The Experts below are selected from a list of 69 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

A. Aman - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • The effects of multiple lightning impulse on the electrical characteristics of opto-isolator as surge protective devices
    2007
    Co-Authors: A. Aman
    Abstract:

    The behavior and performance of surge protective devices such as Optoisolator under the application of multiple voltage impulse are different from the standard single stroke test. Since opto-isolator now days becomes the most common, economical and reliable device for low voltage and telecommunication systems surge protection, a precise method of testing has to be adopted based on natural characteristics of lightning to accurately determine its performance and capability. In this work, laboratory studies will be carried out on opto- isolator subjected to 1/1OOOμs, 1 kV multiple voltage impulses by using the constructed Multiple Impulse Generator, MIGe. The electrical characteristics responses of opto-isolator that will be studied in this work are; forward current If, forward voltage VF and reverse voltage YR parameters. Generally this laboratory work can be divided into three parts; MIGe experimental work, data collection and analyzed the collected data to determine the effect of multiple voltage impulse on the opto-isolator characteristics. From the experimental work, it has been shown that the multiple voltage impulse has significant effects on the forward current IF and forward voltage VF characteristics of the opto-isolator and no significant effect was observed for. the parameter of reverse voltage, V R·

Sidik Mat Sidek @ Ahmad - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • The effect of multiple lightning impulse on the electrical characteristic of opto-isolator as lightning protective devices
    2008
    Co-Authors: Sidik Mat Sidek @ Ahmad
    Abstract:

    The behavior and performance of surge protective devices such as Optoisolator under the application of multiple lightning voltage impulse are different from the single lightning voltage impulse test. Since opto-isolator is becoming the most common, economical and reliable device for low voltage systems surge protection, a precise method of testing has to be adopted based on natural characteristics of lightning. This is to ensure that the performance and capability of the device is precisely determined. In this work, laboratory studies are carried out on opto-isolator subjected to 1/1000µs, 1kV multiple voltage impulses by using the Multiple Impulse Generator, MIGe. The electrical responses such as collector emitter breakdown voltage, V(BR)CEO; emitter collector breakdown voltage, V(BR)ECO and collector base breakdown voltage, V(BR)CBO are then being analyzed to determine the effect to the opto-isolator characteristic. Results from the laboratory works shows that the multiple lightning voltage impulse has significant effects on the collector emitter breakdown voltage V(BR)CEO and emitter collector breakdown voltage V(BR)ECO characteristics of the opto-isolator and no significant was observed for parameter of collector base breakdown voltage, V(BR)CBO

Yustisia, Hadisuyoto Poging - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Perancangan dan pembuatan prototype pngontrol suhu pada inkubator
    2005
    Co-Authors: Yustisia, Hadisuyoto Poging
    Abstract:

    Peningkatan kesehatan di masyarakat merupakan salah satu tujuan pembangunan di Indonesia. Kesehatan masyarakat ditentukan dengan berbagai macam diantaranya adalah menjaga kondisi tubuh pada saat manusia dilahirkan, terutama bayi-bayi yang terlahir secara prematur. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dari bayi-bayi yang lahir prematur, maka di kebanyakan rumah sakit telah menyediakan suatu alat yang disebut sebagai inkubator bayi. Pada teknologi inkubator, faktor-faktor alam disekitarnya sangat mempengaruhi perkembangan dari bayi yang terlahir secara prematur tersebut. Faktor yang sangat berpengaruh diantaranya seperti suhu udara, kelembaban dan yang terpenting adalah kondisi tubuh dari bayi itu sendiri. Untuk itu perlu dibuat suatu alat yang dapat digunakan untuk keperluan pengukuran dan menjaga kestabilan parameter-parameter tersebut dalam ruang inkubator. Penelitian dalam lingkup inkubator ditujukan untuk meningkatkan kesehatan pada bayi-bayi yang terlahir secara prematur, dimana suhu tubuh bayi tersebut membutuhkan kehangatan seperti bayi-bayi yang lahir secara normal. Pada penelitian akan dibuat suatu rancang bangun alat pemantau kondisi suhu dan kelembaban pada ruang inkubator dengan metode mencari dan mengumpulkan data mengenai kisaran suhu dan kelembaban yang dibutuhkan bagi pertumbuhan bayi yang lahir prematur, pembuatan piranti alat ukur berdasarkan referensi yang disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu dapat mendeteksi dan menjaga kestabilan suhu dan kelembaban ruang inkubator, melakukan analisa perhitungan dan unjuk kerja dari alat yang dibuat. Suatu pengontrol suhu dan kelembaban dapat dibuat dengan menggunakan Mikrokontroler 89S51. Data suhu dan kelembaban dari sensor sebagai data digital, kemudian data digital tersebut dikontrol oleh Mikrokontroler 89S51 untuk menggerakkan Elemen Pemanas (lampu) dan kipas untuk mengurangi suhu ruangan bila berlebihan. Untuk memasukkan data kelembaban relatif dan suhu yang diinginkan melalui switch (Up/down Switch). Hasil pengolahan data mikrokontroler dikeluarkan pada tampilan LCD dan rangkaian relay untuk mengaktifkan kipas pendingin dan Elemen Pemanas menggunakan Optoisolator, sehingga kedua parameter tersebut tetap terpelihara pada nilai yang telah ditetapkan melalui switch. Kesimpulan dari alat Skripsi didapatkan perbedaan nilai yang diukur antara alat Skripsi dengan Alat Ukur Kelembaban dan Suhu yang sudah terkalibrasi dan diuji. Setelah dilakukan pengujian dan pengukuran didapatkan prosentase kesalahan rata-rata pengukuran untuk kelembaban dan suhu, dimana faktor kesalahan skripsi relatif kecil bila dibandingkan dengan alat ukur standart sehingga alat skripsi berjalan dengan baik

