perkuatan oprit akan direncanakan 2 alternatif perkuatan yaitu dengan geotextile wall atau sistem freyssisol. Pada tahap akhir dilakukan analisis perbandingan dari 2 alternatif untuk sistem perkuatan oprit jembatan. Dari hasil analisis didapatkan untuk alternatif 1 yaitu dengan geotextile walls diperoleh kebutuhan geotextile untuk H oprit 3 m – 8 m adalah 5 - 27 lapis. Pada perkuatan memanjang diperoleh kebutuhan geotextile sebanyak 27 lapis. Pada alternatif 2 yaitu dengan freyssisol diperoleh masing-masing kebutuhan paraweb straps untuk Tu 30 kN adalah 183,2 kg, untuk Tu 50 kN adalah 967,9 kg, dan untuk Tu 100 kN adalah 2587,1 kg. Untuk perkuatan memanjang diperoleh kebutuhan geotextile sebanyak 11 lapis. Dari kedua alternatif dipilih alternatif 1 karena ketersediaan material geotextile di Indonesia dan kemudahan mendapatkan material dibanding freyssisol yang harus diimpor dari luar Indonesia. Pondasi pilar 1 (pilar tengah) adalah tiang pancang dengan diameter 60 cm sebanyak 25 buah dan kedalaman tiang 27,5 m. Pondasi pilar 2 adalah tiang pancang dengan diameter 60 cm sebanyak 16 buah dan kedalaman tiang 27,5 m.Pondasi abutment adalah tiang pancang dengan diameter 60 cm sebanyak 24 buah dan kedalaman tiang 27,5 m
Killian Shields - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
efficient Drain water heat recovery in Horizontal domestic shower Drains
Energy and Buildings, 2013Co-Authors: Aonghus Mcnabola, Killian ShieldsAbstract:Abstract Much of the energy utilised in domestic water heating is wasted to the Drainage system by applications such showers, baths, dishwashers etc. The recovery of this waste heat from domestic waste water flows has been shown to be a viable method of improving the energy efficiency of buildings. However, many existing systems only operate satisfactorily when the heat exchanger is in a vertical orientation due to the nature of waste water flow within Drain pipes. This orientation requirement presents a barrier to the full scale implementation of this technology as many dwellings may not have sufficient space to accommodate a vertical heat exchanger in their waste Drainage system. This paper outlines the development and analysis of a Horizontal Drain water heat recovery system for domestic showers. The results of the investigation show that it is possible to recover energy from Horizontal shower Drains using a Drain water heat recovery device at a satisfactory level of efficiency. The results also demonstrate that such a system may be economically viable depending on a number or external factors. The implementation of this technology on a national level was shown to have the potential to reduce energy usage and CO2 emissions significantly.