The Experts below are selected from a list of 5100 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Risfadiah Risfadiah - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
evaluasi Rigid Pavement apron bandara kalimarau berau dengan metode federal aviation administration
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA (Tanah Transportasi Struktur Manajemen Kontruksi), 2018Co-Authors: Rahmat Rahmat, Mustakim Mustakim, Risfadiah RisfadiahAbstract:Perkerasan pada apron Bandara Kalimarau Berau sebelumnya menggunakan perkerasan lentur (flexible Pavement). Mengingat fungsi apron sebagai tempat parkir pesawat dan sebagai tempat pengisian bahan bakar pesawat maka dibutuhkan peningkatan perkuatan struktur apron terhadap beban dan muatan pesawat yang lebih besar serta aman terhadap pengaruh panas blast jet dan limpahan minyak sehingga dilakukanlah rekonstruksi struktur perkerasan apron Bandara Kalimarau Berau menjadi perkerasan kaku (Rigid Pavement). Penulis merencanakan tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) pada apron Bandara Kalimarau menggunakan metode FAA (Federal Aviation Administration) tanpa tulangan dengan umur rencana 5 dan 10 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan desain tebal struktur perkerasan kaku pada apron Bandara Kalimarau Berau menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) yang dilakukan oleh penulis maka didapat data tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan umur rencana 10 tahun sebesar 15 inci (38,10 cm) dan dengan umur rencana 5 tahun adalah sebesar 15 inci (38,10 cm). Tebal perkerasan yang sama pada umur rencana 5 tahun dan 10 tahun terjadi karena jumlah Annual Departure Equivalent pada umur 5 tahun dan 10 tahun pada pesawat rencana Airbus A300 masing-masing berjumlah lebih kecil dari 1200 (jumlah minimal annual departure pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk dual wheel gear). Sehingga apabila dimasukkan nilai flexural strength, nilai k dan nilai MTOW pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk 5 tahun dan 10 tahun akan menghasilkan tebal perkerasan yang sama yaitu 15 inci (38,10 cm).
-
evaluasi Rigid Pavement apron bandara kalimarau berau dengan metode federal aviation administration
TRANSUKMA: Tanah-Transportasi-Struktur-Manajemen Konstruksi, 2016Co-Authors: Rahmat Mt, Mustakim Mustakim, Risfadiah RisfadiahAbstract:Perkerasan pada apron Bandara Kalimarau Berau sebelumnya menggunakan perkerasan lentur ( flexible Pavement ). Mengingat fungsi apron sebagai tempat parkir pesawat dan sebagai tempat pengisian bahan bakar pesawat maka dibutuhkan peningkatan perkuatan struktur apron terhadap beban dan muatan pesawat yang lebih besar serta aman terhadap pengaruh panas blast jet dan limpahan minyak sehingga dilakukanlah rekonstruksi struktur perkerasan apron Bandara Kalimarau Berau menjadi perkerasan kaku ( Rigid Pavement ). Penulis merencanakan tebal perkerasan kaku ( Rigid Pavement) pada apron Bandara Kalimarau menggunakan metode FAA ( Federal Aviation Administration ) tanpa tulangan dengan umur rencana 5 dan 10 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan desain tebal struktur perkerasan kaku pada apron Bandara Kalimarau Berau menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) yang dilakukan oleh penulis maka didapat data tebal perkerasan kaku ( Rigid Pavement ) dengan umur rencana 10 tahun sebesar 15 inci (38,10 cm) dan dengan umur rencana 5 tahun adalah sebesar 15 inci (38,10 cm). Tebal perkerasan yang sama pada umur rencana 5 tahun dan 10 tahun terjadi karena jumlah Annual Departure Equivalent pada umur 5 tahun dan 10 tahun pada pesawat rencana Airbus A300 masing-masing berjumlah lebih kecil dari 1200 (jumlah minimal annual departure pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk dual wheel gear ). Sehingga apabila dimasukkan nilai flexural strength , nilai k dan nilai MTOW pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk 5 tahun dan 10 tahun akan menghasilkan tebal perkerasan yang sama yaitu 15 inci (38,10 cm). Kata Kunci : Bandara, Apron, Perencanaan Perkerasan Kaku, Metode FAA ( Federal Aviation Administration ) Apron Pavement Berau Kalimarau airport, previously flexible Pavement (flexible Pavement) was common.The fungtional of airport apron is the area of an airport where aircraft are parked, unload or loaded refueled or boarding, base on demand of loads from larger aircaraft and for safety reason from hot blast jet and oil spill. Increase the retrofitting of structures apron is required in Kalimarau Berau Airport. In this case reconstruction of the structure apron from flexible Pavement becomes Rigid Pavement (Rigid Pavement).I was planning a thick Rigid Pavement (Rigid Pavement) on the apron