Agustine Lanny - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • Perancangan dan realisasi prototip elektrokardiograf 3-LEAD berbasis PC
    2005
    Co-Authors: Agustine Lanny
    Abstract:

    Di Indonesia, dan sebagian besar negara lainnya. Peningkatan jumlah penderita masalah jantung cukup signifikan, sehingga perlu pendeteksian sejak awal agar dapat dilakukan perawatan sejak dini. Usaha ini sangat tepat di terapkan di Puskesmas karena tersebar di seluruh kota maupun desa di Indonesia untuk tujuan ini, maka akan dikembangkan sistem EKG (elektrokardiograf, yang cukup murah dan mudah digunakan karena keterbatasan keuangan dan sumber daya manusia di Puskesmas. Sistem yang dikembangkan akan berfungsi untuk pendeteksi dini masalah jantung dengan merekam 3-lead sinyal EKG; (lead I. II. dan III). Dengan sistem berbasis PC juga akan memberi banyak keuntungan Dalam tesis ini telah dilakukan pengembangan EKG 3-lead berbasis PC (personal computer) dengan elektroda pada tubuh berdasarkan metoda Segitiga Einthoven Tiap lead sinyal EKG akan dideteksi melalui pasangan plat elektroda Ag- AgCI pada tubuh pasien. Sistem EKG yang telah dikembangkan terdiri dari dua modul yaitu modul perangkat keras dan perangkat lunak. Modul perangkat keras terbagi menjadi 2 blok utama. Blok pertama terdiri dari penguat instrumentasi (IC INAl14) yang dihubungkan bertingkat terhadap penguat tak membalik. Rangkaian ini menghasilkan penguatan 500 kali (1Ox50) dan CMRR (commonmode rejection ratio) di atas 90dB. Rangkaian driven right leg digunakan untuk menghindari terjadinya ground loop demi keamanan pasien. Serangkaian filter juga digunakan untuk melewatkan sinyal EKG (0,05Hz-100Hz) dan menapis frekuensi lainnya. Penguat tak membalik juga berfungsi sebagai filter low pass aktif dengan frekuensi cutoff 100Hz. Filter high pass Butterworth orde 2 akan melewatkan sinyal-sinyaI dengan frekuensi di atas 0,05Hz. Filter notch Twin-T digunakan untuk menapis sinyaI dengan frekuensi 50Hz yaitu derau jala-jala listrik. Selanjutnya untuk pemrosesan sinyal digital dibutuhkan filter anti-aliasing, digunakan filter low pass Butterworth orde 2 dengan frekuensi cutoff 200Hz. Rangkaian clamping berfungsi untuk memberikan tambahan tegangan dc sekitar 2V pada sinyal EKG. Rangkaian ini diperlukan karena penggunaan ADC (analog to digital converter) unipolar. Blok kedua dari modul perangkat keras adalah PC interface yang terdiri dari rangkaian ADC, rangkaian mikrokontroler, dan rangkaian-rangkaian optoislator. ADC0809 adalah ADC unipolar yang dapat mengkonversi sinyal analog 0-5V. ADC ini menghasilkan sinyal digital 8-bit dengan error ±1 LSB (least significant bit). Mikrokontroler AT89S52 mempunyai 3 fungsi utama. Pertama, untuk mengontrol proses pengambilan sampel sinyal dengan mengatur perioda konversi pada ADC setiap 5ms. Kedua, untuk menyimpan data EKG sementara di register. Ketiga, untuk melakukan komunikasi melalui pori paralel pada PC untuk proses – pengiriman sinyal EKG. Ground perangkat keras dan PC dipisahkan secara optik dengan menggunakan rangkaian Optoisolator (PC817) untuk menghindari arus bocor dari /PC' ke pasien. Modul perangkat lunak telah dikembangkan dengan menggunakan dua bahasa pemrograman yaitu Assembly dan Turbo C. Sistem berbasis mikrokontroler AT89S52 diprogram dengan bahasa assembly. Proses selanjutnya di PC dilakukan dengan pemrograman C yang mempunyai 3 kategori fungsi. Pertama, dapat