Total Suspended Solid - Explore the Science & Experts | ideXlab

Scan Science and Technology

Contact Leading Edge Experts & Companies

Total Suspended Solid

The Experts below are selected from a list of 23877 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

Total Suspended Solid – Free Register to Access Experts & Abstracts

Abdi Sukmono – One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • studi perubahan kerapatan vegetasi di daerah aliran sungai blorong terhadap dinamika Total Suspended Solid perairan sekitar pelabuhan kendal dengan citra landsat 8
    Jurnal Geodesi Undip, 2020
    Co-Authors: Ardyan Satria Putra Pratama, Abdi Sukmono, L M Sabri
    Abstract:

    ABSTRAK Perubahan tata guna lahan suatu DAS dapat mempengaruhi pencemaran dan sendimentasi di muara sungai. DAS Blorong yang ebrmuara di Laut Jawa diduga terkontaminasi terhadap pencemaran dan sendimen di sebelah barat dari Pelabuhan Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan metode Forest Canopy Density (FCD) untuk mengetahui perubahan kerapatan vegetasi dan Total Suspended Solid (TSS)  untuk mengetahui besarnya masa yang tersuspensi pada air yang berada di perairan pantai Kabupaten Kendal. Proses selanjutnya adalah perhitungan Total Suspended Solid dengan 4 algoritma yaitu Algoritma Parwati, Algoritma Syarif Budhiman, Algoritma Laili dan Algoritma Guzman  dan permodelan kerapatan vegetasi yang dipilih adalah algoritma FCD. Korelasi perubahan nilai kerapatan vegetasi dan perubahan luasan area TSS secara temporal dihitung dengan  metode Spearman . Perhitungan kerapatan vegetasi menghasilkan perubahan luas kerapatan vegetasi untuk tahun 2013 hingga 2019 pada rentang kelas 0% – 8,71 % sebesar 27,85 Ha, pada kelas 8,72% – 44,52% sebesar 73,71 (Ha), untuk kelas 44,53% – 80,33% sebesar – 4539,32 Ha, dan untuk kelas dengan rentang nilai tutupan pohon 80,34% – 100% sebesar -4640,88 Ha. Perhitungan TSS menghasilkan perubahan luas tahun 2013 hingga 2019 pada rentang kelas 4,263mg/l – 23,707 mg/l  menghasilkan peruahan luas sebesar -1898,24 Ha, 23,707mg/l – 45,882 mg/l  menghasilkan peruahan luas sebesar 9,6087 (Km2), 45,882 mg/l  – 68,057 mg/l  menghasilkan peruahan luas sebesar 353,58 Ha, dan 68,057 mg/l  – 376,395 mg/l  menghasilkan peruahan luas sebesar 583,79 Ha. Hasil perhitungan korelasi antara kerapatan vegetasi terhadap TSS adalah 0,876. Perubahan kerapatan vegetasi berpengaruh terhadap perubahan luasan TSS di DAS Blorong. Kunci : Daerah Aliran Sungai Blorong, Forest Canopy Density , Total Suspended Solid ABSTRACT Changes in the land use of a watershed can affect pollution and sendimentation in river mouths. The Blorong watershed which is in the Java Sea is suspected of being contaminated with pollution and sendiments west of Kendal Regency Harbor. This study uses the Forest Canopy Density (FCD) method to determine changes in vegetation density and Total Suspended Solid (TSS) to determine the amount of time Suspended in water in the waters of Kendal Regency. The next process is the calculation of Total Suspended Solid with 4 algorithms namely Parwati Algorithm, Sharif Budhiman Algorithm, Laili Algorithm and Guzman Algorithm and the chosen vegetation density modeling is the FCD algorithm. Correlation of changes in vegetation density values and temporal changes in area of the TSS were calculated using the Spearman method. Calculation of vegetation density resulted in changes in area of vegetation density for 2013 to 2019 in the range of class 0% – 8.71% by 27.85 Ha, in class 8.72% – 44.52% by 73.71 (Ha), for the class 44.53% – 80.33% amounted to – 4539.32 Ha, and for classes with a range of tree cover values of 80.34% – 100% amounted to -4640.88 Ha. TSS calculations resulted in extensive changes in 2013 to 2019 in the class range 4.263mg / l – 23.707 mg / l resulting in extensive changes of -1898.24 Ha, 23.707mg / l – 45.882 mg / l resulting in extensive changes of 9.6087 (Km2) , 45,882 mg / l – 68,057 mg / l produced extensive changes of 353.58 Ha, and 68,057 mg / l – 376,395 mg / l produced extensive changes of 583.79 Ha. The results of the calculation of the correlation between the density of vegetation against TSS is 0.876. Changes in vegetation density affect changes in the area of TSS in the Blorong watershed. Keywords: Blorong watershed, Forest Canopy Density , Total Suspended Solid

