The Experts below are selected from a list of 189 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Agus Zainudin - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Tanaman Air Azolla sp. Sebagai Imbuhan Pakan dan Pengaruhnya Terhadap Tampilan Produksi Ayam Broiler Strain Hubbard
'Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP) Universitas Bengkulu', 2010Co-Authors: Aris Winaya, Maftuchah Maftuchah, Agus ZainudinAbstract:ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan suatu tanaman air Azolla sp. yang memiliki mikrosimbion mikroalga (ganggang) Anabaena azollae., yang dikembangkan sebagai formula imbuhan pakan (feed additive) pada pakan ayam pedaging (broiler). Formula imbuhan pakan ini adalah untuk pakan komplit ayam pedaging, baik fase starter maupun finisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian imbuhan pakan Azolla sp. yang bersimbiosis dengan A. azollae pada pakan jadi merk Malindo yang diujikan untuk ayam pedaging strain Hubbard, baik fase awal (starter) dan kemudian fase akhir (finisher) memberikan performa Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) ayam broiler strain Hubbard sebesar 52,42 gram/ekor. Sedangkan pencapaian bobot badan akhir rata-rata sebesar 1,880.95 gram/ekor. Baik pertambahan bobot badan harian maupun pencapaian bobot badan akhir secara umum masih dalam kisaran sebagaimana disarankan, demikian pula konsumsi pakannya. Tetapi, kandungan kolestrol daging broiler perlakuan menunjukkan penurunan hingga perlakuan level 2 %. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Azolla sp. yang bersimbiosis dengan mikroalga A. azollae dapat digunakan sebagai imbuhan pakan pada pakan komplit ayam pedaging dengan tidak memberikan efek terhadap penurunan palatabilitas maupun metabolisme, dan juga sumber bahan pakan ini merupakan non konvensional, sehingga hal ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk masa mendatangkan dengan meningkatkan efisiensi pakan dan kemampuan produksi ayam broiler. Kata kunci : Azolla sp.; Anabaena azollae; broiler; Hubbard; imbuhan paka
-
WATER PLANT Azolla sp. AS FEED ADDITIVE AND THE EFFECT ON PRODUCTION PERFOMANCE OF BROILER HUBBARD STRAIN
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2010Co-Authors: Winaya Aris, Maftuchah Maftuchah, Agus ZainudinAbstract:Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan suatu tanaman air Azolla sp. yang memiliki mikrosimbion mikroalga (ganggang) Anabaena azollae., yang dikembangkan sebagai formula imbuhan pakan (feed additive) pada pakan ayam pedaging (broiler). Formula imbuhan pakan ini adalah untuk pakan komplit ayam pedaging, baik fase starter maupun finisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian imbuhan pakan Azolla sp. yang bersimbiosis dengan A. azollae pada pakan jadi merk Malindo yang diujikan untuk ayam pedaging strain Hubbard, baik fase awal (starter) dan kemudian fase akhir (finisher) memberikan performa Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) ayam broiler strain Hubbard sebesar 52,42 gram/ekor. Sedangkan pencapaian bobot badan akhir rata-rata sebesar 1,880.95 gram/ekor. Baik pertambahan bobot badan harian maupun pencapaian bobot badan akhir secara umum masih dalam kisaran sebagaimana disarankan, demikian pula konsumsi pakannya. Tetapi, kandungan kolestrol daging broiler perlakuan menunjukkan penurunan hingga perlakuan level 2 %. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Azolla sp. yang bersimbiosis dengan mikroalga A. azollae dapat digunakan sebagai imbuhan pakan pada pakan komplit ayam pedaging dengan tidak memberikan efek terhadap penurunan palatabilitas maupun metabolisme, dan juga sumber bahan pakan ini merupakan non konvensional, sehingga hal ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk masa mendatangkan dengan meningkatkan efisiensi pakan dan kemampuan produksi ayam broiler
Susiloningsih Widyatmi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PENGARUH TINGGI GENANGAN AIR DAN KONSENTRASI LOGAM BERAT KROMIUM (Cr) TERHADAP PERTUMBUHAN AZOLLA DAN POPULASI Anabaena azollae PADA TANAH VERTISOL DAN ENTISOLS