merekam data pribadi pasien (terbatas pada nama, tanggal lahir, dan jenis kelamin) dan tanggal serta waktu pemeriksaan EKG ke dalam file (.dat), Kedua, untuk melakukan komunikasi dengan mikrokontroler untuk menerima sinyal EKG melalui port paralel PC. Kemudian, sinyal EKG dibaca dan ditampilkan dalam bentuk grafik di monitor. Juga dapat dilakukan perekaman sinyal EKG ke file(.dat). Ketiga, untuk membaca data dari file ( dat ) Data pribadi pasien dan tanggal serta waktu pemeriksaan EKG ditampilkan dalam bentuk teks ke minitor, dan rekaman sinyal EKG ditampilkan dalam bentuk grafik Prototip sistem ini telah diuji di laboratorium Teknik Biomedika. Sistem EKG yang telah direalisasikan dapat memberikan penguatan total 501,75 kali, Peredaman maksimum sinyal derau 50Hz jala-jala ;listrik sehesar 26,02dB. Rentang frekuensi cutolf filter low pass Butterworth orde 2 adalah 100-11 OHz, 40db/dekade. Frekuensi cutoff filter high pass di bawah O,O5Hz, Dari perealisasian perangkat keras tersebut maka sistem dapat mendeteksi sinyal EKG dengan amplitudo (-)2 -(+)6mV, bandwidth sinyal 0,05-100Hz. Pengujian keseluruhan sistem dilakukan dengan melakukan perekam sinyal-sinyal EKG dengan input dari simulator EKG (phantom) dan beberapa subyek, kemudian disimpan ke dalam file (.dat). Jumlah sampel maksimum dalam perekaman yaitu 9866 sampel untuk masing-masing lead sinyal EKG (sama dengan perekaman selama 170 detik). Operator dapat menentukan secara manual lamanya perekaman. Terjadi penurunan amplitudo sinyal yang disebabkan karena kualitas modul perangkat keras, khususnya filter notch. Beberapa sinyal artefak juga tampak pada sinyal EKG, misalnya yang disebabkan oleh pergerakan anggota tubuh dan karena aktivitas pernafasan. Pengujian di lapangan yang meliputi pengiriman file hasil rekaman ke FTP server melalui operator telepon genggam GSM dan CDMA serta Internet dapat dilakukan dengan baik. Usaha ini sangat bermanfaat untuk daerah terpencil, namun masih terlalu mahal untuk aplikasi di Puskesmas. Meskipun telah diperoleh beberapa kemajuan positif, namun ada beberapa masalah yang harus diatasi seperti: derau, ukuran file, keamanan pasien, dan managemen data. Untuk pengembangan lebih lanjut, sistem EKG berbasis PC ini dapat diterapkan sebagai salah satu aplikasi pada sistem telemedika Puskesmas yang sedang dikembangkan di laboratorium Teknik Biomedika

Lazzaroni Massimo - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • AC "Back to Back" Switching Protection in Inductive Application
    2018
    Co-Authors: Faranda, Roberto Sebastiano, Hafezi Hossein, Karakasli Vefa, Ingrao Marco, Lazzaroni Massimo
    Abstract:

    In industrial applications the same electronic device manufactured by several semiconductor devices such as Silicon-Controlled Rectifier (SCR) are often used to manage and protect different applications. Therefore, it is particularly important to design the control systems to have the possibility to operate with different electrical loads without changing in hardware and/or software topologies. This paper introduces and evaluates two different commonly used driving systems for SCR application. Here three aspects; driver system losses, conduction delay on the load voltage and some power quality indices, are taken into consideration. Driver system with Optoisolator and driver system based on impulse transformer are compared, based on simulation study and laboratory test results