  • analisa pengaruh koreksi atmosfer terhadap akurasi estimasi kandungan tss Total Suspended Solid menggunakan citra landsat 8 studi kasus muara banjir kanal timur semarang dan muara das blorong kabupaten kendal
    Jurnal Geodesi Undip, 2019
    Co-Authors: Novitasari Novitasari, Abdi Sukmono, Nurhadi Bashit
    Abstract:

    ABSTRAK Kota Semarang bagian timur yang padat pemukiman dan industri ini dilintasi oleh Sungai Banjir Kanal Timur. Di sekitar daerah aliran sungai banyak aktivitas industri yang menyebabkan tercemarnya perairan ini terutama tercemar oleh sedimentasi. Aliran sungai yang mengalami pencemaran juga terdapat di DAS Blorong Kabupaten Kendal yang bersebelahan langsung dengan Kota Semarang. Berdasarkan permasalahan muara Banjir Kanal Timur dan muara DAS Blorong, maka penelitian ini bertujuan untuk memantau bagaimana kondisi baku mutu air muara sungai Banjir Kanal Timur dan muara DAS Blorong yang terutama yang tercemar oleh sedimentasi dan bagaimana kondisi konsentrasi Total Suspended Solid di wilayah tersebut. Metode yang digunakan untuk menilai kualitas air menggunakan pendekatan pengindraan jauh dengan menggunakan konsentrasi Total Suspended Solid memakai 3 algoritma meliputi algoritma Syarif Budhiman pada tahun 2015, algoritma Parwati pada tahun 2014, dan algoritma Nurahida Laili pada tahun 2002. Penggunaan pendekatan dengan pengindraan jauh ini membutuhkan koreksi atmosfer dalam pengolahannya, koreksi atmosfer yang digunakan menggunakan 3 metode, yaitu koreksi atmosfer 6SV, koreksi atmosfer FLAASH, dan koreksi atmosfer DOS. Hasil algoritma terbaik adalah algoritma Parwati pada koreksi atmosfer 6SV dimana memiliki RMSE paling kecil dibandingkan algoritma dan koreksi atmosfer lainnya yaitu sebesar 6,36 mg/l. Kata Kunci : Koreksi Atmosfer, Muara Banjir Kanal Timur Semarang, Muara DAS Blorong Kabupaten Kendal, Total Suspended Solid . ABSTRACT The city of Semarang, which is densely populated and industrial, is crossed by the East Flood Canal River. Around the watersheds there are many industrial activities that cause pollution of these waters, especially polluted by sedimentation. Polluted river flow is also found in the Blorong watershed in Kendal Regency, which is directly adjacent to Semarang City. Based on the problems of the East Banjir Kana estuary and the Blorong watershed estuary, this study aims to monitor how the water quality standard conditions of the East Banjir Kanal estuary and Blorong watershed estuary are mainly polluted by sedimentation and how the Total Suspended Solid concentration conditions in the region. The method used to assess water quality uses the remote sensing approach using Total Suspended Solid concentration using 3 algorithms including the Syarif Budhiman algorithm in 2015, the Parwati algorithm in 2014, and the Nurahida Laili algorithm in 2002. The use of the remote sensing approach requires correction atmosphere in its processing, atmospheric correction used using 3 methods, namely 6SV atmosphere correction, FLAASH atmosphere correction, and DOS atmosphere correction. The best algorithm results are Parwati algorithm on 6SV atmospheric correction which has the smallest RMSE compared to other algorithms and atmospheric correction that is equal to 6,36 mg / l. Keyword : Atmospheric Correction, Estuary of The East Banjir Kanal in Semarang , Estuary of The Blorong Watershed at Kendal Regency , Total Suspended Solid..

