The Experts below are selected from a list of 5376 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Shashi B. Babbar - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Guar gum as a Gelling Agent for plant tissue culture media
In Vitro Cellular & Developmental Biology - Plant, 2005Co-Authors: Shashi B. Babbar, Rakesh Jain, Navneet WaliaAbstract:Guar gum, a galactomannan derived from the endosperms of Cyamposis tetragonoloba, has been successfully used as a sole Gelling Agent for plant tissue culture media. Its suitability as a Gelling Agent was demonstrated by using guar gumgelled media for in vitro seed germination of Linum usitatissimum and Brassica juncea, in vitro axillary shoot proliferation in nodal explants of Crataeva nurvala, rooting of regenerated shoots of the same, in vitro androgenesis in anther cultures of Nicotiana tabacum, and somatic embryogenesis in callus cultures of Calliandra tweedii. The media used for these were gelled with either guar gum (2, 3, or 4%) or agar (0.9%). Guar gum-gelled media, like agar media, supported all these morphogenic responses. Rather, axillary shoot proliferation, rhizogenic and embryogenic responses were better on guar gum-gelled media than on agar media
-
Gum katira - A cheap Gelling Agent for plant tissue culture media
Plant Cell Tissue and Organ Culture, 2002Co-Authors: Neeru Jain, Shashi B. BabbarAbstract:Gum katira, an insoluble gum derived from the bark of Cochlospermum religiosum, has been successfully used as a Gelling Agent in tissue culture media for in vitro shoot formation and rooting in Syzygium cuminii and somatic embryogenesis in Albizzia lebbeck. The epicotyl segments, excised from in vitro grown seedlings of S. cuminii, developed shoots when cultured on MS medium (Murashige and Skoog, 1962), supplemented with 4% sucrose and 1 mg 1 -1 BA. The so-developed shoots were rooted on Knop's medium, augmented with 2% sucrose and 1 mg 1 -1 IAA. For somatic embryogenesis, hypocotyl segments derived from in vitro developed seedlings of A. lebbeck were cultured on B5 medium containing 2% sucrose. Media were gelled with either 3% gum or 0.9% agar. The quantitative response obtained on media fortified with either of the Gelling Agents was not significantly different. The media gelled with gum katira were almost as transparent as the liquid medium. However, viscosity of gum katira gelled medium was less than one-sixth of the viscosity of agar-gelled media, and therefore, shaking of the culture vessel often resulted in submersion of the explants. Nevertheless, even these submerged explants responded positively. To increase the firmness of the gum katira-gelled medium, various combinations of agar (0.2-0.6%) and gum (1-3%) were used. However, the viscosities of the media gelled with 3% gum katira as well as different concentrations of agar (0.2-0.6%) were lower than that of the medium containing only gum katira (3%). Moreover, the explant productivity obtained in neither of these combinations was more than those recorded on the control media, which were gelled either with 0.9% agar or 3% gum alone.
Redita Puja Asmi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
uji efek penyembuhan luka bakar gel ekstrak herba pegagan centella asiatica l urban dengan Gelling Agent carbopol 934 pada kulit punggung kelinci jantan
2013Co-Authors: Redita Puja AsmiAbstract:Herba pegagan (Centella asiatica L. Urban) mengandung asiaticoside yang dapat berperan dalam penyembuhan luka. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan formula gel dari herba pegagan dengan menggunakan Gelling Agent carbopol 934 dengan variasi konsentrasi 1%, 1,5% dan 2 % dan mengetahui pengaruhnya terhadap kecepatan penyembuhan luka bakar beserta sifat fisik gel. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan acak lengkap sama subjek. Uji dilakukan dengan cara mencukur punggung kelinci New Zealand White, kemudian dianastesi lokal dengan etil asetat, setelah itu diinduksi panas (suhu 800C selama 5 detik). Gel dioleskan satu kali sehari, kemudian ditutup dengan kasa steril. Diameter luka bakar diukur sampai diameter nol. Data waktu penyembuhan luka bakar sampai 100% dan sifat fisik (uji melekat dan daya sebar), lama penyembuhan dianalisis dengan uji statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Kenaikan konsentrasi carbopol 934 dalam formula gel menyebabkan peningkatan viskositas gel dan daya lekat, serta menurunkan daya sebar. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan formula gel ekstrak herba pegagan dengan Gelling Agent carbopol 934 dapat mempercepat penyembuhan luka bakar. Konsentrasi carbopol 934 1% paling cepat menyembuhkan luka yaitu 16,4±0,55 hari, dibandingkan dengan formula gel konsentrasi 1,5% (18±0,71 hari) dan 2% (19,8±0,84 hari).