Kalimarau Airport using the FAA (Federal Aviation Administration) metod without reinforcement for 5 and 10 years life time. Based on the results of the design calculations thick Rigid Pavement structure on the apron Kalimarau Berau airport using the Federal Aviation Administration (FAA) conducted by the author of the voluminous data obtained Rigid Pavement (Rigid Pavement) for 10 years lifetime by 15 inches (38.10 cm) and 5 years lifetime by 15 inches (38.10 cm).Thickness’s design of Pavement for 5 years and 10 yearsoccurred because the number of Annual Departure Equivalent at the age of 5 years and 10 years on the best plan of Airbus A300 respectively amounted to less than 1200 (a minimal amount of annual departure of the curve design Pavement thickness for dual wheel gear). Therefore, when flexural strength value's inserted, the value of k and the value MTOW on Pavement thickness design curves for 5 years and 10 years would produce the same Pavement thickness is 15 inches (38.10 cm). Keywords : Service, Apron, Rigid Pavement Planning, Methods FAA (Federal Aviation Administrasion)
Mustakim Mustakim - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
evaluasi Rigid Pavement apron bandara kalimarau berau dengan metode federal aviation administration
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA (Tanah Transportasi Struktur Manajemen Kontruksi), 2018Co-Authors: Rahmat Rahmat, Mustakim Mustakim, Risfadiah RisfadiahAbstract:Perkerasan pada apron Bandara Kalimarau Berau sebelumnya menggunakan perkerasan lentur (flexible Pavement). Mengingat fungsi apron sebagai tempat parkir pesawat dan sebagai tempat pengisian bahan bakar pesawat maka dibutuhkan peningkatan perkuatan struktur apron terhadap beban dan muatan pesawat yang lebih besar serta aman terhadap pengaruh panas blast jet dan limpahan minyak sehingga dilakukanlah rekonstruksi struktur perkerasan apron Bandara Kalimarau Berau menjadi perkerasan kaku (Rigid Pavement). Penulis merencanakan tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) pada apron Bandara Kalimarau menggunakan metode FAA (Federal Aviation Administration) tanpa tulangan dengan umur rencana 5 dan 10 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan desain tebal struktur perkerasan kaku pada apron Bandara Kalimarau Berau menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) yang dilakukan oleh penulis maka didapat data tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan umur rencana 10 tahun sebesar 15 inci (38,10 cm) dan dengan umur rencana 5 tahun adalah sebesar 15 inci (38,10 cm). Tebal perkerasan yang sama pada umur rencana 5 tahun dan 10 tahun terjadi karena jumlah Annual Departure Equivalent pada umur 5 tahun dan 10 tahun pada pesawat rencana Airbus A300 masing-masing berjumlah lebih kecil dari 1200 (jumlah minimal annual departure pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk dual wheel gear). Sehingga apabila dimasukkan nilai flexural strength, nilai k dan nilai MTOW pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk 5 tahun dan 10 tahun akan menghasilkan tebal perkerasan yang sama yaitu 15 inci (38,10 cm).
-
evaluasi Rigid Pavement apron bandara kalimarau berau dengan metode federal aviation administration
TRANSUKMA: Tanah-Transportasi-Struktur-Manajemen Konstruksi, 2016Co-Authors: Rahmat Mt, Mustakim Mustakim, Risfadiah RisfadiahAbstract:Perkerasan pada apron Bandara Kalimarau Berau sebelumnya menggunakan perkerasan lentur ( flexible Pavement ). Mengingat fungsi apron sebagai tempat parkir pesawat dan sebagai tempat pengisian bahan bakar pesawat maka dibutuhkan peningkatan perkuatan struktur apron terhadap beban dan muatan pesawat yang lebih besar serta aman terhadap pengaruh panas blast jet dan limpahan minyak sehingga dilakukanlah rekonstruksi struktur perkerasan apron Bandara Kalimarau Berau menjadi perkerasan kaku ( Rigid Pavement ). Penulis merencanakan tebal perkerasan kaku ( Rigid Pavement) pada apron Bandara Kalimarau menggunakan metode FAA ( Federal Aviation Administration ) tanpa tulangan dengan umur rencana 5 dan 10 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan desain tebal struktur perkerasan kaku pada apron Bandara Kalimarau Berau menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) yang dilakukan oleh penulis maka didapat data tebal perkerasan kaku ( Rigid Pavement ) dengan umur rencana 10 tahun sebesar 15 inci (38,10 cm) dan dengan umur rencana 5 tahun adalah sebesar 15 inci (38,10 cm). Tebal perkerasan yang sama pada umur rencana 5 tahun dan 10 tahun terjadi karena jumlah Annual Departure Equivalent pada umur 5 tahun dan 10 tahun pada pesawat rencana Airbus A300 masing-masing berjumlah lebih kecil dari 1200 (jumlah minimal annual departure pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk dual wheel gear ). Sehingga apabila dimasukkan nilai flexural strength , nilai k dan nilai MTOW pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk 5 tahun dan 10 tahun akan menghasilkan tebal perkerasan yang sama yaitu 15 inci (38,10 cm). Kata Kunci : Bandara, Apron, Perencanaan Perkerasan Kaku, Metode FAA ( Federal Aviation Administration ) Apron Pavement Berau Kalimarau airport, previously flexible Pavement (flexible Pavement) was common.The fungtional of airport apron is the area of an airport where aircraft are parked, unload or loaded refueled or boarding, base on demand of loads from larger aircaraft and for safety reason from hot blast jet and oil spill. Increase the retrofitting of structures apron is required in Kalimarau Berau Airport. In this case reconstruction of the structure apron from flexible Pavement becomes Rigid Pavement (Rigid Pavement).I was planning a thick Rigid Pavement (Rigid Pavement) on the apron Kalimarau Airport using the FAA (Federal Aviation Administration) metod without reinforcement for 5 and 10 years life time. Based on the results of the design calculations thick Rigid Pavement structure on the apron Kalimarau Berau airport using the Federal Aviation Administration (FAA) conducted by the author of the voluminous data obtained Rigid Pavement (Rigid Pavement) for 10 years lifetime by 15 inches (38.10 cm) and 5 years lifetime by 15 inches (38.10 cm).Thickness’s design of Pavement for 5 years and 10 yearsoccurred because the number of Annual Departure Equivalent at the age of 5 years and 10 years on the best plan of Airbus A300 respectively amounted to less than 1200 (a minimal amount of annual departure of the curve design Pavement thickness for dual wheel gear). Therefore, when flexural strength value's inserted, the value of k and the value MTOW on Pavement thickness design curves for 5 years and 10 years would produce the same Pavement thickness is 15 inches (38.10 cm). Keywords : Service, Apron, Rigid Pavement Planning, Methods FAA (Federal Aviation Administrasion)
Rahmat Mt - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
evaluasi Rigid Pavement apron bandara kalimarau berau dengan metode federal aviation administration
TRANSUKMA: Tanah-Transportasi-Struktur-Manajemen Konstruksi, 2016Co-Authors: Rahmat Mt, Mustakim Mustakim, Risfadiah RisfadiahAbstract:Perkerasan pada apron Bandara Kalimarau Berau sebelumnya menggunakan perkerasan lentur ( flexible Pavement ). Mengingat fungsi apron sebagai tempat parkir pesawat dan sebagai tempat pengisian bahan bakar pesawat maka dibutuhkan peningkatan perkuatan struktur apron terhadap beban dan muatan pesawat yang lebih besar serta aman terhadap pengaruh panas blast jet dan limpahan minyak sehingga dilakukanlah rekonstruksi struktur perkerasan apron Bandara Kalimarau Berau menjadi perkerasan kaku ( Rigid Pavement ). Penulis merencanakan tebal perkerasan kaku ( Rigid Pavement) pada apron Bandara Kalimarau menggunakan metode FAA ( Federal Aviation Administration ) tanpa tulangan dengan umur rencana 5 dan 10 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan desain tebal struktur perkerasan kaku pada apron Bandara Kalimarau Berau menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) yang dilakukan oleh penulis maka didapat data tebal perkerasan kaku ( Rigid Pavement ) dengan umur rencana 10 tahun sebesar 15 inci (38,10 cm) dan dengan umur rencana 5 tahun adalah sebesar 15 inci (38,10 cm). Tebal perkerasan yang sama pada umur rencana 5 tahun dan 10 tahun terjadi karena jumlah Annual Departure Equivalent pada umur 5 tahun dan 10 tahun pada pesawat rencana Airbus A300 masing-masing berjumlah lebih kecil dari 1200 (jumlah minimal annual departure pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk dual wheel gear ). Sehingga apabila dimasukkan nilai flexural strength , nilai k dan nilai MTOW pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk 5 tahun dan 10 tahun akan menghasilkan tebal perkerasan yang sama yaitu 15 inci (38,10 cm). Kata Kunci : Bandara, Apron, Perencanaan Perkerasan Kaku, Metode FAA ( Federal Aviation Administration ) Apron Pavement Berau Kalimarau airport, previously flexible Pavement (flexible Pavement) was common.The fungtional of airport apron is the area of an airport where aircraft are parked, unload or loaded refueled or boarding, base on demand of loads from larger aircaraft and for safety reason from hot blast jet and oil spill. Increase the retrofitting of structures apron is required in Kalimarau Berau Airport. In this case reconstruction of the structure apron from flexible Pavement becomes Rigid Pavement (Rigid Pavement).I was planning a thick Rigid Pavement (Rigid Pavement) on the