  • pengaruh tingkat bahaya erosi daerah aliran sungai das kali serang terhadap dinamika Total Suspended Solid tss di waduk kedung ombo
    Geoid, 2019
    Co-Authors: Abdi Sukmono, Trevy Austin Rajagukguk
    Abstract:

    Waduk Kedung Ombo adalah waduk yang terletak di perbatasan tiga kabupaten yaitu Kabupaten Grobongan, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sragen tepatnya di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa tengah. Waduk Kedung Ombo mempunyai peran penting sebagai sumber perairan untuk berbagai keperluan. Seiring berjalannya waktu, Waduk Kedung Ombo mengalami penurunan kualitas dikarenakan permasalahan kondisi waduk serta permasalahan kawasan di sekitarnya.. Tingkat sedimentasi yang tinggi pada perairan dapat mengakibatkan degradasi kualitas air dan berpengaruh terhadap besaran potensi erosi yang dapat ditunjukkan dari tingginya nilai Total Suspended Solid (TSS) yang merupakan material padatan yang tersuspensi di daerah perairannya. Besarnya nilai TSS didapatkan dari hasil pengolahan menggunakan algoritma TSS pada citra Landsat 8 tahun 2014, 2016, dan 2018 yang dibandingkan dengan nilai hasil validasi sampel air yang telah di uji secara gravimetri. Konsentrasi TSS yang didapatkan kemudian dikaitkan dengan besaran potensi erosi dengan melakukan suatu prediksi erosi menggunakan metode empiris USLE (Universal Soil Loss Equation) pada Daerah Aliran Sungai Kali Serang di Waduk Kedung Ombo. Hasil penelitian ini menunjukkan kelas tingkat bahaya erosi di Daerah Aliran Sungai Kali Serang pada Waduk Kedung Ombo yang paling besar adalah kelas 15-60 ton/ha/tahun dengan luas pada tahun 2014 sebesar 20.368,786 ha dan 2016 sebesar 23.320,163 ha. Algoritma yang paling baik untuk pengolahan TSS dengan nilai koefisien determinasi mendekati 1 adalah Algoritma Parwati dengan nilai determinasi mencapai 0,6404 atau 64,04%. Penurunan terhadap sebaran Total Suspended Solid pada konsentrasi 100 mg/l dan kenaikan terhadap konsentrasi 0-20 mg/l sebanding dengan perubahan luasan Tingkat Bahaya Erosi pada Daerah Aliran Sungai Kali Serang di Waduk Kedung Ombo. Perubahan Total Suspended Solid sangat signifikan di area sub DAS Karangboyo dan sub DAS Laban.

Bambang Sudarsono – One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • analisis pengaruh perubahan tutupan lahan das serang terhadap distribusi Total Suspended Solid tss di perairan pantai kabupaten demak
    , 2018
    Co-Authors: Bambang Sudarsono, Abdi Sukmono, Haniah Haniah
    Abstract:

    ABSTRAK Kecamatan Wedung dilalui oleh sungai utama dari DAS Serang yaitu Sungai Wulan yang bermuara di Pantai Utara Jawa, tepatnya di pesisir Kecamatan Wedung. Sungai Wulan cenderung mengalami kerusakan dan pencemaran lingkungan. Sedimentasi di muara sungai telah meningkat dari tahun ke tahun. Sedimentasi yang tinggi dapat ditunjukkan dari tingginya nilai Total Suspended Solid (TSS) di perairannya. TSS diperairan dapat dihasilkan dari hasil erosi daerah atasnya, dalam kaitannya dengan sungai Wulan dan muaranya maka yang diduga mempengaruhinya adalah DAS Serang. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dilakukan penelitian dengan judul analisis pengaruh perubahan tutupan lahan DAS Serang terhadap distribusi Total Suspended Solid di perairan pantai Kecamatan Demak. Penelitian ini dilakukan dengan data temporal menggunakan Landsat akuisisi citra pada tahun 2003, 2013, dan 2016. Nilai distribusi setiap tahun diperoleh dengan perhitungan algoritma dari penelitian sebelumnya yang disesuaikan dengan TSS insitu. Klasifikasi tutupan lahan DAS Serang diperoleh dengan metode klasifikasi terbimbing menggunakan software penginderaan jauh. Sedangkan pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap distribusi TSS dianalisis dengan menggunakan software statistik untuk kemudian diketahui korelasinya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peta dari distibusi TSS di Kabupaten Demak dan peta tutupan lahan DAS Serang serta kelas dari tutupan lahan yang mempengaruhi perubahan distribusi TSS adalah pemukiman, hutan, dan perkebunan yang ada pada DAS Serang. Uji korelasi antara perubahan tutupan lahan pemukiman dan distribusi TSS, hutan dan TSS, perkebunan dan TSS, masing-masing memiliki koefisien determinasi sebesar +0,945, -0,788, dan -0,805. Kata kunci : DAS Serang, Perairan Pantai, Kecamatan Wedung, Tutupan Lahan, Total Suspended Solid