2011Co-Authors: Susiloningsih WidyatmiAbstract:RINGKASAN Widyatmi Susiloningsih. H0205064. Pengaruh Tinggi Genangan Air dan Konsentrasi Logam Berat Kromium (Cr) terhadap Pertumbuhan Azolla dan Populasi Anabaena azollae pada Tanah Vertisol dan Entisols. Di bawah bimbingan Ir. Sudadi, MP., Ir. Suwarto, MP., dan Dwi Priyo Ariyanto, SP., MSc. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan September 2009 di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sifat fisika dan kimia tanah dalam mengurangi tingkat toksisitas polutan logam berat Cr, serta untuk mengetahui pengaruh tinggi genangan air, konsentrasi logam berat Cr dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan Azolla dan populasi Anabaena azollae pada tanah Vertisol dan Entisols. Penelitian ini merupakan suatu penelitian eksperimen menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan tiga faktor perlakuan yaitu jenis tanah (Vertisol dan Entisol), tinggi genangan air (0; 2; dan 7 cm) dan konsentrasi logam berat Cr (0; 5,0; 10; 15; dan 20 ppm). Pada penelitian ini digunakan Azolla microphylla phillipine. Percobaan dilakukan pada pot plastik ukuran 15x15 cm dengan 191 gram tanah Vertisols dan 200 gram tanah Entisol, tanah halus lolos mata saring 2 mm dimasukkan ke dalam pot dan digenangi larutan yoshida dengan berbagai konsentrasi Cr. Sebanyak 1 g Azolla disebarkan pada tiap pot dan diinkubasi 3 minggu. Variabel percobaan yang diamati meliputi jumlah sel vegetatif dan sel heterosis Anabaena azollae, biomassa Azolla, suhu tanah, gejala fisiologis Azolla, N total Azolla, kadar Cr Azolla, serta Cr tersedia tanah. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis pada aras kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji Mood Median dan uji korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah dan konsentrasi Cr berpengaruh sangat nyata terhadap populasi sel vegetatif dan sel heterosis Anabaena azollae, sedangkan tinggi genangan air tidak berpengaruh nyata. Populasi Anabaena lebih banyak pada tanah Vertisol dibandingkan Entisols. Populasi Anabaena semakin menurun seiring dengan bertambahnya konsentrasi Cr. Populasi sel Anabaena azollae paling tinggi terdapat pada kombinasi perlakuan jenis tanah Vertisol dengan konsentrasi 0 ppm. Sedangkan biomassa Azolla tertinggi pada tanah Entisol konsentrasi 0 ppm. Kata kunci : Anabaena azollae, Vertisols, Entisols, genangan air, konsentrasi kromium SUMMARY Widyatmi Susil0ningsih. H0205064. The Effect of Standing Water and Chromium (Cr) Concentration to Growth of Azolla and Anabaena azollae Population on Vertisols and Entisols. Under the Supervision of Ir. Sudadi, MP., Ir. Suwarto, MP., and Dwi Priyo Ariyanto, SP., MSc. This research was conducted on April until September 2009 in the screen house of Agriculture Faculty, Sebelas Maret University, Surakarta. The purpose of this research are to study the role of soil physical and chemical properties in decreasing of chromium (Cr) toxicity, and to study the effect of standing water, concentration of chromium (Cr), and their interaction to growth of Azolla and population of Anabaena azollae on Vertisols and Entisols. This experimental research arranged in of Completely Randomized Design (CRD) factorial with three treatment factors, they are: soil ordo (Vertisols and Entisols), high of standing water (0; 2; and 7 cm) and concentration of Cr (0; 5,0; 10; 15; and 20 ppm). This research is used Azolla microphylla phillipine. This attempt done at plastic pot of 15x15 cm, with 191 grams of Vertisols and 200 grams of Entisols, a fine of soil passed to 2 mm slip soil then it was pounded by yoshida solution with various of Cr concentration. One gram of fresh Azolla planted in each pot and incubated for three weeks. The experiment variable were observed are vegetative cell and Anabaena azollae heterosis cell, Azolla biomass, soil temperature, physiological indication of Azolla, total N of Azolla, Cr content of Azolla, and soil available Cr. The data we had got were analized statistically used Kruskal Wallis Test on 95% then continued by Mood Median Test and Correlation Test to know correlation inter observation variable. The result of the research showed that soil type and Cr concentration were high significant influential to vegetative cell population and heterosis cell of Anabaena azollae; otherwise, water surface levels was non significant influential to them. The highest Anabaena azollae cell population was on combination of Vertisols treatment with 0 ppm concentration. Otherwise, the highest Azolla biomass was on Entisols treatment with 0 ppm concentration. Keywords: Anabaena azollae, Vertisols, Entisols, standing water, concentration of chromiu
Widyatmi Susiloningsih - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
pengaruh tinggi genangan air dan konsentrasi logam berat kromium cr terhadap pertumbuhan azolla dan populasi Anabaena azollae pada tanah vertisol dan entisols
