The Experts below are selected from a list of 387 Experts worldwide ranked by ideXlab platform
Hikmawati Isna - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
ANALISIS PENGETAHUAN DAN TINDAKAN SENAM Kegel TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN
'Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto', 2014Co-Authors: Kurniati, Citra Hadi, Wulan, Intan Sari, Hikmawati IsnaAbstract:ABSTRAK Selama kehamilan dan persalinan ibu mengalami perubahan fisik seperti dinding perut menjadi kendor, longgarnya liang senggama dan otot dasar panggul. Pada saat persalinan ibu bisa mengalami laserasi perineum. Laserasi perineum dipengaruhi oleh faktor ibu dan janin. Penyembuhan luka perineum dapat dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya dipengaruhi oleh senam Kegel. Fungsi senam Kegel yaitu membuat jahitan lebih merapat, mempercepat penyembuhan, meredakan hemoroid, meningkatkan pengendalian atas urin. Bidan memberikan pengetahuan senam Kegel mulai dari masa hamil sampai masa nifas selesai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengetahuan dan tindakan senam Kegel terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Jenis penelitian adalah survey analitik, dengan rancangan penelitian korelasional. Metode pendekatan dengan menggunakan cross-sectional. Populasi keseluruhan ibu postpartum yang ada di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan, sedangkan ibu-ibu postpartum dengan luka perineum maksimal derajat II di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Pengolahan data dilakukan untuk menganalisis hubungan dua variabel tersebut dengan uji Chi Square (χ2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan senam Kegel terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas menunjukan nilai X² hitung 11,980 dengan nilai p value = 0,003. Sedangkan hubungan tindakan senam Kegel terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas perhitungannya menunjukan X² hitung 8,613 dengan nilai p value = 0,013. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan senam Kegel dengan penyembuhan luka perineum dan terdapat hubungan yang signifikan antara tindakan senam Kegel dengan penyembuhan luka perineum. Kata kunci: luka perineum, senam Kegel. ABSTRACT Mother experienced physical change during pregnancy and delivery such as loosing-fitting abdominal wall, vagina, and pelvic muscles. During the delivery mother also might experience perineum laceration. Perineum laceration and its healing was affected by mother and baby factors. One of the factors was Kegel excercise. The advantages were neater stiches, accelerating healing, relieving hemorrhoid, improving control over urine. Midwife gave the knowledge on Kegel Exercise during the pregnancy period until the end of puerperium. The aim of this study was to analyze knowledge and treatmant of Kegel excercise to perineum healing on puerperal mother in the working area of Purwokerto Selatan Health Center. The research used analytical survey with correlational design and cross-sectional approach. The population was all post-partum mothers in the working area of Purwokerto selatan Health Center, while the samples were mothers with perineum wound maximum degree II in the working area of Purwokerto Selatan Health center. Data analysis was done to analyze two variables by chi test. The result showed that the correlation of Kegel excercise knowledge to perineum wound healing was X2 count 11.980 with p value = 0.003. While the correlation of Kegel excercise to perineum wound healing was X2 count 8.613 with p value = 0.013. There was significant relation between Kegel excercise and its knowledge to perineum wound healing. Key words: perineum wound healing, Kegel excercise
Rahayu, Dewi Siti - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PERBEDAAN PENGARUH\ud PEMBERIAN Kegel Exercise DENGAN\ud CORE STABILITY Exercise TERHADAP\ud PENURUNAN FREKUENSI INKONTINENSIA URIN\ud PADA LANSIA DI PANTI WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA
2016Co-Authors: Rahayu, Dewi SitiAbstract:Latar Belakang: Inkontinensia urin merupakan gangguan proses pemenuhan kebutuhan eliminasi urin, dimana pengeluaran urin (air kemih) di luar kendali atau tanpa disadari baik jumlah maupun frekuensinya. Survei yang dilakukan diberbagai negara Asia didapat bahwa prevalensi inkontinensia urin adalah rata-rata 21,6% (14,8% pada wanita dan 6,8% pada pria). Faktor yang menyebabkan Inkontinensia urin adalah jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan dan indeks masa tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian Kegel Exercise dan core stability Exercise terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin pada lansia. Metode Penelitian: Metode eksperimental dengan racangan penelitian pre dan post two group design. Berdasarkan tehnik rumus pocock di peroleh total sampel 20 orang dibagi 2 kelompok masing-masing 10 orang. Kelompok 1 di berikan Kegel Exercise, kelompok 2 diberikan core stability Exercise. Latihan dilakukan selama 3 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu di berikan pada lansia di atas 45 tahun berjenis kelamin perempuan di Panti Wreda Budi Dharma Yogyakarta. Alat ukur yang di gunakan Revised Urinary Incontinence Scale atau RUIS. Uji normalitas menggunakan saphiro wilk test, homogenitas menggunakan lavene test, hipotesis I dan II menggunakan paired sampel t-test, hipotesis III menggunakan Independent sampel t-test. Hasil: Uji hipotesis I dan II di peroleh nilai p=0,000, (p < 0,05) yang berarti ada pengaruh pemberian Kegel Exercise dan core stability Exercise terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin pada lansia. Uji hipotesis III di peroleh nilai p=0,154, (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh pemberian Kegel Exercise dan core stability Exercise terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin. Kesimpulan: Latihan Kegel Exercise dan core stability Exercise sama baiknya terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dalam melakukan latihan Kegel Exercise dan core stability Exercise harus memperhatikan faktor resiko seperti jenis kelamin, usia, tinggi badan, berat badan dan indeks masa tubuh yang dapat mempengaruhi terjadinya penurunan frekuensi inkontinensia uri
-
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN Kegel Exercise DENGAN CORE STABILITY Exercise TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI INKONTINENSIA URIN PADA LANSIA DI PANTI WREDHA BUDHI DHARMA YOGYAKARTA
2016Co-Authors: Rahayu, Dewi SitiAbstract:Latar Belakang: Inkontinensia urin merupakan gangguan proses pemenuhan kebutuhan eliminasi urin, dimana pengeluaran urin (air kemih) di luar kendali atau tanpa disadari baik jumlah maupun frekuensinya. Survei yang dilakukan diberbagai negara Asia didapat bahwa prevalensi inkontinensia urin adalah rata-rata 21,6% (14,8% pada wanita dan 6,8% pada pria). Faktor yang menyebabkan Inkontinensia urin adalah jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan dan indeks masa tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian Kegel Exercise dan core stability Exercise terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin pada lansia. Metode Penelitian: Metode eksperimental dengan racangan penelitian pre dan post two group design. Berdasarkan tehnik rumus pocock di peroleh total sampel 20 orang dibagi 2 kelompok masing-masing 10 orang. Kelompok 1 di berikan Kegel Exercise, kelompok 2 diberikan core stability Exercise. Latihan dilakukan selama 3 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu di berikan pada lansia di atas 45 tahun berjenis kelamin perempuan di Panti Wreda Budi Dharma Yogyakarta. Alat ukur yang di gunakan Revised Urinary Incontinence Scale atau RUIS. Uji normalitas menggunakan saphiro wilk test, homogenitas menggunakan lavene test, hipotesis I dan II menggunakan paired sampel t-test, hipotesis III menggunakan Independent sampel t-test. Hasil: Uji hipotesis I dan II di peroleh nilai p=0,000, (p 0,05) yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh pemberian Kegel Exercise dan core stability Exercise terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin. Kesimpulan: Latihan Kegel Exercise dan core stability Exercise sama baiknya terhadap penurunan frekuensi inkontinensia urin. Saran: Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dalam melakukan latihan Kegel Exercise dan core stability Exercise harus memperhatikan faktor resiko seperti jenis kelamin, usia, tinggi badan, berat badan dan indeks masa tubuh yang dapat mempengaruhi terjadinya penurunan frekuensi inkontinensia uri
Kurniati, Citra Hadi - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
ANALISIS PENGETAHUAN DAN TINDAKAN SENAM Kegel TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN
'Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto', 2014Co-Authors: Kurniati, Citra Hadi, Wulan, Intan Sari, Hikmawati IsnaAbstract:ABSTRAK Selama kehamilan dan persalinan ibu mengalami perubahan fisik seperti dinding perut menjadi kendor, longgarnya liang senggama dan otot dasar panggul. Pada saat persalinan ibu bisa mengalami laserasi perineum. Laserasi perineum dipengaruhi oleh faktor ibu dan janin. Penyembuhan luka perineum dapat dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya dipengaruhi oleh senam Kegel. Fungsi senam Kegel yaitu membuat jahitan lebih merapat, mempercepat penyembuhan, meredakan hemoroid, meningkatkan pengendalian atas urin. Bidan memberikan pengetahuan senam Kegel mulai dari masa hamil sampai masa nifas selesai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengetahuan dan tindakan senam Kegel terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Jenis penelitian adalah survey analitik, dengan rancangan penelitian korelasional. Metode pendekatan dengan menggunakan cross-sectional. Populasi keseluruhan ibu postpartum yang ada di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan, sedangkan ibu-ibu postpartum dengan luka perineum maksimal derajat II di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Pengolahan data dilakukan untuk menganalisis hubungan dua variabel tersebut dengan uji Chi Square (χ2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan senam Kegel terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas menunjukan nilai X² hitung 11,980 dengan nilai p value = 0,003. Sedangkan hubungan tindakan senam Kegel terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas perhitungannya menunjukan X² hitung 8,613 dengan nilai p value = 0,013. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan senam Kegel dengan penyembuhan luka perineum dan terdapat hubungan yang signifikan antara tindakan senam Kegel dengan penyembuhan luka perineum. Kata kunci: luka perineum, senam Kegel. ABSTRACT Mother experienced physical change during pregnancy and delivery such as loosing-fitting abdominal wall, vagina, and pelvic muscles. During the delivery mother also might experience perineum laceration. Perineum laceration and its healing was affected by mother and baby factors. One of the factors was Kegel excercise. The advantages were neater stiches, accelerating healing, relieving hemorrhoid, improving control over urine. Midwife gave the knowledge on Kegel Exercise during the pregnancy period until the end of puerperium. The aim of this study was to analyze knowledge and treatmant of Kegel excercise to perineum healing on puerperal mother in the working area of Purwokerto Selatan Health Center. The research used analytical survey with correlational design and cross-sectional approach. The population was all post-partum mothers in the working area of Purwokerto selatan Health Center, while the samples were mothers with perineum wound maximum degree II in the working area of Purwokerto Selatan Health center. Data analysis was done to analyze two variables by chi test. The result showed that the correlation of Kegel excercise knowledge to perineum wound healing was X2 count 11.980 with p value = 0.003. While the correlation of Kegel excercise to perineum wound healing was X2 count 8.613 with p value = 0.013. There was significant relation between Kegel excercise and its knowledge to perineum wound healing. Key words: perineum wound healing, Kegel excercise
Asyhara Naela Arifin M.kes - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
PENGARUH PELVIC FLOOR MUSCLE TRAINING TERHADAP INCONTINENCE URINE PADA LANSIA WANITA: NARRATIVE REVIEW
2021Co-Authors: Nurbi Wengkuthami 1710301132, Tri Hapsari Listyaningrum, St.,mh. S. Kes, Asyhara Naela Arifin M.kesAbstract:Latar belakang: Incontinence urine sendiri adalah keadaan dimana terjadinya keluhan pengeluaran urin secara involunter yaitu mengeluarkan secara spontan dan tidak dapat di sadari, banyaknya insidensi incontinance urine di dunia dan terlebih banyak yang terkena adalah wanita lanjut usia. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut maka adanya intervensi pelvic floor muscle training. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh dari pelvic floor muscle training terhadap incontinence urine pada lansia wanita, posisi dan dosis pada intervensi. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian narrative review, dengan framework PICO (Population/Patients/Problem, Intervention, Comparison, Outcome) pencarian jurnal dilakukan di Pubmed, Sciencedirect, dan Google Schoolar, sesuai dengan keyword yang di tentukan yaitu: Pelvic Floor Muscle Training, Incontinence Urine, Kegel Exercise, Elderly Women, dengan kreteria sesuai dengan inklusi. Penelitian ini menggunakan artiket full text tentang intervensi pelvic floor muscle training, diterbitkan minimal dalam rentan waktu 2011-2021 dan metode yang digunakan adalah experimental study dan randomize control trial. Hasil: 10 literatur yang dianalisa menyatakan bahwa pelvic floor muscle training berpengaruh terhadap incontinence urine pada lansia wanita. Posisi intervensi duduk, berdiri, berbaring dan bisa ditambah posisi berlutut. dosis intervensi 12x pengulangan, 3 sesi, durasi 45 menit dan dilakukan selama 12 minggu. Kesimpulan: Pelvic floor muscle training dapat menurunkan incontinence urine pada lansia wanita. Saran: Pelvic floor muscle training dapat menjadi intervensi alternative untuk menurunkan incontinence urine pada lansia wanita
-
EFEKTIVITAS PEMBERIAN Kegel Exercise TERHADAP STRESS URINARY INCONTINENCE PADA IBU POST PARTUM PERVAGINAM: NARRATIVE REVIEW
2021Co-Authors: Atika Azhar Cahyati F 1710301039, Sri Lestari, S.st. Mmr, Asyhara Naela Arifin M.kesAbstract:Latar Belakang: Saat proses persalinan normal berlangsung, ibu akan mengejan kuat untuk membuka jalan lahir agar bayi dapat dilahirkan. Pada proses persalinan dan tahap mengejan ibu akan dibantu oleh kekuatan dari otot dasar panggul. Diperkirakan> 300% terjadinya strain pada otot dasar panggul yang telah melebihi batas fisiologis yang dapat dipertahankan oleh otot lurik, menyebabkan cedera pada otot dasar panggul, sehingga hal tersebut akan memicu penurunan serta kelemahan dari elastisitas otot dasar panggul yang berdampak pada penyebab kegagalan pengendalian volume kandung kemih atau stress urinary incontinence pada ibu postpartum. Tujuan :Mengetahui Bagaimana Efektivitas Pemberian Kegel Exercise terhadap Strees Urinary Incontinence pada Ibu Post Partum Pervaginam . Metode : Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO (Population/Patients/Problem, Intervention, Comparison, Outcome). Pencarian artikel yang relevan menggunakan database (Google Scholar, PubMed, Science Direct) sesuai keywords dan mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Proses seleksi artikel menggunakan PRISMA flowchart yang kemudian dilakukan penilaian kritis artikel dan penyusunan hasil ulasan narasi. Hasil: Hasil dari keseluruhan pencarian artikel dari 3 database dengan keywords yang telah ditentukan yaitu terdapat 404 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak serta screening full text diperoleh 10 Jurnal yang membuktikan mengenai Kegel Exercise Efektif dalam Penurunan Stress Urinary Incontinance pada Ibu Post Partum Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Pemberian Kegel Exercise terhadap Stress Urinary Incontinance pada Ibu post partum. Saran: Bagi Fisioterapi diharapkan dapat mengaplikasikan latihan Kegel pada ibu post partum yang mengalami gangguan perkemihan akibat stress urinary incontinenc
Wulan I. S. - One of the best experts on this subject based on the ideXlab platform.
-
Analisis Pengetahuan Dan Tindakan Senam Kegel Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan
Muhammadiyah University Purwokerto, 2014Co-Authors: Kurniati C. H., Wulan I. S.Abstract:Mother experienced physical change during pregnancy and delivery such as loosing-fitting abdominal wall, vagina, and pelvic muscles. During the delivery mother also might experience perineum laceration. Perineum laceration and its healing was affected by mother and baby factors. One of the factors was Kegel excercise. The advantages were neater stiches, accelerating healing, relieving hemorrhoid, improving control over urine. Midwife gave the knowledge on Kegel Exercise during the pregnancy period until the end of puerperium. The aim of this study was to analyze knowledge and treatmant of Kegel excercise to perineum healing on puerperal mother in the working area of Purwokerto Selatan Health Center. The research used analytical survey with correlational design and cross-sectional approach. The population was all post-partum mothers in the working area of Purwokerto selatan Health Center, while the samples were mothers with perineum wound maximum degree II in the working area of Purwokerto Selatan Health center. Data analysis was done to analyze two variables by chi test. The result showed that the correlation of Kegel excercise knowledge to perineum wound healing was X2 count 11.980 with p value = 0.003. While the correlation of Kegel excercise to perineum wound healing was X2 count 8.613 with p value = 0.013. There was significant relation between Kegel excercise and its knowledge to perineum wound healing. Key words: perineum wound healing, Kegel excercise