  • analisis pengaruh tingkat bahaya erosi daerah aliran sungai das bengawan solo terhadap Total Suspended Solid tss di perairan waduk gajah mungkur
    Jurnal Geodesi Undip, 2017
    Co-Authors: Aziz Anjar Santoso, Bambang Sudarsono, Abdi Sukmono
    Abstract:

    ABSTRAK Waduk Gajah Mungkur yang terletak di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah adalah waduk serbaguna dengan wilayah seluas kurang lebih 8.800 ha ini dapat mengairi sawah seluas 23.600 ha di Kabupaten Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen. Jumlah sedimentasi yang meningkat dengan pesat mengakibatkan degradasi kualitas air Waduk Gajah Mungkur. Sedimentasi yang tinggi dapat ditunjukkan dari tingginya nilai Total Suspended Solid (TSS) di perairannya. TSS adalah material padatan, termasuk bahan organik dan anorganik yang tersuspensi di daerah perairan.  Dinamika TSS yang ada di perairan Waduk Gajah Mungkur tak lepas dari dinamika erosi tanah permukaan lahan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) dapat diidentifikasi menggunakan perhitungan algoritma Total Suspended Solid (TSS) pada citra Satelit Landsat 8 tahun 2013, 2015, dan 2017 yang kemudian dibandingkan dengan kadar TSS di lapangan. Tingkat bahaya erosi diidentifikasi menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Bedasarkan hasil kajian kelas tingkat bahaya erosi pada DAS Bengawan Solo yang mengalir ke Waduk Gajah Mungkur kelas tingkat bahaya erosi yang memiliki luas paling besar adalah kelas 180-480 ton/ha/tahun dengan luas pada tahun 2013 sebesar 68.473,549 ha dan 2015 sebesar 65.055,459 ha. Algoritma yang paling cocok di perairan Waduk Gajah Mungkur adalah algoritma Syarif Budhiman dengan koefisien regresi 92%. Persamaan regresi Syarif Budhiman dengan TSS insitu adalah Y=0,4711x+45.266. Konsentrasi di perairan Waduk Gajah Mungkur dalam rentang waktu tahun 2013-2017 mengalami peningkatan.Tingkat bahaya erosi di DAS Bengawan Solo pada perairan Waduk Gajah Mungkur mempengaruhi pola persebaran dan perubahan nilai TSS-nya. Sub DAS yang perubahan erosinya memiliki pengaruh terhadap perubahan TSS yaitu Sub DAS Keduang dan Alang.

  • studi distribusi Total Suspended Solid tss di perairan pantai kabupaten demak menggunakan citra landsat
    Jurnal Geodesi Undip, 2017
    Co-Authors: Jiyah Jiyah, Bambang Sudarsono, Abdi Sukmono
    Abstract:

    ABSTRAK Kecamatan Wedung dilalui oleh sungai utama dari DAS Serang yaitu Sungai Wulan yang bermuara di Pantai Utara Jawa, tepatnya di pesisir Kecamatan Wedung. Sungai Wulan yang digunakan oleh para nelayan sebagai jalur menuju laut lepas cenderung mengalami kerusakan dan pencemaran lingkungan. Sedimentasi di muara sungai telah meningkat dari tahun ke tahun. Sedimentasi yang tinggi dapat ditunjukkan dari tingginya nilai Total Suspended Solid (TSS) di perairannya.  TSS adalah material padatan, termasuk bahan organik dan anorganik yang tersuspensi di daerah perairan. Nilai konsentrasi padatan tersuspensi Total yang tinggi dapat menurunkan aktivitas fotosintesis tumbuhan laut baik yang mikro maupun makro sehingga oksigen yang dilepaskan tumbuhan menjadi berkurang dan mengakibatkan ikan-ikan menjadi mati. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dilakukan penelitian dengan judul Studi Distribusi Total Suspended Solid (TSS) di Perairan Pantai Kabupaten Demak Menggunakan Citra Landsat. Penelitian ini dilakukan dengan data temporal menggunakan Landsat 7 akuisisi citra pada tahun 2003, dan 2013, serta Landsat 8 dengan akuisisi citra pada tahun 2016. Nilai distribusi TSS setiap tahun diperoleh dengan perhitungan algoritma dari penelitian sebelumnya yang disesuaikan dengan TSS insitu. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah algoritma empiris yang sesuai untuk pemetaan TSS di perairan pantai Kabupaten Demak dengan persamaan : TSS = -140,8x + 913,8 serta peta dari distribusi TSS di Kabupaten Demak pada tahun 2003, 2013, dan 2016. Kata Kunci : Algoritma Empiris, Perairan Pantai, Kecamatan Wedung, Total Suspended Solid . ABSTRACT Wedung Subdistrict is traversed by main river of Serang watershed which is Wulan River which estuary in Northern Coast of Java, rather in the coastal Subdistrict Wedung. The tendency of wulan river can create damage and environment pollution. the sedimentation in estuary river increased from another year to other. High sedimentation can be showed from high value of TSS in waters. TSS are Solid materials, including organic and anorganic, that are Suspended in the water. T he value of Total Suspended Solids concentration can lower the activity of photosynthetic marine plants both micro and macro that released oxygen plant to be reduced and result in fish being dead . A ccording to the condition, this research took a title which is entitle Study The Distribution of Total Suspended Solid (TSS) in The Coastal Waters of Demak Using Landsat Imagery. The research using temporal data from landsat 7 imagery in 200 3  and 2013 and landsat 8 in 2016. Then distribution value of TSS in every year is produced by the calculation of algorithm prior to the research that adapted  to TSS insitu. The results which obtained from this research are the most suitable empirical algorithm for estimating TSS concertration in the coastal waters of Wedung Subdistrict. The equation are TSS= -140,8x + 913,8, and then  map  of TSS distribution in Dema k in 2003, 2013 and 2016. Keywords : Coastal waters of Demak,  Empirical Algorithm , Total Suspended Solid, Wedung Subdistrict

Tammo S Steenhuis – One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • evaluation of stream water quality data generated from modis images in modeling Total Suspended Solid emission to a freshwater lake
    Science of The Total Environment, 2015
    Co-Authors: Essayas K Ayana, Tammo S Steenhuis, Abeyou W Worqlul
    Abstract:

    Abstract Modeling of Suspended sediment emission into freshwater lakes is challenging due to data gaps in developing countries. Existing models simulate sediment concentration at a gauging station upstream and none of these studies had modeled Total Suspended Solids (TSS) emissions by inflowing rivers to freshwater lakes as there are no TSS measurements at the river mouth in the upper Blue Nile basin. In this study a 10 year TSS time series data generated from remotely sensed MODIS/Terra images using established empirical relationship is applied to calibrate and validate a hydrology model for Lake Tana in Upper Blue Nile Basin. The result showed that at a monthly time scale TSS at the river mouth can be replicated with Nash–Sutcliffe efficiency (NS) of 0.34 for calibration and 0.21 for validation periods. Percent bias (PBIAS) and ratio of the root-mean-square error to the standard deviation of measured data (RSR) are all within range. Given the inaccessibility and costliness to measure TSS at river mouths to a lake the results found here are considered useful for Suspended sediment budget studies in water bodies of the basin.

