The Experts below are selected from a list of 303 Experts worldwide ranked by ideXlab platform

Young Dong Cho - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • cobalt requiring 5 deoxy 5 methylthioadenosine nucleosidase from soybean Glycine Max cotyledon
    Journal of Plant Biochemistry and Biotechnology, 2012
    Co-Authors: Young Dong Cho, Jina Kim, Dong Chung Kim
    Abstract:

    5′-Deoxy-5′-methylthioadenosine nucleosidase (MTA nucleosidase, EC 3.2.2.9) was purified from soybean (Glycine Max) cotyledon. The nucleosidase was a trimer consisting of three identical subunits with a molecular mass of 59.5 kDa. The nucleosidase was a cobalt-requiring enzyme for its catalytic function. The enzymatic activity increased in a dose-dependent manner in the presence of cobalt. Cobalt was bound to the nucleosidase with a stoichiometry of 1 equivalent of cobalt/subunit. A thiol group-specific reagent reduced the enzymatic activity. Four cysteinyl residues of each subunit are considered to play an important role in binding cobalt.

  • Polyamine synthesis in plants. Purification and properties of amidinotransferase from soybean (Glycine Max) axes.
    Phytochemistry, 2002
    Co-Authors: Geun Taek Lee, Woo Jeung Kim, Young Dong Cho
    Abstract:

    Abstract Three-day-old soybean (Glycine Max) seedlings were exposed to 0.4 M sorbitol solution for 4 h to induce amidinotransferase activity, with the corresponding enzyme being purified to homogeneity by chromatographic separation on DEAE-Sephacel, Sephacryl S-300 and l -arginine Sepharose 4B. The purified enzyme used l -arginine and l -Glycine as the major donor/acceptor of the amidino group, respectively, with formation of guanidinoacetic acid and ornithine products being confirmed by ESI-MS. The enzyme is a tetrameric protein having a molecular mass of 240,000 Da, whose thiol group is needed for enzymatic activity. The KMs for arginine and Glycine were 3.8 and 0.89 mM, respectively, with optimal temperature and pH being 37 °C and 9.5, respectively. The soybean amidinotransferase could be indirectly involved in nitrogen metabolism, as suggested by the observation that arginine:Glycine amidinotransferase in soybean axes is indirectly involved in putrescine biosynthesis and displays feedback control at high levels of an endogenous regulator, putrescine.

  • polyamine synthesis in plants isolation and characterization of spermidine synthase from soybean Glycine Max axes
    Biochimica et Biophysica Acta, 2000
    Co-Authors: Sang-oh Yoon, Yong Sun Lee, Sung Ho Lee, Young Dong Cho
    Abstract:

    Spermidine synthase (EC 2.5.1.16) was purified to homogeneity for the cytosol of soybean (Glycine Max) axes using ammonium sulfate fractionation and chromatography on DEAE-Sephacel, Sephacryl S-300, ω-aminooctyl-Sepharose and ATPA-Sepharose. The molecular mass of the enzyme estimated by gel filtration and SDS–PAGE is 74 kDa. Cadaverin and 1,6-diaminohexane could not replace putrescine as the aminopropyl acceptor. Kinetic behaviors of the substrate are consistent with a ping pong mechanism. The kinetic mechanism is further supported by direct evidence confirming the presence of an aminopropylated enzyme and identification of product, 5′-deoxy-5′-methylthioadenosine, prior to adding putrescine. The Km values for decarboxylated S-adenosylmethionine and putrescine are 0.43 μM and 32.45 μM, respectively. Optimum pH and temperature for the enzyme reaction are 8.5 and 37°C, respectively. The enzyme activity is inhibited by N-ethylmaleimide and DTNB, but stimulated by Co2+, Cu2+ and Ca2+ significantly, suggesting that these metal ions could be the cellular regulators in polyamine biosynthesis.

Wahono, Steven Adiputra - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • PENGARUH PENAMBAHAN MAIZENA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN KELEMBUTAN SILKEN TOFU EDAMAME (Glycine Max L. Merill)
    'Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya', 2019
    Co-Authors: Wahono, Steven Adiputra, Surjoseputro Sutarjo, Setijawaty Erni
    Abstract:

    Edamame (Glycine Max L. Merrill) merupakan salah satu jenis kacang kedelai yang banyak ditemui di daerah tropis di kawasan Asia dan Amerika. Keunggulan edamame dibanding kedelai kuning (Glycine Max) antara lain kandungan antitripsin, dan lemak total yang lebih rendah. Edamame juga memiliki kandungan protein sekitar 11%, yang cukup untuk dimanfaatkan dalam pembuatan silken tofu. Silken tofu memiliki karakteristik yang lembut dan kompak, serta dapat mempertahankan bentuknya ketika diiris. Silken tofu merupakan jenis tahu yang dibuat dengan koagulan glucono-δ-lactone (GDL) dan tidak dilakukan proses pengepresan. Berdasarkan penelitian pendahuluan, silken tofu edamame menghasilkan tekstur yang tidak kompak, mudah hancur dan mengalami sineresis selama penyimpanan. Oleh karena itu ditambahkan sejumlah pati, yaitu maizena untuk memperbaiki karakteristik silken tofu yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisikokimia dan kelembutan silken tofu edamame yang meliputi kadar air, pH, sineresis, firmness dan uji organoleptik (perbedaan tingkat kelembutan) dengan penambahan berbagai konsentrasi maizena. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tujuh taraf konsentrasi maizena (0%; 0,25%; 0,50%; 0,75%; 1%; 1,25% dan 1,5%) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Penambahan maizena bertujuan untuk memperkokoh tekstur silken tofu dan menurunkan tingkat sineresis. Parameter uji yang dilakukan meliputi kadar air, pH, sineresis, firmness dan uji organoleptik (perbedaan tingkat kelembutan). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsentrasi maizena memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan kelembutan silken tofu edamame. Peningkatan konsentrasi maizena akan menurunkan kadar air (93,96%-91,16%) serta meningkatkan firmness (1,9144 N- 2,8433 N). Konsentrasi maizena hingga 0,75% menurunkan sineresis, namun akan meningkat jika konsentrasinya lebih tinggi. Nilai pH tidak berbeda nyata antar perlakuan, sedangkan tingkat kelembutan akan menurun pada konsentrasi maizena diatas 1,25%

  • Pengaruh penambahan maizena terhadap sifat fisikokimia dan kelembutan silken tofu edamame (Glycine Max L. Merrill)
    2018
    Co-Authors: Wahono, Steven Adiputra
    Abstract:

    Edamame (Glycine Max L. Merrill) merupakan salah satu jenis kacang kedelai yang banyak ditemui di daerah tropis di kawasan Asia dan Amerika. Keunggulan edamame dibanding kedelai kuning (Glycine Max) antara lain kandungan antitripsin, dan lemak total yang lebih rendah. Edamame juga memiliki kandungan protein sekitar 11%, yang cukup untuk dimanfaatkan dalam pembuatan silken tofu. Silken tofu memiliki karakteristik yang lembut dan kompak, serta dapat mempertahankan bentuknya ketika diiris. Silken tofu merupakan jenis tahu yang dibuat dengan koagulan glucono-δ-lactone (GDL) dan tidak dilakukan proses pengepresan. Berdasarkan penelitian pendahuluan, silken tofu edamame menghasilkan tekstur yang tidak kompak, mudah hancur dan mengalami sineresis selama penyimpanan. Oleh karena itu ditambahkan sejumlah pati, yaitu maizena untuk memperbaiki karakteristik silken tofu yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisikokimia dan kelembutan silken tofu edamame yang meliputi kadar air, pH, sineresis, firmness dan uji organoleptik (perbedaan tingkat kelembutan) dengan penambahan berbagai konsentrasi maizena. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tujuh taraf konsentrasi maizena (0%; 0,25%; 0,50%; 0,75%; 1%; 1,25% dan 1,5%) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Penambahan maizena bertujuan untuk memperkokoh tekstur silken tofu dan menurunkan tingkat sineresis. Parameter uji yang dilakukan meliputi kadar air, pH, sineresis, firmness dan uji organoleptik (perbedaan tingkat kelembutan). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsentrasi maizena memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan kelembutan silken tofu edamame. Peningkatan konsentrasi maizena akan menurunkan kadar air (93,96%-91,16%) serta meningkatkan firmness (1,9144 N- 2,8433 N). Konsentrasi maizena hingga 0,75% menurunkan sineresis, namun akan meningkat jika konsentrasinya lebih tinggi. Nilai pH dan kelembutan tidak berbeda nyata antar perlakuan, namun mulai terjadi penurunan terhadap tingkat kelembutan pada konsentrasi maizena diatas 1,25%

Gary Stacey - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • metaphase chromosome preparation from soybean Glycine Max root tips
    Current Protocols in Plant Biology, 2017
    Co-Authors: Seth D. Findley, James A. Birchler, Gary Stacey
    Abstract:

    This unit presents a highly reliable protocol to produce and screen metaphase chromosome spreads from root tip cell suspensions of soybean (Glycine Max), or other legumes. The procedures represent soybean-optimized versions of protocols developed for maize. The use of pressurized nitrous oxide to reliably generate metaphase-arrested chromosomes is crucial to overcoming one of the challenges of working with tiny and numerous soybean chromosomes. © 2017 by John Wiley & Sons, Inc. Keywords: chromosome structure; fluorescence in situ hybridization (FISH); genomic in situ hybridization (GISH); Glycine Max; karyotype; legume; metaphase chromosomes; metaphase arrest; nitrous oxide; ploidy

Sang-oh Yoon - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • polyamine synthesis in plants isolation and characterization of spermidine synthase from soybean Glycine Max axes
    Biochimica et Biophysica Acta, 2000
    Co-Authors: Sang-oh Yoon, Yong Sun Lee, Sung Ho Lee, Young Dong Cho
    Abstract:

    Spermidine synthase (EC 2.5.1.16) was purified to homogeneity for the cytosol of soybean (Glycine Max) axes using ammonium sulfate fractionation and chromatography on DEAE-Sephacel, Sephacryl S-300, ω-aminooctyl-Sepharose and ATPA-Sepharose. The molecular mass of the enzyme estimated by gel filtration and SDS–PAGE is 74 kDa. Cadaverin and 1,6-diaminohexane could not replace putrescine as the aminopropyl acceptor. Kinetic behaviors of the substrate are consistent with a ping pong mechanism. The kinetic mechanism is further supported by direct evidence confirming the presence of an aminopropylated enzyme and identification of product, 5′-deoxy-5′-methylthioadenosine, prior to adding putrescine. The Km values for decarboxylated S-adenosylmethionine and putrescine are 0.43 μM and 32.45 μM, respectively. Optimum pH and temperature for the enzyme reaction are 8.5 and 37°C, respectively. The enzyme activity is inhibited by N-ethylmaleimide and DTNB, but stimulated by Co2+, Cu2+ and Ca2+ significantly, suggesting that these metal ions could be the cellular regulators in polyamine biosynthesis.

Setijawaty Erni - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.

  • PENGARUH PENAMBAHAN MAIZENA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN KELEMBUTAN SILKEN TOFU EDAMAME (Glycine Max L. Merill)
    'Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya', 2019
    Co-Authors: Wahono, Steven Adiputra, Surjoseputro Sutarjo, Setijawaty Erni
    Abstract:

    Edamame (Glycine Max L. Merrill) merupakan salah satu jenis kacang kedelai yang banyak ditemui di daerah tropis di kawasan Asia dan Amerika. Keunggulan edamame dibanding kedelai kuning (Glycine Max) antara lain kandungan antitripsin, dan lemak total yang lebih rendah. Edamame juga memiliki kandungan protein sekitar 11%, yang cukup untuk dimanfaatkan dalam pembuatan silken tofu. Silken tofu memiliki karakteristik yang lembut dan kompak, serta dapat mempertahankan bentuknya ketika diiris. Silken tofu merupakan jenis tahu yang dibuat dengan koagulan glucono-δ-lactone (GDL) dan tidak dilakukan proses pengepresan. Berdasarkan penelitian pendahuluan, silken tofu edamame menghasilkan tekstur yang tidak kompak, mudah hancur dan mengalami sineresis selama penyimpanan. Oleh karena itu ditambahkan sejumlah pati, yaitu maizena untuk memperbaiki karakteristik silken tofu yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisikokimia dan kelembutan silken tofu edamame yang meliputi kadar air, pH, sineresis, firmness dan uji organoleptik (perbedaan tingkat kelembutan) dengan penambahan berbagai konsentrasi maizena. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tujuh taraf konsentrasi maizena (0%; 0,25%; 0,50%; 0,75%; 1%; 1,25% dan 1,5%) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Penambahan maizena bertujuan untuk memperkokoh tekstur silken tofu dan menurunkan tingkat sineresis. Parameter uji yang dilakukan meliputi kadar air, pH, sineresis, firmness dan uji organoleptik (perbedaan tingkat kelembutan). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan konsentrasi maizena memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan kelembutan silken tofu edamame. Peningkatan konsentrasi maizena akan menurunkan kadar air (93,96%-91,16%) serta meningkatkan firmness (1,9144 N- 2,8433 N). Konsentrasi maizena hingga 0,75% menurunkan sineresis, namun akan meningkat jika konsentrasinya lebih tinggi. Nilai pH tidak berbeda nyata antar perlakuan, sedangkan tingkat kelembutan akan menurun pada konsentrasi maizena diatas 1,25%