Januwardani, Nia Fardillia - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Webb) DENGAN Gelling Agent KARBOPOL 934 DAN UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR
2011Co-Authors: Januwardani, Nia FardilliaAbstract:Lidah buaya (Aloe vera (L.) Webb) memiliki kandungan acemannan (mannosa-6 fosfat) yang diduga berperan dalam penyembuhan luka bakar. Ekstrak lidah buaya diaplikasikan dalam bentuk sediaan gel dengan menggunakan variasi konsentrasi Gelling Agent karbopol 934 3%, 5% dan 7% untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kecepatan penyembuhan luka bakar dan sifat fisik gel. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian acak lengkap sama subjek. Uji dilakukan dengan cara mencukur punggung kelinci New Zealand White, kemudian dianastesi lokal dengan etil klorida, setelah itu diinduksi panas (suhu 80 0C selama 10 detik). Gel dioleskan satu kali sehari, kemudian ditutup dengan kain kasa steril. Diameter luka bakar diukur sampai sembuh. Data waktu penyembuhan luka bakar sampai 100% dan uji sifat fisik (uji melekat dan daya sebar), dianalisis dengan uji statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan konsentrasi Gelling Agent karbopol 934 menyebabkan penurunan homogenitas, daya lekat, daya sebar, peningkatan viskositas, sedikit merubah pH, namun tidak merubah kemampuan proteksi, selain itu tidak mempengaruhi kecepatan efek penyembuhan luka bakar yang signifikan. Sediaan gel ekstrak lidah buaya pada konsentrasi karbopol 934 3% mampu menyembuhkan luka bakar 17,6 + 2,88 hari, lebih cepat dibandingkan dengan yang menggunakan konsentrasi karbopol 5% dan 7%
Ahlam Ahlam - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Webb) DENGAN Gelling Agent KITOSAN DAN UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR
2011Co-Authors: Ahlam AhlamAbstract:Salah satu tanaman berkhasiat untuk menyembuhkan luka bakar adalah lidah buaya. Kandungan senyawa lidah buaya yang diduga berperan sebagai penyembuh luka bakar adalah acemannan. Kitosan memiliki kemampuan efek antibakteri yang akan mencegah dari terkena mikroba, yang paling tidak diduga akan mensinergikan penggunaan lidah buaya sebagai obat. Ekstrak lidah buaya diaplikasikan dalam bentuk sediaan gel dengan menggunakan variasi konsentrasi Gelling Agent kitosan 4%, 5% dan 6% untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kecepatan penyembuhan luka bakar dan sifat fisik gel. Pengujian gel meliputi uji daya menyebar, uji daya melekat, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya proteksi dan uji stabilitas. Luka bakar dibuat dengan menginduksi kulit punggung kelinci dengan alat penginduksi panas dengan suhu 80 oC selama 10 detik. Sebelum diinduksi bulu pada bagian punggung kelinci dicukur kemudian dianastesi dengan etil klorida. Alat penginduksi panas berupa lempeng logam dengan diameter ± 2 cm yang dihubungkan dengan sebuah elemen panas yang mempunyai daya 40 watt dan voltasenya 220 volt. Hasil luka bakar diukur dengan jangka sorong hingga sembuh 100%. Kenaikan konsentrasi kitosan dalam sediaan gel dapat menaikkan viskositas gel, daya lekat dan menurunkan daya sebar gel, akan tetapi tidak mengalami perubahan pada pH, daya proteksi dan homogenitas gel. Penggunaan kitosan sebagai Gelling Agent dalam penelitian ini dapat mempercepat penyembuhan luka bakar. Hasil penelitian rata–rata waktu penyembuhan menunjukkan bahwa, konsentrasi kitosan 5% memiliki waktu penyembuhan 14,8 + 0,84 hari, paling cepat dibandingkan pada konsentrasi 4% dan 6%
Sunnah Istianatus - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PENGARUH CARBOPOL (CARBOMER) SEBAGAI Gelling Agent TERHADAP SIFAT FISIK FORMULASI GEL HANDSANITIZER EKSTRAK MANGGA (Mangifera indica L.)