Essayas K Ayana – One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • evaluation of stream water quality data generated from modis images in modeling Total Suspended Solid emission to a freshwater lake
    Science of The Total Environment, 2015
    Co-Authors: Essayas K Ayana, Tammo S Steenhuis, Abeyou W Worqlul
    Abstract:

    Abstract Modeling of Suspended sediment emission into freshwater lakes is challenging due to data gaps in developing countries. Existing models simulate sediment concentration at a gauging station upstream and none of these studies had modeled Total Suspended Solids (TSS) emissions by inflowing rivers to freshwater lakes as there are no TSS measurements at the river mouth in the upper Blue Nile basin. In this study a 10 year TSS time series data generated from remotely sensed MODIS/Terra images using established empirical relationship is applied to calibrate and validate a hydrology model for Lake Tana in Upper Blue Nile Basin. The result showed that at a monthly time scale TSS at the river mouth can be replicated with Nash–Sutcliffe efficiency (NS) of 0.34 for calibration and 0.21 for validation periods. Percent bias (PBIAS) and ratio of the root-mean-square error to the standard deviation of measured data (RSR) are all within range. Given the inaccessibility and costliness to measure TSS at river mouths to a lake the results found here are considered useful for Suspended sediment budget studies in water bodies of the basin.

Shofiyunniswah Shofiyunniswah – One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • elektrokoagulasi untuk penurunan kadar kromium cr chemical oxygen demand cod dan Total Suspended Solid tss pada limbah industri penyamakan kulit di singosari kabupaten malang
    Jurnal Dampak, 2019
    Co-Authors: Tunggul Sutanhaji, Bambang Suharto, Shofiyunniswah Shofiyunniswah
    Abstract:

    The chromium compounds in the leather tannery wastewater come from the leather tanning process, which is uses 60-70% chromium sulphate compound. Electrocoagulation process generally uses aluminum or iron electrode which can act as sacrificial electrode (electrode acting as anode and cathode). The purposes of this research were to investigate the the removal of Chromium (Total Cr), Chemical OxygOxygen Demand (COD) and Total Suspended Solid (TSS), to find the optimum voltage and contact time in Total Chromium, COD and TSS in tannery wastewater. Method used was the laboratorical method with descriptive data analysis. Mathematical model used was experimental model. A luminium the plate with 15 cm length and 7 cm width electrodes with voltage variation that are 6, 12 , and 2 4 Volt. The contact time variation were 20, 40, and 60 second . The observation parameter were Total Chromium, COD and TSS in triplicate . The results showed the quality standards parameter Total Chromium, COD and TSS reached at contact time 70 second by extrapolation. The most optimal electrocoagulation process of tannery wastewater in reducing Total Total Chromium, COD and TSS concentrations occurred at 24 Volt with contact time 70 second. The removal efficiency of Total Chromium, COD and TSS were 99,99%; 97,33%; and 84,89%. The energy requirement at the time of 24 Volt voltage and contact time of 70 second, was 0.056 KWH. Determination test value (R 2 ) for each parameter by to the voltage has a value range from 0.961314 to 1. Keywords : COD, Electrocoagulation Method , Tannery Wastewater , Total Chromium, TSS ABSTRA K Industri penyamakan kulit yang proses produksinya menggunakan kromium sulfat 60-70% berpotensi mencemari lingkungan sekitar pabrik melalui pembuangan limbah cairnya.  Salah satu metode yang efektif untuk pengolahan limbah cair penyamakan kulit adalah dengan metode elektrokoagulasi. Proses elektrokoagulasi umumnya menggunakan elektroda aluminium ataupun besi yang dapat berperan sebagai sacrificial electrode (elektroda yang berperan sebagai anoda dan katoda).  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penurunan kadar Kromium (Cr Total), Chemical OxygOxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS) pada limbah cair penyamakan kulit dengan menggunakan metode elektrokoagulasi, serta mengetahui tegangan dan waktu kontak yang optimum dalam menurunkan kadar logam Kromium (Cr Total), Chemical OxygOxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS).  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode laboratorik dengan menggunakan analisis data grafik nomograf.  Metode elektrokoagulasi menggunakan aluminium sebagai plat elektroda dengan variasi tegangan 6 Volt, 12 Volt, dan 24 Volt, serta variasi waktu kontak 20 menit, 40 menit, dan 60 menit. Parameter yang diamati, yaitu logam krom Total (Cr Total), TSS, dan COD dengan 3 kali pengulangan.  Proses elektrokoagulasi limbah cair penyamakan kulit paling optimal dalam menurunkankonsentrasi logam krom Total (Cr Total), TSS, dan COD terjadi pada tegangan 24 Volt dengan waktu kontak 70 menit. Persentase efisiensi removal pada logam krom Total (Cr Total) sebesar 99,99%. Persentase efisiensi removal pada TSS sebesar 84,89%; sedangkan % (persen) efisiensi removal pada COD sebesar 97,33%. Kebutuhan energi yang dibutuhkan pada saat tegangan 24 Volt dengan waktu kontak 70, yaitu 0,056 KWH.Nilai uji determinasi (R 2 ) untuk masing-masing parameter yang di uji dengan variasi besarnya tegangan memiliki nilai range 0.961314 hingga 1. Kata Kunci : Elektrokoagulasi, Limbah Cair Penyamakan Kulit, Logam Krom, COD, TSS