2011Co-Authors: Widyatmi SusiloningsihAbstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sifat fisika dan kimia tanah dalam mengurangi tingkat toksisitas polutan logam berat Cr, serta untuk mengetahui pengaruh tinggi genangan air, konsentrasi logam berat Cr dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan Azolla dan populasi Anabaena azollae pada tanah Vertisol dan Entisols. Penelitian ini merupakan suatu penelitian eksperimen menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan tiga faktor perlakuan yaitu jenis tanah (Vertisol dan Entisol), tinggi genangan air (0; 2; dan 7 cm) dan konsentrasi logam berat Cr (0; 5,0; 10; 15; dan 20 ppm). Pada penelitian ini digunakan Azolla microphylla phillipine. Percobaan dilakukan pada pot plastik ukuran 15x15 cm dengan 191 gram tanah Vertisols dan 200 gram tanah Entisol, tanah halus lolos mata saring 2 mm dimasukkan ke dalam pot dan digenangi larutan yoshida dengan berbagai konsentrasi Cr. Sebanyak 1 g Azolla disebarkan pada tiap pot dan diinkubasi 3 minggu. Variabel percobaan yang diamati meliputi jumlah sel vegetatif dan sel heterosis Anabaena azollae, biomassa Azolla, suhu tanah, gejala fisiologis Azolla, N total Azolla, kadar Cr Azolla, serta Cr tersedia tanah. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan uji Kruskal Wallis pada aras kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji Mood Median dan uji korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah dan konsentrasi Cr berpengaruh sangat nyata terhadap populasi sel vegetatif dan sel heterosis Anabaena azollae, sedangkan tinggi genangan air tidak berpengaruh nyata. Populasi Anabaena lebih banyak pada tanah Vertisol dibandingkan Entisols. Populasi Anabaena semakin menurun seiring dengan bertambahnya konsentrasi Cr. Populasi sel Anabaena azollae paling tinggi terdapat pada kombinasi perlakuan jenis tanah Vertisol dengan konsentrasi 0 ppm. Sedangkan biomassa Azolla tertinggi pada tanah Entisol konsentrasi 0 ppm. Kata kunci : Anabaena azollae, Vertisols, Entisols, genangan air, konsentrasi kromium
Maftuchah Maftuchah - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Tanaman Air Azolla sp. Sebagai Imbuhan Pakan dan Pengaruhnya Terhadap Tampilan Produksi Ayam Broiler Strain Hubbard
'Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP) Universitas Bengkulu', 2010Co-Authors: Aris Winaya, Maftuchah Maftuchah, Agus ZainudinAbstract:ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan suatu tanaman air Azolla sp. yang memiliki mikrosimbion mikroalga (ganggang) Anabaena azollae., yang dikembangkan sebagai formula imbuhan pakan (feed additive) pada pakan ayam pedaging (broiler). Formula imbuhan pakan ini adalah untuk pakan komplit ayam pedaging, baik fase starter maupun finisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian imbuhan pakan Azolla sp. yang bersimbiosis dengan A. azollae pada pakan jadi merk Malindo yang diujikan untuk ayam pedaging strain Hubbard, baik fase awal (starter) dan kemudian fase akhir (finisher) memberikan performa Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) ayam broiler strain Hubbard sebesar 52,42 gram/ekor. Sedangkan pencapaian bobot badan akhir rata-rata sebesar 1,880.95 gram/ekor. Baik pertambahan bobot badan harian maupun pencapaian bobot badan akhir secara umum masih dalam kisaran sebagaimana disarankan, demikian pula konsumsi pakannya. Tetapi, kandungan kolestrol daging broiler perlakuan menunjukkan penurunan hingga perlakuan level 2 %. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Azolla sp. yang bersimbiosis dengan mikroalga A. azollae dapat digunakan sebagai imbuhan pakan pada pakan komplit ayam pedaging dengan tidak memberikan efek terhadap penurunan palatabilitas maupun metabolisme, dan juga sumber bahan pakan ini merupakan non konvensional, sehingga hal ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk masa mendatangkan dengan meningkatkan efisiensi pakan dan kemampuan produksi ayam broiler. Kata kunci : Azolla sp.; Anabaena azollae; broiler; Hubbard; imbuhan paka
-
WATER PLANT Azolla sp. AS FEED ADDITIVE AND THE EFFECT ON PRODUCTION PERFOMANCE OF BROILER HUBBARD STRAIN