apron Kalimarau Airport using the FAA (Federal Aviation Administration) metod without reinforcement for 5 and 10 years life time. Based on the results of the design calculations thick Rigid Pavement structure on the apron Kalimarau Berau airport using the Federal Aviation Administration (FAA) conducted by the author of the voluminous data obtained Rigid Pavement (Rigid Pavement) for 10 years lifetime by 15 inches (38.10 cm) and 5 years lifetime by 15 inches (38.10 cm).Thickness’s design of Pavement for 5 years and 10 yearsoccurred because the number of Annual Departure Equivalent at the age of 5 years and 10 years on the best plan of Airbus A300 respectively amounted to less than 1200 (a minimal amount of annual departure of the curve design Pavement thickness for dual wheel gear). Therefore, when flexural strength value's inserted, the value of k and the value MTOW on Pavement thickness design curves for 5 years and 10 years would produce the same Pavement thickness is 15 inches (38.10 cm). Keywords : Service, Apron, Rigid Pavement Planning, Methods FAA (Federal Aviation Administrasion)
Rahmat Rahmat - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
evaluasi Rigid Pavement apron bandara kalimarau berau dengan metode federal aviation administration
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA (Tanah Transportasi Struktur Manajemen Kontruksi), 2018Co-Authors: Rahmat Rahmat, Mustakim Mustakim, Risfadiah RisfadiahAbstract:Perkerasan pada apron Bandara Kalimarau Berau sebelumnya menggunakan perkerasan lentur (flexible Pavement). Mengingat fungsi apron sebagai tempat parkir pesawat dan sebagai tempat pengisian bahan bakar pesawat maka dibutuhkan peningkatan perkuatan struktur apron terhadap beban dan muatan pesawat yang lebih besar serta aman terhadap pengaruh panas blast jet dan limpahan minyak sehingga dilakukanlah rekonstruksi struktur perkerasan apron Bandara Kalimarau Berau menjadi perkerasan kaku (Rigid Pavement). Penulis merencanakan tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) pada apron Bandara Kalimarau menggunakan metode FAA (Federal Aviation Administration) tanpa tulangan dengan umur rencana 5 dan 10 tahun. Berdasarkan hasil perhitungan desain tebal struktur perkerasan kaku pada apron Bandara Kalimarau Berau menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) yang dilakukan oleh penulis maka didapat data tebal perkerasan kaku (Rigid Pavement) dengan umur rencana 10 tahun sebesar 15 inci (38,10 cm) dan dengan umur rencana 5 tahun adalah sebesar 15 inci (38,10 cm). Tebal perkerasan yang sama pada umur rencana 5 tahun dan 10 tahun terjadi karena jumlah Annual Departure Equivalent pada umur 5 tahun dan 10 tahun pada pesawat rencana Airbus A300 masing-masing berjumlah lebih kecil dari 1200 (jumlah minimal annual departure pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk dual wheel gear). Sehingga apabila dimasukkan nilai flexural strength, nilai k dan nilai MTOW pada kurva perencanaan tebal perkerasan untuk 5 tahun dan 10 tahun akan menghasilkan tebal perkerasan yang sama yaitu 15 inci (38,10 cm).
Fahlevi, Muhammad Reza - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU (Rigid Pavement) PADA JALAN TOL PANDAAN – MALANG SEKSI IV SINGOSARI - PAKIS STA. 30+625 s.d. STA. 35+375 DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 2003 DAN METODE AASHTO 1993
2020Co-Authors: Fahlevi, Muhammad RezaAbstract:Road planning and construction is one of the factors in the formation of sustainable areas, including the type of infrastructure development that serves as one of the community's needs which includes the process of opening a traffic room to connect one region to another. This plan is located in Section 4 of Pandaan - Malang Toll Road Section, East Java Province. The purpose of this plan is to determine the thickness of Rigid Pavement by referring to the 2003 Bina Marga and AASHTO 1993 methods, and the costs involved in the planning. From the results of the planning, the thickness of the Rigid Pavement Concrete Slab Structure is 27 cm (Bina Marga 2003) and 30 cm (AASHTO1993) with K-450 concrete and Thick Concrete Base Layer Lower Layers Structure is 10 cm with K-125 concrete, with CBR soil base 6% and size of iron used: Ruji dowel ∅ 32 mm, length 450 mm, distance 300 mm, tie bars ∅ 16 mm, length 700 mm, distance 750 mm (Bina Marga 2003). The fee required by the Bina Marga method is Rp. 100,756,687,691 (one hundred billion seven hundred fifty-six million six hundred eighty-seven thousand six hundred and ninety-one rupiah). While the costs required for the AASHTO method are Rp. 108,306,576,493 (one hundred eight billion three hundred six million five hundred seventy-six thousand four hundred nine pluh three rupiah)