  • elektrokoagulasi untuk penurunan kadar kromium cr chemical oxygen demand cod dan Total Suspended Solid tss pada limbah industri penyamakan kulit di singosari kabupaten malang
    Seminar Nasional Sains dan Teknologi Lingkungan III 2018, 2018
    Co-Authors: Tunggul Sutanhaji, Bambang Suharto, Shofiyunniswah Shofiyunniswah
    Abstract:

    Industri penyamakan kulit yang proses produksinya menggunakan kromium sulfat 60-70% berpotensi mencemari lingkungan sekitar pabrik melalui pembuangan limbah cairnya.  Pencemaran logam Cr dapat ditekan dengan pengolahan yang tepat dan penanganan yag baik.  Salah satu metode yang efektif untuk pengolahan limbah cair penyamakan kulit adalah dengan metode elektrokoagulasi.  Elektrokoagulasi merupakan metode elektrokimia untuk pengolahan limbah cair dimana pada anoda terjadi pelepasan koagulan aktif berupa ion logam (biasanyana aluminium atau besi) ke dalam larutan, sedangkan pada katoda terjadi reaksi elektrolisis berupa pelepasan gas hidrogen. Proses elektrokoagulasi umumnya menggunakan elektroda aluminium ataupun besi yang dapat berperan sebagai sacrificial electrode (elektroda yang berperan sebagai anoda dan katoda).  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penurunan kadar Kromium (Cr Total), Chemical OxygOxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS) pada limbah cair penyamakan kulit dengan menggunakan metode elektrokoagulasi, mengetahui pengaruh penggunaan metode elektrokoagulasi dalam penurunan kadar Kromium (Cr), Chemical OxygOxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS)  pada limbah cair penyamakan kulit, serta mengetahui tegangan dan waktu kontak yang optimum dalam menurunkan kadar logam Kromium (Cr Total), Chemical OxygOxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS)  pada limbah cair penyamakan kulit.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode laboratorik dengan menggunakan analisis data grafik nomograf.  Metode elektrokoagulasi menggunakan aluminium sebagai plat elektroda dengan variasi tegangan 6 Volt, 12 Volt, dan 24 Volt, serta variasi waktu kontak 20 menit, 40 menit, dan 60 menit. Parameter yang diamati, yaitu logam krom Total (Cr Total), TSS, dan COD dengan 3 kali pengulangan.  Proses elektrokoagulasi limbah cair penyamakan kulit paling optimal dalam menurunkankonsentrasi logam krom Total (Cr Total), TSS, dan COD terjadi pada tegangan 24 Volt dengan waktu kontak 70 menit. Persentase efisiensi removal pada logam krom Total (Cr Total) sebesar 99,99%. Persentase efisiensi removal pada TSS sebesar 84,89%; sedangkan % (persen) efisiensi removal pada COD sebesar 97,33%. Kebutuhan energi yang dibutuhkan pada saat tegangan 24 Volt dengan waktu kontak 70, yaitu 0,056 KWH.Nilai uji determinasi (R 2 ) untuk masing-masing parameter yang di uji dengan variasi besarnya tegangan memiliki nilai range 0.961314 hingga 1.