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, 2010Co-Authors: Winaya Aris, Maftuchah Maftuchah, Agus ZainudinAbstract:Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan suatu tanaman air Azolla sp. yang memiliki mikrosimbion mikroalga (ganggang) Anabaena azollae., yang dikembangkan sebagai formula imbuhan pakan (feed additive) pada pakan ayam pedaging (broiler). Formula imbuhan pakan ini adalah untuk pakan komplit ayam pedaging, baik fase starter maupun finisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian imbuhan pakan Azolla sp. yang bersimbiosis dengan A. azollae pada pakan jadi merk Malindo yang diujikan untuk ayam pedaging strain Hubbard, baik fase awal (starter) dan kemudian fase akhir (finisher) memberikan performa Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) ayam broiler strain Hubbard sebesar 52,42 gram/ekor. Sedangkan pencapaian bobot badan akhir rata-rata sebesar 1,880.95 gram/ekor. Baik pertambahan bobot badan harian maupun pencapaian bobot badan akhir secara umum masih dalam kisaran sebagaimana disarankan, demikian pula konsumsi pakannya. Tetapi, kandungan kolestrol daging broiler perlakuan menunjukkan penurunan hingga perlakuan level 2 %. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Azolla sp. yang bersimbiosis dengan mikroalga A. azollae dapat digunakan sebagai imbuhan pakan pada pakan komplit ayam pedaging dengan tidak memberikan efek terhadap penurunan palatabilitas maupun metabolisme, dan juga sumber bahan pakan ini merupakan non konvensional, sehingga hal ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk masa mendatangkan dengan meningkatkan efisiensi pakan dan kemampuan produksi ayam broiler
-
Proses pembuatan kompos campuran azolla dan limbah media jamur champignon yang diperkaya dengan beberapa jenis mikroba dan produk yang dihasilkan
2007Co-Authors: Zainudin Agus, Maftuchah MaftuchahAbstract:Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan kompos campuran Azolla dan limbah media jamur Champignon terdiri dari tahap-tahap: memperbanyak bibit biakan murni Azolla sp. yang ditambah dengan isolat Anabaena azollae, memanen tanaman Azolla sp., kemudian mencampurnya dengan limbah media jamur Champignon dan diaduk sampai tercampur rata, menyiram campuran tersebut dengan cairan yang mengandung isolat mikroba Trichoderma sp., Penicillium sp., Aspergillus sp., Saccharomyces sp. dan rhizobakter, menyimpan campuran tersebut ke dalam bak pengomposan agar terjadi fermentasi dan dekomposisi selama 14-30 hari, dan memanen kompos campuran yang telah melalui tahapan fermentasi untuk dikemas. Invensi ini juga menyediakan suatu kompos campuran Azolla dan limbah media jamur Champignon dimana kandungan tanaman Azolla sp. 55% - 75%, kandungan limbah media jamur champignon 25% - 45%, serta campuran isolat mikroba Trichoderma sp., Penicillium sp., Aspergillus sp., Saccharomyces sp. dan rhizobakter masing-masing dengan kepadatan 105 - 1010. Produk yang dihasilkan dapat dikemas dalam bentuk pelet, serbuk halus dan serbuk kasar, serta dapat digunakan untuk media pembibitan, pupuk organik, biopestisida maupun biofertilizer
Zainudin A. - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Tanaman Air Azolla SP. sebagai Imbuhan Pakan dan Pengaruhnya terhadap Tampilan Produksi Ayam Broiler Strain Hubbard
'Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP) Universitas Bengkulu', 2010Co-Authors: Winaya A., Maftuchah M., Zainudin A.Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan suatu tanaman air Azolla sp. yang memiliki mikrosimbion mikroalga (ganggang) Anabaena azollae., yang dikembangkan sebagai formula imbuhan pakan (feed additive) pada pakan ayam pedaging (broiler). Formula imbuhan pakan ini adalah untuk pakan komplit ayam pedaging, baik fase starter maupun finisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian imbuhan pakan Azolla sp. yang bersimbiosis dengan A. azollae pada pakan jadi merk Malindo yang diujikan untuk ayam pedaging strain Hubbard, baik fase awal (starter) dan kemudian fase akhir (finisher) memberikan performa Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) ayam broiler strain Hubbard sebesar 52,42 gram/ekor. Sedangkan pencapaian bobot badan akhir rata-rata sebesar 1,880.95 gram/ekor. Baik pertambahan bobot badan harian maupun pencapaian bobot badan akhir secara umum masih dalam kisaran sebagaimana disarankan, demikian pula konsumsi pakannya. Tetapi, kandungan kolestrol daging broiler perlakuan menunjukkan penurunan hingga perlakuan level 2 %. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Azolla sp. yang bersimbiosis dengan mikroalga A. azollae dapat digunakan sebagai imbuhan pakan pada pakan komplit ayam pedaging dengan tidak memberikanefek terhadap penurunan palatabilitas maupun metabolisme, dan juga sumber bahan pakan ini merupakan non konvensional, sehingga hal ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk masa mendatangkan dengan meningkatkan efisiensi pakan dan kemampuan produksi ayam broiler