2021Co-Authors: Kusuma Andri Deny, Sunnah IstianatusAbstract:Latar belakang : Handsanitizer merupakan suatu pembersih tangan yang mengandung antiseptik yang dapat membunuh bakteri dan virus. Handsanitizer memiliki bentuk sediaan berupa sediaan spray dan sediaan gel. Untuk membuat formula gel handsanitizer, dibutuhkan komponen penyusun gel, yaitu Gelling Agent seperti carbopol, CMC Na. Handsanitizer yang dibuat harus memiliki sifat fisik yang sesuai ketentuan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh carbopol (carbomer) sebagai Gelling Agent terhadap sifat fisik formulasi gel handsanitizer ekstrak mangga (Mangifera indica l.). Metode : Penelitian dilakukan dengan metode literature review menggunakan lima artikel acuan yang terdiri dari empat artikel nasional tahun 2015-2020 dan satu artikel internasional tahun 2018 yang dikaji sifat fisiknya berupa organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Hasil : Gelling Agent yang digunakan pada formulasi handsanitizer mangga yaitu carbopol / carbomer dengan konsentrasi antara 0,5%-2%. Hasil evaluasi fomula handsanitizer menghasilkan sifat fisik secara organoleptik baik, homogen, pH antara 4,5-7,5, memiliki viskositas antara 2000-6000 cps, daya sebar antara 5-7 cm dan daya lekat > 1 detik. Peningkatan viskositas dan pH pada gel handsnitizer selain disebabkan oleh carbopol juga adanya bahan tambahan lain maupun konsentrasi ekstrak yang digunakan. Kesimpulan : Gelling Agent carbopol dengan konsentrasi 0,5-2% dan bahan penyusun lain pada formulasi handsanitizer ekstrak mangga berperan dalam penentuan sifat fisik seperti organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar dan daya lekat sediaan. Kata Kunci : Gelling Agent, Carbopol, sifat fisik, Handsanitizer, ekstrak mangga (Mangifera indica L.) Kepustakaan : 61 (2010-2021
-
PENGARUH KOMBINASI Gelling Agent TERHADAP EVALUASI WAKTU KERING SEDIAAN MASKER GEL PEEL-OFF
2020Co-Authors: Windah Alfisyahna Rahma, Resti Erwiyani Agitya, Sunnah IstianatusAbstract:Latar Belakang: Masker gel peel-off merupakan salah satu sediaan yang memanfaatkan basis masker dengan kandungan Gelling Agent yang akan membentuk lapisan film tipis dan dapat dikelupas setelah kering. Gelling Agent dalam sediaan masker gel peel-off memiliki peran salah satunya dalam sistem pembentukan film. Sistem ini memiliki keunggulan film yang dihasilkan transparan, tidak berminyak, resiko iritasi kulit rendah, produk mudah dibersihkan dari kulit, dan dalam segi estetika meningkatkan minat pengguna. Sediaan masker gel peel-off memerlukan evaluasi sifat fisik, salah satu sifat fisik yang perlu diperhatikan adalah waktu kering. Tujuan: Tujuan dari kajian kali ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi Gelling Agent terhadap waktu kering sediaan masker gel peel-off. Metode: Metode dalam penelitian ini menggunakan literatur review terhadap 5 artikel penelitian, yang kemudian dilakukan evaluasi terhadap hasil penelitian yang berkaitan dengan waktu kering sediaan masker gel peel-off. Hasil: Hasil evaluasi waktu kering dalam kajian kali ini dapat dlihat bahwa adanya pengaruh Gelling Agent terhadap waktu kering sediaan masker gel peel-off dengan melihat hasil evaluasi masing-masing artikel yang dikaji. Faktor yang mempengaruhi antara lain seperti variasi konsentrasi Gelling Agent, pemilihan kombinasi Gelling Agent, dan adanya bahan tambahan lain yang meningkatkan konsentrasi air dalam sediaan masker gel peel-off seperti humektan atau pelarut seperti etanol mempengaruhi lama waktu kering sediaan. Simpulan : Adanya pengaruh kombinasi Gelling Agent terhadap waktu kering sediaan masker gel peel-off, namun harus dilakukan uji lebih lanjut untuk melihat besarnya pengaruh kombinasi Gelling Agent terhadap masker gel peel-off. Kata Kunci: Gelling Agent, waktu kering, masker gel peel-off Kepustakaan: 50 (1995-2020